BALI - Telkom menyiapkan sekitar 20 persen dari pendapatan yang diproyeksikan mencapai Rp150 triliun untuk belanja modal atau capital expenditure. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur digital, termasuk jaringan seluler dan fiber.
Strategi investasi menjadi salah satu pembahasan dalam Bali Annual Telcom International Conference atau Batik 2026. Forum tersebut menjadi momentum bagi Telkom untuk memaparkan strategi bisnis, inovasi, serta penguatan infrastruktur digital guna mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Dalam pemaparannya, Telkom menyebut standar capital expenditure berada pada kisaran 18 hingga 20 persen dari total pendapatan. Untuk tahun ini, porsinya diperkirakan berada di kisaran 19 hingga 20 persen.
Dengan proyeksi pendapatan lebih dari Rp150 triliun, besarnya anggaran belanja modal tersebut menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam membangun infrastruktur digital.
Baca Juga: Noa Sebut Leeds United seperti Keluarga Usai Hancurkan Newcastle 4-1
Investasi Menyasar Jaringan dan Fiber
Telkom menjelaskan penggunaan anggaran investasi tersebut akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur digital. Sebagian dana digunakan untuk membangun jaringan seluler, sedangkan sebagian lainnya dialokasikan untuk pengembangan fiber.
Investasi tersebut dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dalam forum tersebut, potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan dapat mencapai 360 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030.
Penguatan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan utama untuk mendukung perkembangan tersebut. Karena itu, Telkom tidak hanya membahas investasi, tetapi juga melakukan penataan terhadap struktur bisnis perusahaan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyederhanakan jumlah anak usaha. Telkom menata jumlah perusahaan yang sebelumnya mencapai 67 menjadi 19 perusahaan.
Penataan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempertajam fokus bisnis. Perubahan struktur ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun strategic holding.
Dalam proses penataan tersebut, Telkom juga melakukan tahapan pemisahan atau carve out pada lini bisnis tertentu. Salah satu yang disebut dalam pemaparan adalah InfraNexia.
Sebanyak 50 persen telah dipindahkan ke InfraNexia dalam tahap sebelumnya. Perusahaan juga menyampaikan rencana untuk melanjutkan proses carve out berikutnya apabila seluruh proses berjalan lancar.
Setelah itu, lini enterprise disebut menjadi bagian lain yang akan masuk dalam proses penataan. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk struktur strategic holding yang lebih jelas.
Baca Juga: Noa Sebut Leeds United seperti Keluarga Usai Hancurkan Newcastle 4-1
Mitratel Proyeksikan Tambahan Tower
Penguatan infrastruktur juga berkaitan dengan strategi Mitratel dalam memperluas jaringan. Perusahaan tersebut memproyeksikan tambahan 7.000 hingga 10.000 menara pada 2027.
Penambahan tower tersebut dikaitkan dengan perkembangan teknologi 5G serta perluasan jaringan ke wilayah 3T. Kebutuhan terhadap infrastruktur menara dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung ekspansi jaringan.
Dalam forum Batik 2026, Mitratel juga melihat peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Keterlibatan dalam forum tersebut dinilai strategis karena mempertemukan berbagai pihak yang berkaitan dengan ekosistem bisnis dan infrastruktur digital.
Mitratel merupakan salah satu penyedia tower yang disebut dalam pemaparan. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan juga melibatkan banyak pihak sehingga forum tersebut menjadi ruang untuk membangun peluang kerja sama.
Melalui Batik 2026, Telkom menegaskan arah strateginya melalui investasi infrastruktur, penataan bisnis, serta penguatan konektivitas. Langkah tersebut diarahkan untuk menangkap potensi ekonomi digital sekaligus memperkuat daya saing Indonesia.
Di tengah perkembangan teknologi 5G dan kebutuhan konektivitas yang semakin luas, pembangunan jaringan seluler, fiber, serta tower menjadi bagian penting dari strategi infrastruktur digital yang dipaparkan Telkom dan Mitratel.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : KOMPASTV JEMBER