JAKARTA - Pasar teknologi tanah air kembali dikejutkan dengan peluncuran gawai pintar kelas menengah terbaru dari lini Transsion Holdings. Kehadiran Infinix Hot 60 Pro Plus resmi mencatatkan rekor global baru sebagai ponsel pintar dengan layar lengkung tertipis di dunia saat ini.
Langkah inovasi ini dibuktikan melalui ketebalan bodi perangkat yang hanya mencapai angka ekstrem 5.95 milimeter. Menariknya, gawai ini dipasarkan secara ekonomis bagi konsumen Indonesia dengan banderol harga berkisar di angka Rp2 jutaan saja.
Melalui unboxing eksklusif yang dilakukan oleh kanal YouTube GadgetIn, rekayasa desain ponsel pintar ini terbukti mampu memikat perhatian pasar. Perangkat tersebut juga sukses memecahkan rekor resmi dalam catatan Guinness Book of Record berkat rancangan fisik lengkungnya yang sangat tipis.
Desain Kotak Kolaborasi JKT48 dan Isi Paket Penjualan
Sektor kemasan luar Infinix Hot 60 Pro Plus hadir dengan nuansa warna hijau khas yang menjadi identitas utama dari brand Infinix. Pada area pojok kanan atas kotak penjualan, terdapat logo kolaborasi resmi bersama grup idola JKT48.
Baca Juga: Cara Membuat Bonsai Asem Jawa untuk Pemula, Mengenal Karakteristik dan Keunggulan Tamarindus Indica
Kemasan ini menampilkan siluet visual tiga kamera belakang serta detail aksen grafis berbentuk bunga dengan angka 60 sebagai penanda seri. Konsumen juga disuguhkan informasi spesifikasi kunci seperti kapasitas memori internal 256 GB, sensor Sony IMX882, dan fitur In-Display Fingerprint.
Di dalam paket pembeliannya, Infinix menyertakan aksesori pelindung layar berupa tempered glass bawaan yang belum terpasang langsung pada ponsel. Terdapat pula stiker pelindung khusus yang berguna saat pengguna ingin memasang tempered glass menggunakan lem perekat ultraviolet (UV).
Pihak pabrikan juga memberikan bonus berupa kartu perdana Smartfren dengan total kuota sebesar 792 GB. Paket data tersebut diberikan dengan sistem cicilan gratis sebesar 33 GB setiap bulan selama masa aktif 24 bulan.
Untuk perlindungan fisik bodi, terdapat sebuah hardcase transparan dengan tekstur agak doff yang dirancang bolong pada sisi kanan dan kirinya. Desain casing ini sengaja dibuat minimalis agar bentuk bodi ponsel yang tipis dan pilihan warnanya tetap terekspos jelas.
Paket penjualan ditutup dengan ketersediaan adaptor pengisian daya berdaya 45 Watt, kabel data tipe A ke tipe C, serta sebuah SIM ejector. Infinix sendiri menyediakan total enam varian warna modis, yakni Titanium Silver, Sleek Black, Coral Tides, Misty Violet, Sonic Yellow, dan Moco Cyber Green.
Uji Bobot Fisik dan Rekayasa Estetika Bodi
Saat dilakukan pengujian bobot menggunakan timbangan digital di studio GadgetIn, berat Infinix Hot 60 Pro Plus berada di angka 154 gram. Catatan ini terbukti 1 gram lebih enteng dibandingkan informasi resmi pada lembar spesifikasi Infinix yang tertulis 155 gram.
Ketipisan bodi 5.95 milimeter ini dimaksimalkan lewat penerapan rekayasa desain khusus pada panel depan dan bodi bagian belakang. Kedua sisi ponsel tersebut dibuat melengkung secara ekstrem sehingga menjepit area tengah bodi menjadi sebuah struktur sandwich.
Dampaknya, ketebalan area bingkai samping yang bersentuhan langsung dengan kulit telapak tangan pengguna hanya tersisa sekitar 3 hingga 4 milimeter. Desain cerdas ini membuat sensasi genggaman genggam tangan terasa jauh lebih tipis dan ringan daripada dimensi aslinya.
Di sisi bodi luar, terdapat tombol power dengan aksen warna hijau dan tombol volume di sisi kanan. Sisi bawah dihuni oleh port USB Type-C, mikrofon, lubang speaker utama, serta SIM tray yang menampung dua kartu nano SIM tanpa slot memori eksternal.
Bagian atas ponsel tampak bersih dari berbagai komponen port, sementara fitur IR Blaster dipindahkan ke area bodi bawah. Penempatan sensor infra merah di sisi bawah ini menjadi tren baru yang cukup unik di lini ponsel pintar Transsion.
Kualitas Visual Layar Lengkung AMOLED 144Hz
Menembus area depan, Infinix Hot 60 Pro Plus dipersenjatai panel layar lengkung AMOLED berukuran luas 6.78 inci. Layar beresolusi Full HD Plus (1080x2400 piksel) ini mendukung tingkat penyegaran gambar sangat tinggi mencapai 144 Hz.
Komponen kaca pelindung layarnya telah dilapisi oleh material tangguh Corning Gorilla Glass 7i yang biasanya ditemukan pada ponsel kelas atas. Panel ini juga dibekali fitur High Brightness Mode (HBM) dengan tingkat kecerahan maksimal mencapai 1.600 nits.
Kemampuan kecerahan tinggi tersebut akan otomatis aktif saat layar terpapar langsung oleh pancaran sinar matahari yang terik. Dalam pengujian di bawah matahari jam 09.30 pagi, visualisasi pada layar AMOLED ini terbukti tetap terlihat dengan sangat jelas.
Antarmuka perangkat secara bawaan menyajikan tampilan wallpaper dua anggota JKT48, yakni Freya dan satu anggota lainnya. Sistem operasi XOS dari Transsion ini membawa pembaruan visual yang rapi layaknya ekosistem iOS atau ColorOS.
Performa Chipset MediaTek Helio G200 dan Fitur AI
Dapur pacu utama gawai tipis ini memercayakan kinerjanya pada chipset MediaTek Helio G200 yang dipadukan dengan RAM 8 GB. Berdasarkan pengujian aplikasi benchmark AnTuTu, performa prosesor ini sukses menorehkan angka di kisaran 460 ribu poin.
Skor tersebut setara dengan performa standar dari chipset pendahulunya seperti Helio G99 maupun Helio G100 yang mengalami rebranding. Dalam pengujian game Mobile Legends Bang Bang (MLBB), setelan grafis bawaannya baru terbuka pada pilihan high frame rate 60 FPS dengan resolusi HD.
Namun, keturunan chipset Helio G200 ini diproyeksikan mampu menjalankan gameplay MLBB secara stabil di 90 FPS setelah mendapat pembaruan unlock software. Untuk pengujian game berat Genshin Impact pada setelan grafis terendah (lowest), performa rata-ratanya mampu bertahan di angka 30 FPS.
Suhu operasional bodi ponsel selama durasi bermain game berat terpantau sangat adem dan aman di kisaran temperatur 40 derajat Celsius. Infinix sengaja mengoptimalkan manajemen perangkat lunak untuk menjaga kestabilan termal bodinya yang tipis agar tidak menimbulkan risiko panas berlebih.
Sistem operasi gawai ini juga sudah disuntikkan fitur kecerdasan buatan terintegrasi berupa Infinix AI Phone. Fitur canggih tersebut mencakup asisten pintar Volux, Call Assistant, AI Note Subtitle, AI Gallery, Google Gemini, hingga akses pintas Circle to Search.
Terdapat pula menu AI Studio yang menyediakan alat penyuntingan foto gratis seperti fungsi AI Extender untuk memperluas latar belakang gambar. Pengujian memperluas foto di objek wisata Cimory Dairyland menunjukkan hasil manipulasi awan dan pepohonan yang tampak natural tanpa sambungan.
Kemampuan Kamera Utama 50MP Sony IMX882
Meskipun bodi belakang ponsel menampilkan modul kamera berbentuk squircle dengan tiga lingkaran, kamera yang berfungsi nyata hanya satu buah. Kamera utama tersebut dibekali resolusi tajam 50 megapiksel dengan dukungan sensor premium Sony IMX882 dan lampu kilat.
Dua lingkaran kamera lainnya di sisi bawah modul murni hanya berfungsi sebagai hiasan atau komponen pelengkap estetika desain saja. Hasil tangkapan foto kamera utama ini memiliki kualitas dynamic range yang luas dan akurasi warna daun yang baik.
Saat dipakai memotret daun secara berhadapan langsung dengan arah sinar matahari (backlight), area langit tidak mengalami gejala overexposure. Foto dalam kondisi malam hari juga memperlihatkan hasil yang bersih, minim gangguan noise, serta pendaran lampu yang rapi.
Untuk perekaman video menggunakan kamera depan, ponsel ini sanggup memproduksi format video tajam beresolusi 2K pada kecepatan 30 FPS. Karakteristik perekaman video bawaannya cenderung bergoyang, namun Infinix menyediakan tombol fitur stabilizer khusus untuk meredam getaran.
Ketika fitur penstabil gambar diaktifkan, kualitas gerakan rekaman video otomatis berubah menjadi sangat mulus. Konsekuensinya, resolusi video akan diturunkan ke format 1080p pada kecepatan 30 FPS atau opsi opsi 1080p 60 FPS tanpa fungsi penstabil.
Sektor tata suara diperkuat oleh kehadiran komponen dual stereo speaker yang telah mendapatkan racikan tuning resmi dari pabrikan JBL. Keluaran suaranya dinilai cukup proporsional dan enak didengar, meski karakter suara bass-nya terdengar tipis dan agak berantakan pada volume penuh.
Secara menyeluruh, gawai seharga Rp2.5 juta ini tampil memikat tanpa mengorbankan spesifikasi penting seperti baterai 5.160 mAh dan sertifikasi IP64. Ketiadaan lubang colokan headphone jack 3.5 milimeter menjadi satu-satunya kompromi tren industri yang harus diterima oleh konsumen.
Editor : Maylanni Diana Fitri