JAKARTA - Manfaat mangga bagi kesehatan cukup beragam, mulai dari kandungan antioksidan, vitamin, serat, kalium, hingga magnesium. Namun, buah yang dikenal manis dan menyegarkan ini juga tidak selalu aman dikonsumsi secara berlebihan. Menurut dokter spesialis gizi dalam tayangan tersebut, jumlah serta tingkat kematangan mangga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan atau memiliki risiko diabetes.
Mangga merupakan buah yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Harganya relatif terjangkau sehingga mudah ditemukan, terutama saat musim panen. Rasanya yang manis atau asam membuat mangga kerap dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi jus dan rujak.
Di balik rasanya, muncul berbagai anggapan mengenai mangga. Salah satunya adalah anggapan bahwa makan mangga dapat membuat gemuk. Dokter Samuel, yang disebut sebagai dokter spesialis gizi dalam tayangan, menjelaskan bahwa mangga memang dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Menurut dia, mangga yang terlalu matang memiliki kadar gula lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat asupan kalori juga perlu diperhatikan. Bahkan, mengonsumsi mangga dalam jumlah banyak tanpa makan nasi tetap dapat menyebabkan asupan kalori berlebihan.
Baca Juga: 10 HP Sejutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 7.000 mAh hingga NFC
Mangga matang dan risiko gula darah
Perbedaan tingkat kematangan menjadi salah satu hal penting dalam mengonsumsi mangga. Dokter tersebut menjelaskan bahwa mangga muda memiliki kandungan gula lebih rendah. Semakin matang buah mangga, kadar gulanya semakin tinggi.
Dalam tayangan itu juga dijelaskan bahwa mangga mengandung gula buah berupa fruktosa dan juga glukosa. Glukosa disebut dapat meningkatkan risiko diabetes jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama pada orang yang sudah memiliki risiko kegemukan.
Karena itu, penderita diabetes bukan berarti harus sepenuhnya menghindari mangga. Jenis dan tingkat kematangan buah menjadi pertimbangan. Mangga yang tidak terlalu matang disebut lebih dapat dipilih dibandingkan buah yang sudah sangat matang.
Dokter juga menjelaskan anggapan bahwa mangga dapat menyebabkan alergi. Menurutnya, reaksi tersebut lebih berkaitan dengan getah mangga. Jika buah dikupas dengan tidak bersih kemudian langsung dimakan, getah yang masih menempel dapat memicu masalah.
Hal serupa berlaku untuk risiko kontaminasi bakteri. Mangga yang masih utuh dan baru dikupas dinilai lebih aman dibandingkan buah yang sudah dikupas lalu dijajakan di pinggir jalan. Buah yang sudah dikupas dan dibiarkan terbuka disebut berpotensi terkontaminasi bakteri, termasuk Salmonella.
Jangan berlebihan saat makan mangga
Konsumsi mangga secara berlebihan juga dapat menyebabkan diare. Kandungan serat dalam mangga serta zat tertentu di dalam buah tersebut disebut dapat merangsang gerakan atau peristaltik usus. Jika rangsangannya berlebihan, kondisi itu dapat memicu diare.
Bagi penderita maag, jenis mangga juga perlu diperhatikan. Mangga yang masih mentah dan rasanya asam disebut dapat merangsang asam lambung sehingga berpotensi membuat sakit maag kambuh. Sementara mangga yang manis disebut tidak menjadi masalah bagi penderita maag dalam konteks yang dijelaskan dokter tersebut.
Mangga juga memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dalam tayangan itu disebutkan adanya beta karoten, kalium, dan magnesium. Beta karoten merupakan golongan vitamin A, sedangkan kalium disebut dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Magnesium juga disebut bermanfaat bagi kesehatan, termasuk kesehatan tulang.
Baca Juga: 10 HP Sejutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 7.000 mAh hingga NFC
Kandungan antioksidan pada mangga turut menjadi alasan buah ini dikaitkan dengan pencegahan kanker. Warna kuning pada mangga menunjukkan adanya beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Namun, penjelasan tersebut tidak berarti mangga menjadi pengganti pengobatan kanker.
Sementara itu, anggapan bahwa mangga dapat membuat tulang kuat disebut sebagai mitos. Pasalnya, kandungan kalsium dalam mangga tergolong rendah. Dalam 100 gram mangga, kandungan kalsiumnya disebut hanya sekitar 10 miligram.
Beta karoten pada mangga juga dikaitkan dengan kesehatan kulit karena berperan sebagai antioksidan. Antioksidan membantu menangkal radikal bebas yang dapat merusak kolagen kulit.
Dokter menyarankan mangga tetap dikonsumsi secara wajar. Buah yang tidak terlalu matang dapat menjadi pilihan karena kadar gulanya lebih rendah. Mangga juga mengandung serat, antioksidan, kalium, dan magnesium yang dapat mendukung kesehatan tubuh. Intinya, manfaat mangga tetap dapat diperoleh selama jumlah dan tingkat kematangannya diperhatikan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hidup Sehat tvOne