JAKARTA - Sound horeg termahal di Indonesia menjadi istilah yang menarik perhatian ketika membahas sistem audio dengan biaya fantastis. Namun, transkrip video yang dibahas justru mengungkap sistem audio ekstrem dari Brasil, yakni Kereta Trimetreme, yang disebut dibangun dengan anggaran sekitar 7 juta real Brasil atau lebih dari Rp20 miliar berdasarkan nilai yang disebut dalam video.
Kereta Trimetreme dikenal pula dengan nama “gerobak getar-getar”. Sistem audio tersebut berasal dari Brasil dan masuk kategori sound automotivo, istilah yang merujuk pada audio otomotif atau audio mobil. Meski memiliki karakter yang sekilas mengingatkan pada sound horeg di Indonesia, sistem ini menggunakan konfigurasi berbeda.
Salah satu hal yang membuat Kereta Trimetreme mencuri perhatian adalah daya totalnya. Dalam video disebutkan sistem audio tersebut mampu menghasilkan daya hingga 3 juta watt. Angka itu dibandingkan dengan sistem audio berdaya 60.000 watt. Dengan perbandingan tersebut, dibutuhkan sekitar 50 set sistem berdaya 60.000 watt untuk menyamai angka yang disebutkan.
Baca Juga: Gemilang Production Bikin Gebrakan di Jember, Full 3D System Bawa 10 Subwoofer
Dibangun dengan Anggaran Fantastis
Kereta Trimetreme mulai dibuat pada 2011 dan diresmikan pada 2012. Seluruh perangkat ditempatkan di sebuah truk trailer agar lebih mudah dipindahkan ketika digunakan untuk berbagai kegiatan.
Pembangunan sistem tersebut disebut membutuhkan anggaran sekitar 7 juta real Brasil atau lebih dari Rp20 miliar. Kereta Trimetreme juga bekerja sama dengan sejumlah sponsor. Berbagai komponen seperti speaker, amplifier, lighting, hingga perangkat pendukung lainnya berasal dari kontrak dengan merek berbeda.
Dalam konfigurasi yang dijelaskan saat ini, Kereta Trimetreme menggunakan 28 subwoofer Bomber berukuran 15 inci. Masing-masing subwoofer memiliki daya 5.000 watt RMS.
Sementara itu, bagian penguat suara menggunakan power amplifier Soundigital Monoblock yang menghasilkan daya hingga 100.000 watt RMS. Amplifier tersebut digunakan untuk mengangkat sembilan subwoofer per channel dengan sistem seri-paralel.
Untuk mendukung kebutuhan listrik, sistem ini menggunakan battery bank 14 volt dengan kapasitas 1.200 ampere. Selain itu terdapat inverter dan genset. Perangkat pengolahan suara yang digunakan antara lain mixer Behringer X32, audio processor Behringer DCX2496, dan equalizer.
Pernah Menggunakan Ratusan Perangkat
Kereta Trimetreme mengalami beberapa kali upgrade sejak pertama kali dibuat. Pada konfigurasi awal, sistem ini menggunakan 192 speaker Spider, 48 driver tweeter, 33 power amplifier, serta 240 baterai.
Upgrade berikutnya membuat jumlah perangkat bertambah menjadi 264 subwoofer, 112 driver tweeter, 45 power amplifier, dan 210 baterai yang disebut setara dengan 30.000 ampere. Sistem tersebut juga ditambah satu genset dan membutuhkan perkabelan dalam jumlah besar.
Pada tahap berikutnya, jumlah subwoofer kembali meningkat menjadi 338 unit. Sistem tersebut menggunakan 123 driver tweeter, 59 power amplifier, 180 baterai, serta satu generator genset.
Baca Juga: Gemilang Production Bikin Gebrakan di Jember, Full 3D System Bawa 10 Subwoofer
Setelah kontrak dengan merek subwoofer Spider berakhir, Kereta Trimetreme kemudian menggandeng brand Bomber. Konfigurasi yang disebut dalam video menggunakan 28 subwoofer Bomber, sementara sejumlah perangkat pendukung tetap digunakan.
Perlengkapan lainnya mencakup 40 speaker 10 inci, 90 speaker 8 inci, 40 driver phenolic, 63 driver titanium, dan 42 super tweeter. Di dalam trailer juga terdapat dua speaker 12 inci, empat speaker 6 inci, serta beberapa tweeter untuk monitor.
Kereta Trimetreme tidak hanya digunakan sebagai pajangan. Sistem tersebut kerap digunakan dalam konser DJ keliling di berbagai wilayah Brasil dan disebut pernah dibawa hingga Argentina. Selain konser, Kereta Trimetreme juga hadir dalam pameran audio mobil dan kegiatan komunitas.
Dalam sistem sound automotivo, penggunaan baterai menjadi bagian penting karena berkaitan dengan efisiensi daya. Sistem ini juga disebut bekerja hingga frekuensi 500 Hz. Gelombang suara dari rangkaian subwoofer menghasilkan tekanan suara kuat ke arah depan.
Transkrip tersebut tidak menyebut adanya sistem audio tertentu di Indonesia sebagai pemegang predikat sound horeg termahal. Karena itu, angka lebih dari Rp20 miliar dalam pembahasan ini merujuk pada anggaran pembangunan Kereta Trimetreme di Brasil, bukan harga sebuah sound horeg di Indonesia.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : New Cek Sound Yuk