JAKARTA - Membuat aquascape tidak selalu membutuhkan banyak jenis tanaman, kayu, maupun perlengkapan yang rumit. Konsep sederhana dengan batu sebagai elemen utama dapat menjadi pilihan, terutama bagi penghobi yang ingin membuat aquascape dengan perawatan relatif mudah.
Dalam salah satu konsep yang diperlihatkan, akuarium ditata menggunakan satu batu berukuran besar yang menjadi fokus utama, kemudian dilengkapi sejumlah batu berukuran lebih kecil. Filter gantung dan lampu jepit berdaya 2,8 watt digunakan untuk melengkapi sistem akuarium.
Rumah Bakteri Membantu Menyediakan Ruang Koloni
Salah satu bagian yang diperhatikan dalam pembuatan aquascape adalah penyediaan tempat berongga yang disebut sebagai rumah bakteri. Fungsinya adalah menyediakan ruang yang kaya oksigen sehingga bakteri pengurai dapat berkoloni.
Baca Juga: Dewan Siap Hadapi Pemeriksaan, Yohan Tri Waluyo Buka Opsi Gugat Balik
Bakteri sebenarnya dapat hidup dan berkoloni di berbagai permukaan dalam aquascape, mulai dari kaca, tanaman, batu, hingga bagian dalam filter. Namun, material berongga dapat menyediakan area tambahan bagi koloni bakteri.
Hal ini menjadi perhatian ketika bagian dasar akuarium nantinya ditutup pasir. Area yang terlalu padat dapat memiliki ruang dengan akses oksigen lebih terbatas. Karena itu, batu kerikil berongga dapat digunakan sebagai media yang menyediakan ruang bagi bakteri.
Bakteri pengurai berperan dalam proses penguraian di dalam ekosistem akuarium. Sementara itu, penggunaan bakteri starter yang tersedia dalam bentuk bubuk bersifat opsional. Produk tersebut dapat digunakan untuk membantu mempercepat pembentukan koloni bakteri, tetapi tidak menjadi satu-satunya cara untuk membentuk koloni.
Baca Juga: Cara Mendesain Fasad Rumah agar Lebih Sejuk di Tengah Cuaca Panas
Susun Batu Sebelum Menutup Dasar dengan Pasir
Setelah media rumah bakteri disiapkan, pasir Malang dapat digunakan untuk menutup bagian dasar akuarium. Batu kemudian ditata sesuai dengan konsep yang diinginkan.
Untuk memastikan susunan batu tidak mudah bergeser, batu dapat diperkuat menggunakan lem yang dibantu media tisu. Teknik tersebut digunakan pada bagian tertentu agar struktur hardscape tetap berada pada posisinya.
Setelah desain dirasa cukup, filter dan lampu dipasang. Akuarium kemudian diisi air dan dibiarkan menjalani proses awal atau cycling.
Konsep yang hanya menggunakan batu juga memiliki keuntungan tersendiri. Karena tidak menggunakan akar atau kayu, proses persiapan dapat lebih sederhana dan tidak perlu mengkhawatirkan material tersebut mengeluarkan zat tertentu ke dalam air.
Gunakan Tanaman yang Lebih Mudah Dirawat
Untuk tanaman, konsep ini menggunakan satu jenis tanaman berupa moss lokal yang dapat memberikan tampilan menyerupai karpet. Penggunaan moss menjadi alternatif bagi penghobi yang ingin mendapatkan kesan tanaman karpet tanpa menggunakan sistem yang lebih kompleks.
Baca Juga: Bikin Taman Sendiri di Rumah Bisa Hemat Biaya, Ini Tahapan yang Dilakukan
Pada tema iwagumi, tanaman karpet seperti Monte Carlo dan jenis lainnya dapat digunakan. Namun, tanaman karpet tersebut dapat membutuhkan pencahayaan yang cukup kuat dan penggunaan CO2.
Moss lokal dapat menjadi pilihan dengan kebutuhan yang lebih sederhana. Dalam konsep yang diperlihatkan, tanaman tersebut dapat dipelihara dengan pencahayaan yang tidak terlalu tinggi dan tanpa CO2, dengan catatan kebersihan akuarium tetap dijaga.
Perawatan selanjutnya berfokus pada kestabilan kondisi akuarium. Durasi lampu disarankan tidak kurang dari enam jam dan tidak lebih dari 10 jam dalam sehari. Durasi tersebut juga perlu dijaga agar tetap stabil.
Baca Juga: Cara Mengecat Relief Batu agar Tampak Berdimensi, Mulai dari Hitam hingga Gradasi
Penggantian air secara rutin serta menjaga kebersihan menjadi bagian penting dalam perawatan. Dengan komposisi batu, satu jenis tanaman, dan perangkat yang relatif sederhana, aquascape dapat dibuat dengan konsep minimalis tanpa harus menggunakan banyak elemen.
Bagi pemula, konsep seperti ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai mengenal penataan hardscape, fungsi bakteri pengurai, pengaturan pencahayaan, serta rutinitas perawatan aquascape.
Source YouTube Aqua One Design
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo