JAKARTA - Bonsai serut ternyata dapat dicoba dari batang bekas potongan pohon. Batang yang sebelumnya hanya berupa potongan tanpa akar ditanam menggunakan campuran tanah dan pasir. Hasilnya, tunas baru mulai terlihat sekitar 11–12 hari setelah proses penanaman.
Batang tersebut merupakan bagian dari pohon serut yang telah dipotong dan semula hendak dibuang. Batang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan percobaan untuk melihat kemungkinan tumbuh kembali.
Sebelum masuk ke media tanam, kondisi bekas potongan menjadi salah satu bagian yang diperhatikan. Luka pada batang dirapikan agar bagian potongan tidak mengalami kerusakan yang berpotensi menyebabkan pembusukan.
Proses persiapan juga dilakukan dengan merendam batang menggunakan air bersih. Perendaman berlangsung sekitar lima hari sebelum batang ditanam.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api
Perendaman Dilakukan Sebelum Penanaman
Perendaman batang serut dilakukan untuk membantu membuka pori-pori pada bagian bawah batang. Dengan pori-pori yang terbuka, air diharapkan lebih mudah keluar dari bagian tersebut.
Waktu perendaman dapat disesuaikan. Dalam penjelasan pada video, batang dapat direndam sekitar tiga sampai tujuh hari sebelum masuk ke media tanam.
Setelah selesai direndam, batang kemudian ditanam menggunakan media yang telah disiapkan. Media utama berupa tanah hutan atau tanah gunung yang memiliki tekstur gembur.
Tanah yang digunakan tidak harus memiliki warna tertentu. Tanah berwarna hitam maupun merah dapat digunakan selama kondisinya gembur.
Tanah tersebut kemudian dicampur dengan pasir kali yang biasa digunakan untuk bahan bangunan. Komposisi campuran yang dijelaskan adalah dua bagian tanah dan satu bagian pasir.
Pada bagian dasar pot, pasir Malang diberikan terlebih dahulu. Tujuannya agar air penyiraman dapat mengalir dengan lancar dan tidak menggenang di dalam media.
Batang Jangan Sampai Banyak Bergerak
Batang serut kemudian dimasukkan ke media dengan posisi cukup dalam. Karena batang belum memiliki akar, penanamannya perlu dibuat stabil.
Batang juga diikat menggunakan tali. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah batang bergerak ketika media mendapatkan air saat penyiraman.
Setelah ditanam, pertumbuhan tunas menjadi hal yang ditunggu. Perkiraan awal yang disampaikan dalam video menyebut tunas dapat muncul dalam rentang sekitar 10 hari hingga satu bulan.
Hasil pengamatan pada contoh tersebut menunjukkan pertumbuhan lebih cepat. Setelah sekitar 11–12 hari, sejumlah tunas hijau muda mulai terlihat pada beberapa bagian batang.
Tunas tidak hanya muncul di satu titik. Beberapa bagian lain pada batang juga memperlihatkan pertumbuhan baru.
Meski sudah mengeluarkan tunas, kondisi batang belum dianggap sepenuhnya aman. Batang tersebut disebut masih belum membentuk akar sehingga belum dianjurkan untuk sering diangkat atau dipindahkan.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api
Pemindahan dapat membuat batang bergerak di dalam media. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu proses pertumbuhan yang sedang berlangsung.
Dalam video, pot sempat diangkat dan digerakkan sebagai bagian dari contoh. Namun, setelah pengamatan selesai, batang kembali ditempatkan di lokasi teduh.
Kondisi media setelah sekitar 12 hari juga masih terlihat basah meskipun sebelumnya belum disiram. Penempatan di tempat teduh membuat media tidak cepat kering.
Penyiraman kemudian dilakukan untuk melihat kondisi tanaman. Setelah disiram, batang kembali diletakkan di tempat teduh agar tetap terjaga kelembapannya.
Pertumbuhan tunas pada batang serut tersebut menjadi contoh bahwa potongan batang yang sebelumnya akan dibuang masih dapat dicoba untuk ditanam. Namun, karena akar belum terbentuk, kestabilan batang dan kondisi media tetap perlu diperhatikan selama proses pertumbuhan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hepi Bonsai