JAKARTA - Aquascape pemula ternyata bisa dibuat dengan modal yang relatif terbatas. Dalam video tersebut, sebuah tank dirakit dengan total biaya Rp247 ribu dan dirancang untuk memberikan gambaran bagi orang yang baru mulai menekuni dunia aquascape.
Aquascape tersebut menggunakan sejumlah bahan yang disiapkan dengan menyesuaikan anggaran. Tank yang digunakan merupakan aquarium bekas dengan harga Rp30 ribu. Sementara itu, lampu dibeli dengan harga Rp40 ribu dan filter gantung seharga Rp50 ribu.
Sisa anggaran digunakan untuk kebutuhan lain, seperti batu, kayu, tanaman, pasir, bakteri starter, dan lem. Dengan mengatur pembelian bahan secara cermat, keseluruhan aquascape dapat dibuat dengan modal Rp247 ribu.
Konsep tersebut ditujukan terutama bagi orang yang baru terjun ke dunia aquascape. Selain mempertimbangkan biaya, rancangan tank juga dibuat dengan perawatan yang tidak terlalu sering.
Dalam video dijelaskan bahwa aquascape tersebut dapat tetap bertahan tanpa pergantian air selama satu bulan berdasarkan pengalaman pembuatnya. Tanaman yang berada di dalam tank disebut masih dapat bertahan dan tumbuh dengan pola pergantian air tersebut.
Meski demikian, pergantian air yang lebih rutin tetap disarankan apabila memungkinkan. Pembuat aquascape tersebut menekankan bahwa perawatan yang lebih rutin dapat mendukung pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api
Perawatan Awal Jadi Perhatian
Aquascape pemula ini juga memiliki tahapan perawatan yang perlu diperhatikan terutama pada awal penanaman. Pada minggu pertama, pergantian air disarankan dilakukan setidaknya setiap dua hari sekali.
Hal tersebut berkaitan dengan kondisi awal setelah tanaman dimasukkan ke dalam tank. Pada fase tersebut, tanin, biofilm, dan berbagai kondisi awal lainnya masih dapat muncul.
Setelah kondisi awal tersebut selesai, pergantian air dapat dilakukan dengan frekuensi yang lebih jarang. Dalam video, pergantian air satu bulan sekali disebut masih dapat diterapkan berdasarkan pengalaman pada tanaman yang digunakan.
Namun, apabila pemilik tank mampu melakukan pergantian air secara lebih rutin, hal itu tetap dianjurkan. Perawatan yang lebih sering disebut dapat membuat pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.
Selain pola pergantian air, konsistensi pencahayaan juga menjadi perhatian. Pembuat video menyebut lampu sebagai salah satu hal yang perlu dijaga konsistensinya dalam perawatan tank tersebut.
Tanaman Bisa Tumbuh Tanpa Injeksi CO2
Hal lain yang menjadi bagian dari konsep aquascape tersebut adalah penggunaan tanaman tanpa suplai atau injeksi CO2. Dalam video disebutkan bahwa tanaman yang berada di dalam tank dapat bertahan tanpa injeksi CO2.
Kondisi ini membuat konsep tersebut diarahkan sebagai salah satu rekomendasi bagi orang yang baru mulai membuat aquascape. Pemilik tidak harus menyiapkan sistem injeksi CO2 dalam setup yang ditampilkan.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api
Daftar bahan yang disebutkan meliputi aquarium bekas, filter gantung, lampu, kayu Rasamala, pasir pumis, bakteri starter, dan lem. Tanaman juga menjadi bagian dari setup yang dibuat.
Sebelum ditampilkan dalam pengambilan gambar berikutnya, tank dibiarkan terlebih dahulu selama satu hari agar air menjadi lebih bening. Setelah itu, aquascape disiapkan untuk pengambilan video sinematik.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pembuatan Aquascape pemula dapat dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan anggaran. Fokusnya bukan hanya pada biaya awal, tetapi juga pada pola perawatan setelah tank selesai dibuat.
Dengan modal Rp247 ribu, tank yang dibuat sudah dapat digunakan untuk menampilkan kombinasi tanaman, kayu, batu, dan elemen pendukung lainnya. Konsep perawatan yang sederhana juga menjadi bagian dari rancangan agar aquascape lebih mudah dirawat.
Pada akhirnya, perawatan tetap menjadi bagian penting setelah aquascape selesai dibuat. Pesan yang disampaikan dalam video adalah agar pemilik tidak berhenti melakukan maintenance sehingga kondisi air tetap mendukung tanaman di dalam tank.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Aqua Realistic