Cara membuat aquascape air terjun dalam akuarium 40 cm, mulai dari membuat tebing, memasang replika,

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 18:30 WIB
Tangan seorang aquascaper sedang merekatkan batu lava rock menggunakan lem cair dan serat kapas di sekeliling pipa PVC bening berbentuk huruf J di dalam akuarium berukuran 40 cm.
Caption:
Aquascaper merakit struktur tebing dan jalur pipa aliran pasir untuk aquascape air terjun di sebuah lokakarya rumah, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Penyusunan batu lava rock ini berfungsi sebagai fondasi tebing alami sekaligus menyamarkan sistem mekanis pipa pendorong pasir agar terselubung rapi.
Tangan seorang aquascaper sedang merekatkan batu lava rock menggunakan lem cair dan serat kapas di sekeliling pipa PVC bening berbentuk huruf J di dalam akuarium berukuran 40 cm. Caption: Aquascaper merakit struktur tebing dan jalur pipa aliran pasir untuk aquascape air terjun di sebuah lokakarya rumah, 

JAKARTA - Aquascape dengan tema air terjun dapat menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin menghadirkan lanskap tebing, aliran air, dan tanaman di dalam akuarium. Pembuatan aquascape jenis ini membutuhkan tahapan mulai dari membuat replika air terjun, menyusun batu, melakukan pengujian, hingga perawatan setelah akuarium selesai ditata.

Dalam video tersebut, akuarium yang digunakan berukuran 40 x 25 x 27 sentimeter. Karena tinggi akuarium terbatas, replika air terjun dibuat dengan tinggi awal sekitar 10 sentimeter.

Membuat Replika Air Terjun dan Menguji Kebocoran

Tahap awal dimulai dengan membuat replika air terjun menggunakan pipa dan batu lava. Batu kemudian disusun hingga membentuk tebing dan jalur air terjun sesuai desain yang diinginkan.

Baca Juga: Dewan Siap Hadapi Pemeriksaan, Yohan Tri Waluyo Buka Opsi Gugat Balik

Setelah susunan terbentuk, semen yang telah dicampur dengan air digunakan untuk menutup celah-celah di antara batu. Adonan semen diaplikasikan dari bagian atas hingga bawah tebing agar tidak ada celah yang terbuka.

Semen kemudian dibiarkan mengering selama sekitar 24 jam. Setelah kering, bagian tebing diperiksa kembali. Jika masih terdapat celah, bagian tersebut dapat ditutup menggunakan lem.

Sebelum masuk ke tahap penataan aquascape, replika air terjun perlu diuji terlebih dahulu. Pengujian dilakukan untuk memastikan aliran air sesuai dengan desain sekaligus mengetahui kemungkinan kebocoran.

Baca Juga: Cegah TPPO, Warga Bakung Diminta Waspadai Tawaran Kerja Luar Negeri Ilegal

Replika disarankan dibiarkan dalam kondisi pengujian selama sekitar setengah hari hingga satu hari. Tahap ini dilakukan agar masalah dapat diketahui sebelum seluruh aquascape selesai ditata.

Menata Dasar Akuarium hingga Membentuk Tebing

Setelah replika dinyatakan berfungsi dengan baik, tahap berikutnya adalah menyiapkan bagian dasar akuarium. Dalam proses tersebut digunakan filter undergravel, papan secukupnya, kapas putih, dan pasir Malang yang telah dicuci.

Sistem filtrasi yang digunakan adalah filter tipe 1200 dengan daya 8 watt dan kapasitas aliran yang disebut mencapai 1.000 liter per jam. Replika air terjun kemudian ditempatkan di salah satu sisi akuarium dan dihubungkan ke mesin menggunakan selang elastis.

Selanjutnya, batu disusun untuk membentuk tebing. Pola susunan disesuaikan dengan konsep air terjun yang identik dengan tebing dan perbedaan ketinggian.

Ranting-ranting kecil juga ditambahkan untuk menciptakan kesan pepohonan di sekitar tebing. Sementara itu, pasir silika berwarna biru digunakan pada bagian tertentu untuk memberikan kesan danau atau sungai.

Baca Juga: Cara Mendesain Fasad Rumah agar Lebih Sejuk di Tengah Cuaca Panas

Penggunaan pasir berwarna tersebut bersifat dekoratif sehingga warna dapat disesuaikan dengan konsep aquascape yang diinginkan.

Cycling dan Perawatan Setelah Aquascape Jadi

Setelah penataan selesai, akuarium diisi air dan menjalani proses perendaman atau cycling. Tahap ini dilakukan untuk membantu menstabilkan kondisi air sebelum aquascape digunakan secara penuh.

Setelah proses perendaman, tanaman mulai ditambahkan. Moss ditempelkan pada sela batu, bagian bekas lem, dan ranting untuk memberikan kesan pepohonan. Tanaman lain dapat diselipkan di antara batu tanpa harus selalu menggunakan lem.

Baca Juga: 7 Desain Fasad Rumah Modern yang Bisa Jadi Inspirasi, dari Minimalis hingga Bata Ekspos

Setelah tanaman terpasang, air kembali diisi. Air terjun, lampu, dan filter kemudian dijalankan untuk memastikan seluruh sistem bekerja.

Perawatan air menjadi bagian penting setelah aquascape selesai. Pada tiga hari pertama, air disarankan dikuras sekitar 50 persen kemudian diganti dengan air baru. Penggantian air kembali dilakukan pada hari ketujuh.

Selama dua bulan pertama, penggantian air secara rutin sekitar 50 persen setiap minggu juga disarankan dalam video. Durasi penggunaan lampu perlu diperhatikan dan jumlah ikan sebaiknya tidak berlebihan.

Untuk penghuni akuarium, ikan seperti molly, guppy, dan neon red nose disebut sebagai pilihan yang dapat digunakan. Pemberian pakan juga perlu dikontrol agar tidak berlebihan.

Dengan tahapan tersebut, aquascape bertema air terjun tidak hanya mengandalkan tampilan visual, tetapi juga membutuhkan pengujian sistem, penataan yang terencana, cycling, dan perawatan air secara konsisten agar ekosistem di dalam akuarium tetap terjaga.

Source YouTube Aqua One Design

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
membuat aquascape aquascape rumahan