JAKARTA - Manfaat mangga harum manis cukup beragam, mulai dari membantu mendukung sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, membantu mengontrol kolesterol, hingga menunjang kesehatan seksual. Meski begitu, buah yang dikenal manis dan harum ini tetap perlu dikonsumsi dengan porsi yang tepat, khususnya oleh penderita diabetes dan kolesterol tinggi.
Hal tersebut dijelaskan dokter spesialis gizi klinik Putri Permanasari dalam program Hidup Sehat. Ia mengatakan mangga memiliki sejumlah kandungan vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, B, C, dan E.
Vitamin A dan C pada mangga berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan tersebut disebut dapat mendukung sistem imunitas tubuh. Selain itu, mangga juga kaya serat yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Menurut Putri, saluran pencernaan memiliki peran besar terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu, asupan serat dari buah menjadi salah satu bagian yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga: 7 HP Sejutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 7.000 mAh dan Update 6 Tahun
Bukan berarti penderita diabetes tak boleh makan mangga
Anggapan bahwa penderita diabetes harus menghindari mangga harum manis sepenuhnya disebut sebagai mitos. Penderita diabetes masih dapat mengonsumsi mangga, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan kondisi gula darah.
Jika kadar gula darah masih sulit dikendalikan, konsumsi mangga biasanya perlu dibatasi. Sebaliknya, apabila gula darah terkontrol, mangga masih dapat masuk dalam pola makan dengan memperhatikan jumlah karbohidratnya.
Putri menyarankan memilih mangga yang masih mengkal atau belum terlalu matang. Ciri mangga tersebut antara lain teksturnya masih relatif padat dan keras.
Pilihan itu berkaitan dengan kandungan gula. Mangga memiliki enzim amilase yang membantu mengubah karbohidrat menjadi gula yang lebih siap diserap tubuh. Ketika buah semakin matang, proses tersebut semakin banyak terjadi sehingga gula yang lebih mudah diserap tubuh juga meningkat.
Untuk porsinya, Putri menyebut sekitar seperempat buah mangga dalam konteks konsumsi penderita diabetes. Namun, jumlah tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan konsultasi dengan dokter.
Bisa membantu mengontrol kolesterol
Manfaat mangga harum manis juga dikaitkan dengan pengendalian kolesterol. Putri menyebut hal tersebut sebagai fakta karena mangga mengandung serat larut, termasuk pektin.
Serat larut dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol di saluran pencernaan. Namun, mangga tidak disarankan menjadi satu-satunya buah yang dikonsumsi. Asupan buah sebaiknya tetap bervariasi agar kebutuhan serat dan nutrisi berasal dari berbagai sumber.
Mangga juga memiliki potasium, magnesium, serta antioksidan mangiferin. Kandungan tersebut disebut baik untuk mendukung peredaran darah dan kesehatan jantung.
Yang perlu diperhatikan adalah bentuk penyajiannya. Mangga sebaiknya dikonsumsi sebagai buah potong. Olahan mangga dengan tambahan susu, susu kental manis, atau bahan lain yang tinggi gula dan lemak justru perlu dihindari, terutama oleh penderita kolesterol.
Menurut Putri, mangga pada dasarnya baik bagi kesehatan jantung. Namun, tambahan bahan pada olahan mangga dapat membuat kandungan gula dan lemak dalam sajian menjadi lebih tinggi.
Baca Juga: 7 HP Sejutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 7.000 mAh dan Update 6 Tahun
Bagaimana dengan diet dan vitalitas pria?
Anggapan bahwa mangga tidak boleh dikonsumsi ketika menjalani diet juga disebut mitos. Buah ini masih bisa dikonsumsi selama porsinya dikontrol. Putri menyarankan mangga yang tidak terlalu matang dan kaya serat, kemudian dikombinasikan dengan buah lain seperti apel.
Mangga juga disebut memiliki kandungan sitrulin yang dapat membantu meningkatkan aliran darah. Kondisi tersebut dikaitkan dengan peningkatan libido pada pria. Sementara bagi perempuan, konsumsi mangga disebut dapat membantu menstabilkan hormon seksual.
Meski demikian, belum ada jumlah konsumsi mangga yang secara pasti disebut dapat meningkatkan libido. Putri menekankan bahwa kesehatan seksual tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan dan sebaiknya didukung oleh pola konsumsi beragam.
Mangga juga disebut dapat menjadi salah satu sumber zat besi untuk membantu pembentukan sel darah merah. Konsumsinya dapat dipadukan dengan buah tinggi vitamin C, seperti jeruk, untuk membantu penyerapan zat besi.
Pada akhirnya, cara terbaik menikmati mangga adalah dengan memperhatikan kondisi tubuh, jumlah, serta tingkat kematangan buah. Bagi penderita diabetes, penyakit jantung, atau kondisi tertentu, konsumsi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hidup Sehat tvOne