JLS Blitar Jolosutro Mulai Dibuka, Progres 8 Km Dikerjakan dari Dua Sisi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:15 WIB
JLS Blitar Jolosutro sepanjang sekitar 8 km mulai dikerjakan dari dua sisi. Progres terlihat dari pembukaan lahan hingga pemadatan jalan.(Pinterest)
JLS Blitar Jolosutro sepanjang sekitar 8 km mulai dikerjakan dari dua sisi. Progres terlihat dari pembukaan lahan hingga pemadatan jalan.(Pinterest)

BLITAR - JLS Blitar Jolosutro atau Jalur Lintas Selatan di kawasan Jolosutro mulai menunjukkan progres pembangunan. Pengerjaan jalur baru tersebut terlihat dari sisi timur kawasan Pantai Jolosutro, dengan sejumlah alat berat melakukan pembukaan dan penataan lahan.

JLS Blitar Jolosutro dalam progres terbaru ini berada di kawasan yang mengarah dari Kabupaten Malang. Jalur baru tersebut dibuat melewati kawasan perbukitan dan nantinya beberapa kali akan bersinggungan atau menyeberangi jalan raya yang sudah ada.

Berdasarkan pantauan dalam video Aji Story, pembangunan JLS Blitar Jolosutro dikerjakan dari dua titik. Titik pertama berada di sisi timur, dekat kawasan Pantai Jolosutro, sedangkan titik lainnya berada di sisi barat kawasan Tempur, Ringinanyar.

Baca Juga: Toyota Innova G 2024 Disulap Jadi Spek Sultan, Full Black hingga Interior Ala Mercedes-Maybach

Jalur Baru Mulai Membelah Perbukitan

Dari sisi timur, pembukaan jalur terlihat sudah dilakukan pada sejumlah bagian. Permukaan tanah yang sebelumnya masih berupa kawasan perbukitan kini mulai dibuka untuk membentuk trase jalan baru.

Karena kondisi medan masih cukup sulit, proses pemantauan dilakukan dengan berjalan kaki di beberapa bagian. Jalur yang baru dibuka juga belum terlalu padat sehingga belum nyaman dilalui kendaraan.

Trase JLS tersebut berada di sebelah utara atau bagian atas jalur lama yang sebelumnya terhubung dengan kawasan sekitar Jembatan Wonosari. Dari lokasi tersebut, jalur baru kemudian diarahkan menuju bagian perbukitan.

Pembangunan tidak dibuat lurus. Jalur terlihat mengikuti kontur kawasan dengan pola berkelok-kelok. Dalam rencana yang terlihat dari progres lapangan, jalur tersebut akan memutari kawasan Pegunungan Pukuk Krio sebelum kembali bertemu dengan jalan yang sudah ada.

Beberapa bagian trase juga direncanakan melintasi jalan raya. Bahkan, dari pantauan di lapangan, terdapat lebih dari satu titik yang nantinya menjadi lokasi persilangan dengan jalan utama.

Pengerjaan Dibagi dari Dua Titik

Proyek JLS Blitar Jolosutro dalam pantauan tersebut disebut memiliki panjang pengerjaan sekitar 8 kilometer. Pekerjaan dilakukan dari dua sisi untuk mengerjakan jalur yang nantinya diharapkan tersambung di bagian tengah.

Dari sisi timur, pekerjaan berlangsung di sekitar kawasan Jolosutro. Sementara dari sisi barat, pengerjaan berada di daerah Tempur, Ringinanyar.

Jika mengikuti gambaran progres di lapangan, jalur dari kedua arah tersebut akan bergerak menuju bagian tengah kawasan. Salah satu titik yang disebut berada di sekitar Jembatan Gayam.

Di lokasi timur, alat berat terlihat bekerja membuka serta menata lahan. Sebagian area juga sudah dipatok untuk menandai jalur yang akan dibangun.

Aktivitas kendaraan proyek turut terlihat di sekitar jalan utama. Truk pengangkut material hasil galian keluar-masuk kawasan untuk membawa material ke lokasi lain.

Debu Proyek dan Lalu Lintas Truk

Aktivitas pembangunan membuat kondisi di sekitar proyek cukup berdebu. Truk pengangkut material hasil galian terlihat melintas di jalan dan membawa material menuju area yang membutuhkan penataan.

Selain truk, alat pemadat jalan atau roller juga terlihat bekerja di salah satu bagian trase. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan tidak hanya berupa pembukaan lahan, tetapi juga mulai masuk pada tahap penataan dan pemadatan di beberapa titik.

Di sejumlah lokasi, pembatas berwarna kuning dan hitam telah dipasang di sekitar area proyek. Pembatas tersebut menjadi tanda bagi pengguna jalan agar tidak masuk ke kawasan yang sedang dikerjakan.

Pemantauan progres dilakukan dari luar area proyek karena beberapa bagian masih aktif dikerjakan. Hal itu juga dilakukan untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas pekerja sekaligus menjaga keselamatan.

Baca Juga: Toyota FT86 Dimodifikasi Ekstrem, Pakai Air Suspension dan Velg Custom Super Lebar

Akses Masih Perlu Kehati-hatian

Jalur menuju kawasan pembangunan JLS Blitar Jolosutro masih memiliki kondisi medan yang cukup menantang. Jalan lama di sekitar lokasi tetap digunakan untuk aktivitas masyarakat dan kendaraan proyek.

Dari kawasan jalan utama, progres pembukaan jalur baru dapat terlihat dengan cukup jelas. Namun, pengunjung atau pengguna jalan yang ingin melihat pembangunan tetap perlu memperhatikan aktivitas alat berat dan kendaraan pengangkut material.

Jalur baru nantinya akan bergerak memutari kawasan Pegunungan Pukuk Krio dan kembali menyeberangi jalan utama di beberapa titik. Dari sisi timur, trase kemudian diarahkan ke bagian barat hingga menuju kawasan Tempur.

Progres pada minggu ketiga tersebut menunjukkan pembangunan JLS Blitar Jolosutro terus berjalan. Pembukaan lahan, pekerjaan alat berat, pemadatan, hingga mobilitas truk menjadi bagian dari aktivitas proyek yang terlihat di lapangan.

Dengan panjang pengerjaan sekitar 8 kilometer dan pembangunan dari dua sisi, jalur lintas selatan di kawasan Jolosutro ini perlahan mulai membentuk trase yang akan menghubungkan kawasan timur dan barat.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : aji story
Jalur Lintas Selatan Blitar JLS Blitar Jolosutro Jolosutro Pegunungan Pukuk Krio JLS blitar