JAKARTA - Aquascape bertema Iwagumi dikenal dengan tampilan yang sederhana, minimalis, dan menenangkan. Dalam bahasa Jepang, Iwagumi berarti formasi batu. Meski terlihat sederhana, membuat konsep ini membutuhkan ketelitian, terutama dalam memilih serta menyusun batu hingga merawat tanaman setelah aquascape selesai dibuat.
Dalam proses yang ditampilkan, akuarium yang digunakan berukuran 60 x 30 x 35 sentimeter. Batu menjadi elemen utama, sementara pasir dan tanaman karpet digunakan untuk membentuk lanskap yang menyerupai pemandangan alam.
Pilih Batu Utama sebagai Titik Fokus
Sebelum meletakkan batu, bagian dasar akuarium diberi alas untuk membantu mengurangi tekanan batu terhadap kaca. Hal ini penting karena batu yang digunakan memiliki bobot cukup berat, dengan salah satu batu mencapai sekitar 13 kilogram.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api
Jenis batu dalam Iwagumi sebenarnya dapat beragam. Yang terpenting adalah memilih satu batu dengan bentuk paling menarik dan ukuran paling besar untuk dijadikan focal point.
Batu berikutnya dipilih dengan ukuran lebih kecil, kemudian disusun mengikuti komposisi batu utama. Dalam konsep yang diperlihatkan, digunakan tiga batu utama dengan ukuran berbeda serta beberapa batu pelengkap.
Jumlah batu utama tidak harus selalu tiga. Formasi lima, tujuh, atau sembilan batu juga dapat digunakan. Jumlah ganjil dinilai membantu menciptakan titik fokus dan memberikan kesan yang lebih natural.
Baca Juga: Bobol Lemari Tetangga, Perempuan di Talun Gasak 14 Perhiasan Emas dan Uang Rp 3,5 Juta
Untuk bagian belakang, batu apung digunakan sebagai material pengisi sekaligus membantu meninggikan area background. Material tersebut juga dapat menjadi ruang berongga bagi bakteri.
Buat Kontur Pasir Lebih Tinggi di Bagian Belakang
Setelah susunan dasar dibuat, pasir Malang berwarna hitam ditambahkan sebagai material dasar. Pasir ditata mengelilingi batu untuk membantu membuat batu utama tetap stabil.
Kontur dasar juga dibuat tidak rata. Bagian depan atau foreground dibuat lebih rendah, sekitar 2–3 sentimeter, sedangkan bagian belakang dinaikkan hingga sekitar 5–7 sentimeter.
Perbedaan ketinggian tersebut bertujuan menciptakan kedalaman visual sehingga aquascape tidak terlihat datar. Pasir kemudian dirapikan dan dipindahkan untuk mengisi ruang kosong di antara batu.
Setelah kontur dasar terbentuk, lapisan soil ditambahkan pada bagian atas. Soil dengan ukuran butiran lebih kecil digunakan agar akar tanaman karpet dapat menempel dengan baik.
Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari
Untuk nutrisi tanaman, pupuk tancap digunakan pada bagian substrat. Pupuk tidak ditanam terlalu dalam agar nutrisi lebih mudah dijangkau oleh akar tanaman karpet. Setelah itu, lapisan soil kembali ditambahkan hingga seluruh bagian tertutup.
Detail Batu Membuat Iwagumi Terlihat Natural
Tahap berikutnya adalah detailing menggunakan pecahan batu berukuran kecil. Batu-batu tersebut ditempatkan di sekitar batu utama untuk mengisi ruang kosong dan memperkuat kesan alami.
Penataan tidak hanya berfokus pada batu terbesar. Hubungan antara batu utama, batu pendamping, serta batu kecil perlu diperhatikan agar keseluruhan komposisi terlihat menyatu.
Baca Juga: Tujuh Anggota DPRD Kota Blitar Dilaporkan Terkait Aksi KONI, Ini Duduk Perkaranya
Prinsip utama dalam setup Iwagumi adalah menentukan formasi batu sejak awal. Batu terbesar dengan bentuk paling menarik ditempatkan sebagai titik fokus, kemudian batu yang lebih kecil disusun sebagai pendukung.
Meskipun sederhana secara visual, konsep tersebut membutuhkan ketelitian karena perubahan posisi satu batu dapat memengaruhi keseimbangan keseluruhan layout. Kontur pasir, perbedaan ketinggian, serta detail batu kecil kemudian membantu memperkuat perspektif dan membuat lanskap terlihat lebih natural.
Dengan memahami prinsip dasar tersebut, pemula dapat mulai mencoba membuat aquascape Iwagumi dengan mengutamakan komposisi batu, kontur substrat, dan keseimbangan visual sebelum melanjutkan ke tahap penanaman.
Source YouTube Green tank
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo