JAKARTA - Bonsai beringin lokal Benjamin dapat dibentuk dengan program akar gantung melalui pemangkasan dahan lama dan mendorong pertumbuhan tunas baru. Cara tersebut diperlihatkan Program Bonsai berdasarkan pengalaman yang dilakukan pada salah satu bahan beringin yang sedang dibentuk.
Dalam video tersebut, tanaman beringin lokal Benjamin terlihat masih dalam tahap penimbunan, pengarahan cabang, dan pemilihan dahan. Selain membentuk struktur percabangan, perhatian juga diarahkan pada upaya memperbanyak akar gantung agar tumbuh lebih rimbun.
Pembuat video menjelaskan bahwa metode tersebut merupakan pengalaman pribadi, bukan hasil penelitian. Ia mengamati akar gantung baru muncul bersamaan dengan pertumbuhan tunas muda pada tanaman yang dipangkas.
Karena itu, sejumlah dahan lama sengaja dipotong. Sebelumnya, bagian tersebut memiliki beberapa cabang yang cukup rimbun. Setelah dipangkas, muncul tunas-tunas baru yang kemudian diamati perkembangannya.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api
Tunas Muda Jadi Bagian dari Program Akar Gantung
Beberapa tunas yang ditunjukkan masih berwarna kuning dan kemerahan. Kondisi tersebut menjadi pembeda dengan dahan lama yang terlihat lebih tua, keras, serta memiliki warna hijau pekat hingga kehitaman.
Pada bagian tanaman yang diperlihatkan, pertumbuhan tunas baru tampak diikuti dengan perkembangan akar gantung. Bahkan, ada akar gantung yang sudah memanjang dan mencapai tanah.
"Kalau kalian ingin mempunyai akar gantung yang alami, kalian harus menumbuhkan tunas-tunas yang baru," ujar pembuat video tersebut.
Ia menyebut pemilik bonsai yang ingin melakukan program serupa perlu mengorbankan beberapa dahan lama. Sementara itu, tunas baru dipertahankan untuk melihat perkembangan berikutnya.
Cara tersebut juga diterapkan pada tunas yang muncul dari bekas potongan dahan. Bagian tersebut dibiarkan tumbuh dan menjadi bagian dari program pembentukan akar gantung.
Namun, pembuat video menegaskan bahwa penjelasan tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri. Ia memperlihatkan hasil yang menurutnya menjadi contoh dari proses yang telah dilakukan pada tanaman tersebut.
Akar gantung yang sudah mulai tumbuh kemudian diarahkan menuju tanah. Bagian akar ditimbun secara perlahan agar pertumbuhannya mengarah ke bawah.
Akar Gantung Ditimbun agar Terus Membesar
Penimbunan menjadi bagian berikutnya dalam proses pengembangan akar gantung. Tanah digunakan untuk menutup bagian akar yang masih belum mencapai atau masuk ke media.
Pembuat video menunjukkan proses tersebut dengan cara mengorek media terlebih dahulu, kemudian menimbun akar gantung secara perlahan. Menurut penjelasannya, akar yang belum tertimbun tidak akan mengarah seperti yang diharapkan.
Setelah ditimbun, perawatan dilanjutkan dengan penyiraman. Air diberikan secara perlahan hingga merata. Media tanam juga dibasahi agar bagian akar dapat menyerap air dengan baik.
Selain akar gantung, pembentukan cabang juga menjadi bagian dari perawatan bonsai beringin tersebut. Pemilik tanaman menentukan dahan utama, dahan kedua, dahan ketiga, dan percabangan berikutnya.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api
Susunan tersebut direncanakan dengan mempertimbangkan keseimbangan ukuran dahan. Ada bagian yang dibuat lebih besar dan bagian lain lebih kecil untuk membentuk susunan percabangan.
Dalam pengarahan cabang, pembuat video menggunakan kawat bekas kabel. Namun, kawat tidak dililitkan langsung pada dahan. Cara tersebut dipilih karena bekas lilitan dapat meninggalkan luka pada kulit tanaman dan membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Sebagai gantinya, kawat dipotong dan dibengkokkan hingga dapat dikaitkan pada bagian pot atau ember. Dengan cara itu, cabang dapat diarahkan tanpa harus membuat lilitan langsung pada kulitnya.
Pembentukan bonsai beringin lokal Benjamin tersebut dilakukan secara bertahap. Pemangkasan, pertumbuhan tunas baru, pengembangan akar gantung, penimbunan, penyiraman, hingga pengarahan cabang menjadi rangkaian yang diperlihatkan dalam video.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Program Bonsai