JAKARTA - Pemula dalam dunia aquascape kerap kebingungan menentukan tema yang akan digunakan. Padahal, pemilihan tema sebaiknya dilakukan sejak awal karena konsep yang dipilih akan menentukan kebutuhan hardscape, tanaman, kayu, hingga berbagai komponen lain yang digunakan dalam akuarium.
Setiap tema memiliki karakteristik berbeda. Ada yang menonjolkan kesan alami, dominasi batu, tanaman yang rimbun, hingga replika lingkungan manusia. Beberapa tema juga merupakan pengembangan dari konsep utama aquascape, seperti natural style yang dapat dikembangkan menjadi gaya gunung, sungai, maupun hutan.
Berikut delapan tema aquascape yang dapat menjadi inspirasi sebelum mulai membuat layout.
Natural Style hingga Iwagumi
1. Natural Style
Natural style mengutamakan tampilan pemandangan yang terlihat alami di dalam akuarium. Konsep ini diperkenalkan oleh Takashi Amano pada 1990 dan menitikberatkan pada layout yang menyerupai pemandangan alam.
Baca Juga: Dewan Siap Hadapi Pemeriksaan, Yohan Tri Waluyo Buka Opsi Gugat Balik
Untuk membuatnya, penghobi dapat menggunakan kombinasi bebatuan, kayu, dan tanaman. Ada pula desain yang hanya mengandalkan kayu dan tanaman. Hal terpenting adalah menciptakan kesan seolah-olah lanskap tersebut terbentuk secara alami.
2. Waterfall
Tema waterfall atau air terjun mengangkat konsep alam berupa air terjun di dalam akuarium. Namun, efek air terjun yang dimaksud bukan berasal dari aliran air, melainkan butiran pasir silika yang dibuat bergerak.
Sistem tersebut menggunakan powerhead dan pipa untuk menghasilkan efek aliran pasir. Batu dapat digunakan sebagai tebing, kemudian moss dan tanaman midground seperti anubias dapat ditambahkan untuk memperkuat tampilan.
3. Jungle Style
Jungle style menghadirkan suasana hutan yang rimbun di dalam akuarium. Tema ini dinilai cukup sulit dibuat karena membutuhkan perencanaan hardscape yang matang, terutama dalam pemilihan batu dan kayu.
Kayu yang bentuknya menyerupai pohon dapat digunakan untuk menciptakan kesan pepohonan tinggi. Sementara itu, moss dengan daun relatif kecil dapat digunakan untuk memperkuat nuansa hutan. Tanaman midground seperti anubias juga dapat ditambahkan.
4. Iwagumi
Berbeda dari jungle style, iwagumi lebih berfokus pada komposisi batu. Tema yang berasal dari Jepang ini dipopulerkan oleh Takashi Amano dan dikenal dengan penempatan batu yang menjadi elemen utama.
Baca Juga: Cara Mendesain Fasad Rumah agar Lebih Sejuk di Tengah Cuaca Panas
Iwagumi cocok diterapkan pada akuarium dengan konsep minimalis. Komposisi batu biasanya dipadukan dengan tanaman karpet yang menyebar untuk menghasilkan lanskap sederhana tetapi tetap menarik.
Dari Dutch Style hingga Mountain Style
5. Dutch Style
Dutch style merupakan salah satu model aquascape yang lebih tua dan disebut telah dipopulerkan sejak 1930-an. Tema ini hampir tidak menggunakan kayu dan batu sebagai elemen utama.
Fokusnya berada pada variasi tanaman, termasuk perbedaan warna dan susunan tanaman. Tanaman ditata secara bergelombang dan rapi sehingga menghasilkan pemandangan yang terstruktur di dalam akuarium.
6. Taiwan Style
Taiwan style memiliki konsep yang berbeda karena menggambarkan lingkungan manusia di daratan. Akuarium dapat dibuat seperti replika lingkungan nyata dengan menambahkan elemen seperti jalan, jembatan, kendaraan, rumah, atau patung berukuran kecil.
Aksesori tersebut menjadi bagian penting untuk membangun suasana yang ingin ditampilkan sehingga aquascape terlihat seperti miniatur kehidupan di daratan.
7. Biotope
Tema biotope mengutamakan kondisi lingkungan bawah air yang menyerupai habitat aslinya. Dalam konsep ini tidak terdapat aturan khusus mengenai penempatan hardscape selama susunannya dapat menggambarkan kondisi alam yang ditiru.
Baca Juga: Cara Memandikan Kucing di Rumah, Ucup Hampir Sebulan Tak DimandikanJAKARTA - Cara memandikan kucing
Jika habitat aslinya memiliki lumpur, bebatuan, kerikil, serta jenis ikan tertentu, elemen tersebut dapat diterapkan untuk membangun suasana yang mendekati lingkungan sebenarnya.
8. Mountain atau Cliff Style
Tema terakhir yang dibahas adalah mountain atau cliff style, yaitu konsep yang menampilkan suasana gunung atau tebing di dalam aquascape. Tema ini menjadi salah satu pengembangan konsep natural yang menekankan pembentukan lanskap menyerupai kondisi pegunungan.
Pemilihan tema sejak awal penting dilakukan karena akan menentukan seluruh komponen yang dibutuhkan. Dengan mengetahui karakter setiap gaya, pemula dapat lebih mudah menentukan hardscape, tanaman, serta elemen pendukung yang sesuai dengan konsep yang ingin dibuat.
Source YouTube video AQUAZID
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo