JAKARTA - Manfaat mangga harum manis ternyata tidak hanya berkaitan dengan rasa manis dan aromanya. Buah ini disebut dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu mengontrol kolesterol, hingga berkontribusi terhadap kesehatan seksual. Namun, cara dan jumlah konsumsinya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi penderita diabetes dan kolesterol tinggi.
Hal itu disampaikan dokter spesialis gizi klinik Putri Permanasari dalam program Hidup Sehat. Menurutnya, mangga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, termasuk vitamin A, B, C, dan E.
Vitamin A dan C, kata Putri, memiliki fungsi sebagai antioksidan yang mendukung imunitas. Mangga juga mengandung serat yang berperan terhadap kesehatan saluran pencernaan. Ia menjelaskan, sekitar 80 persen sistem imunitas berada di usus sehingga kesehatan pencernaan menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
“Antioksidan ini bagus sekali ya untuk imunitas kita,” ujar Putri dalam tayangan tersebut.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan dengan Keunggulan Berbeda, Ada yang Jago Gaming
Mangga untuk penderita diabetes
Salah satu hal yang dibahas adalah anggapan bahwa penderita diabetes sama sekali tidak boleh makan mangga harum manis. Putri menyebut anggapan tersebut sebagai mitos.
Menurut dia, penderita diabetes masih dapat mengonsumsi mangga, tetapi perlu memperhatikan kondisi gula darah, jumlah, serta jenis mangga yang dipilih. Jika kadar gula darah sulit dikontrol, konsumsi mangga perlu dibatasi dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Ia menyarankan memilih mangga yang masih mengkal. Mangga yang belum terlalu matang disebut memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan buah yang sudah sangat matang.
Putri menjelaskan, mangga memiliki enzim amilase yang membantu mengubah karbohidrat menjadi gula yang lebih siap diserap tubuh. Semakin matang buah, menurut penjelasannya, semakin tinggi pula gula yang siap diserap sehingga lebih mudah meningkatkan kadar gula darah.
Karena itu, penderita diabetes disarankan memperhatikan porsi. Dalam tayangan tersebut, Putri menyebut konsumsi sekitar seperempat buah mangga sebagai salah satu batas yang dapat digunakan, dengan tetap menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing.
Bisa membantu kolesterol dan kesehatan jantung
Manfaat mangga harum manis lainnya yang dibahas adalah kaitannya dengan kadar kolesterol. Putri menyebut konsumsi mangga dapat membantu mengontrol kolesterol karena kandungan serat larut, salah satunya pektin.
Serat tersebut disebut dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol di saluran pencernaan. Namun, konsumsi mangga tetap perlu divariasikan dengan buah lain yang juga kaya serat dan tidak dilakukan secara berlebihan.
Mangga juga disebut memiliki kandungan potasium, magnesium, serta antioksidan mangiferin. Kandungan tersebut dinilai mendukung peredaran darah dan kesehatan jantung.
Meski demikian, cara mengonsumsi mangga menjadi perhatian. Mangga dalam bentuk buah potong dinilai lebih baik dibandingkan olahan yang mendapat tambahan gula atau bahan tinggi lemak. Putri mencontohkan minuman mangga yang ditambah susu, susu kental manis, atau bahan lain sebagai pilihan yang sebaiknya dihindari, terutama bagi penderita kolesterol.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan dengan Keunggulan Berbeda, Ada yang Jago Gaming
Selain itu, mangga disebut mengandung sitrulin yang dapat membantu meningkatkan aliran darah. Kondisi tersebut dikaitkan dengan peningkatan gairah seksual pada pria. Kandungan vitamin E di dalam mangga juga disebut baik untuk seksualitas. Namun, Putri mengatakan belum ada ketentuan pasti mengenai jumlah mangga yang harus dikonsumsi untuk mendapatkan efek tersebut.
Mangga juga dinilai tetap dapat dikonsumsi saat menjalani program diet. Kuncinya adalah mengatur porsi dan memilih buah yang masih mengkal serta tinggi serat. Dalam tayangan tersebut, konsumsi sekitar setengah buah mangga disebut dapat dikombinasikan dengan buah berserat lain seperti apel.
Untuk anemia, mangga disebut dapat menjadi salah satu sumber zat besi yang membantu pembentukan sel darah merah. Konsumsinya dapat dipadukan dengan buah tinggi vitamin C, seperti jeruk, agar penyerapan zat besi lebih optimal.
Pada akhirnya, Putri menekankan pentingnya menyesuaikan konsumsi mangga dengan kondisi tubuh. Penderita diabetes atau penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah yang aman. Mangga juga dianjurkan dikonsumsi dalam bentuk buah potong dan tidak berlebihan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hidup Sehat tvOne