Cek Sound Horeg Terbaru 2026: Rajawali Audio, JL Musik hingga Teknologi EWS

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:05 WIB
Cek sound horeg terbaru 2026 menyoroti perbedaan Rajawali Audio dan JL Musik, keamanan perangkat, serta kemunculan Soundhoreg EWS. (PINTEREST)
Cek sound horeg terbaru 2026 menyoroti perbedaan Rajawali Audio dan JL Musik, keamanan perangkat, serta kemunculan Soundhoreg EWS. (PINTEREST)

JAKARTA - Cek sound horeg terbaru 2026 memperlihatkan perubahan menarik dalam perkembangan sistem audio berdaya besar di Jawa Timur. Selain persaingan karakter suara, perhatian kini juga tertuju pada keamanan perangkat serta munculnya teknologi yang dapat membantu masyarakat mengetahui potensi dampak suara dari sebuah acara.

Salah satu pembahasan penting datang dari penelitian Universitas Negeri Surabaya yang dipublikasikan pada 2 Agustus 2026. Penelitian tersebut menguji dua sistem audio, yakni Rajawali Audio dan JL Musik, dalam Festival Anniversary Artes Squad di Jombang.

Hasil penelitian menunjukkan keduanya mempunyai pendekatan teknis yang relatif mirip. Namun, karakter suara yang dihasilkan berbeda. Rajawali Audio disebut lebih unggul dalam menghasilkan frekuensi rendah yang kuat sehingga efek “horeg” terasa lebih maksimal.

Sementara itu, JL Musik lebih menonjolkan kejernihan suara dan keseimbangan pada frekuensi menengah. Perbedaan tersebut membuat kedua sistem memiliki karakter yang dapat dirasakan berbeda oleh penonton.

Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa ukuran sebuah sound system bukan satu-satunya ukuran untuk menilai performa audio. Frekuensi yang dihasilkan, konfigurasi perangkat, serta karakter suara menjadi bagian penting dalam sebuah pengujian.

Baca Juga: Sound Horeg Paling Kencang 2026, Ini Tiga Nama yang Jadi Sorotan

Perkembangan Sound Horeg di Jawa Timur

Fenomena sound horeg pada 2026 tidak hanya terlihat dari hasil penelitian. Sejumlah acara masyarakat juga menggunakan sistem audio dalam jumlah besar.

Salah satunya Medali Spectacular Carnival 2026 di Desa Medali, Kabupaten Mojokerto. Acara tersebut melibatkan 32 regu dan 32 set sound horeg. Total biaya penyelenggaraan yang dilaporkan mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Skala acara tersebut menunjukkan bagaimana sound horeg telah menjadi bagian dari konsep pertunjukan. Sistem audio tidak hanya berfungsi sebagai pengeras suara, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan masyarakat.

Namun, penggunaan perangkat berukuran besar juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Hal itu terlihat dalam insiden Pakis Wetan Carnival, Mojokerto, pada Juni 2026.

Dalam peristiwa tersebut, dua speaker middle yang berada di atas truk terjatuh. Salah satunya kemudian menimpa seorang ibu dan anak balita yang sedang menyaksikan karnaval. Korban selanjutnya mendapatkan perawatan medis.

Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa proses cek sound harus mencakup aspek keselamatan. Pemasangan speaker, kekuatan konstruksi, posisi kendaraan, pengelolaan kabel, serta jarak penonton dari perangkat merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari persiapan pertunjukan.

Teknologi Mulai Ikut Mengawasi

Perkembangan lain muncul dari Malang pada Juli 2026. Seorang pemuda bernama Andi Surya membuat Soundhoreg Early Warning System (EWS).

Platform tersebut dirancang untuk memberikan informasi mengenai lokasi kegiatan sound horeg sekaligus memperkirakan radius dampak suara berdasarkan asumsi tingkat kebisingan.

Melalui sistem itu, masyarakat dapat mengetahui apakah lokasi mereka berada di area yang diperkirakan terdampak suara. Kehadiran EWS memperlihatkan bahwa perkembangan sound horeg mulai diikuti upaya menghadirkan sistem informasi berbasis teknologi.

Namun, penggunaan sound horeg tetap menghadapi aturan berbeda di setiap wilayah. Pemerintah Kota Malang menegaskan larangan penggunaan sound horeg untuk rangkaian perayaan HUT ke-81 RI pada Agustus 2026. Aturan tersebut berlaku untuk kegiatan seperti pawai budaya, karnaval, dan bersih desa.

Penertiban juga dilakukan di Jember. Pada Februari 2026, polisi membubarkan tujuh unit sound horeg yang beroperasi pada dini hari setelah menerima laporan warga terkait gangguan ketertiban.

Baca Juga: Sound Horeg Paling Kencang 2026, Ini Tiga Nama yang Jadi Sorotan

Dengan perkembangan tersebut, cek sound horeg terbaru 2026 tidak lagi sekadar mencari sistem dengan suara paling keras. Rajawali Audio dan JL Musik menunjukkan perbedaan karakter dalam penelitian, sementara insiden di Mojokerto mengingatkan pentingnya keamanan perangkat.

Kemunculan Soundhoreg EWS juga menjadi bagian dari perkembangan baru. Teknologi tersebut memberikan pendekatan berbeda dengan menyediakan informasi mengenai lokasi dan perkiraan radius dampak suara.

Pada akhirnya, kualitas sebuah sistem audio perlu dilihat secara menyeluruh. Bass kuat memang menjadi salah satu daya tarik sound horeg, tetapi keamanan perangkat, kondisi lokasi, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan daerah juga menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan acara.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Detik.com
Sound Horeg Jawa Timur Rajawali Audio JL Musik Cek Sound Horeg Terbaru 2026 Soundhoreg EWS