Home Decor Rumah Bisa Berujung Penyesalan, Ini Kesalahan yang Perlu Diperhatikan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:24 WIB
Home decor tak cukup mengandalkan estetika. Pengalaman membangun rumah ini menunjukkan pentingnya riset, fungsi, material, dan perawatan. (PINTEREST)
Home decor tak cukup mengandalkan estetika. Pengalaman membangun rumah ini menunjukkan pentingnya riset, fungsi, material, dan perawatan. (PINTEREST)

BOGOR - Home decor tidak hanya soal membuat rumah terlihat cantik. Pemilihan material, penempatan elemen interior, hingga pertimbangan fungsi juga perlu diperhatikan sejak awal pembangunan. Jika perencanaan kurang matang, tampilan yang diharapkan estetis justru dapat menimbulkan masalah setelah rumah digunakan.

Pengalaman itu dibagikan Tia Anjani melalui akun TikTok pribadinya. Ia mengungkap sejumlah kesalahan yang dilakukan ketika membangun rumah subsidi tipe 28/60 di Bogor, Jawa Barat.

Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dan telah ditonton lebih dari 1,8 juta kali. Tia memperlihatkan beberapa bagian rumah yang menurutnya menjadi kesalahan, mulai dari keramik garasi, lantai interior, wall moulding, persiapan AC, tangga, kamar mandi, hingga area untuk menjemur pakaian.

Salah satu persoalan yang dialami Tia adalah pemilihan keramik untuk garasi. Ia menggunakan keramik berwarna putih krem karena ingin menciptakan kesan luas dengan nuansa kuning. Namun, hasilnya justru tidak seperti yang dibayangkan.

"Belajar dari kesalahan kami saat membangun rumah. Tapi kalau terlanjur ya sudah mari kita ratapi sama-sama," tulis Tia dalam unggahannya.

Menurut Tia, warna keramik tersebut membuat garasi terlihat seperti berwarna kuning. Area itu juga disebut mudah terlihat kotor meskipun telah dibersihkan.

Persoalan serupa terjadi pada lantai bagian dalam rumah. Material yang dipilih membuat kotoran mudah terlihat sehingga penghuni harus lebih sering memperhatikan kebersihannya.

Baca Juga: Dekorasi Rumah Kecil agar Tak Terasa Sumpek dan Sesak, Ini Trik Penataannya Agar Lebih Baik

Kesalahan Memilih Material Interior

Penggunaan wall moulding juga menjadi bagian yang disesali Tia. Ia menilai material gypsum kurang sesuai untuk rumah yang dihuni anak-anak karena lebih rentan terhadap gesekan maupun benturan.

"Buat yang punya bocil kalau mau awet saya saranin aja jangan pakai gypsum, mending pakai kayu atau PVC aja," ujar Tia.

Ia kemudian menyoroti persiapan instalasi AC. Lubang untuk tempat selang pendingin ruangan sudah dibuat, tetapi ternyata tidak dapat digunakan. Selain tidak terpakai, lubang tersebut justru menjadi celah masuk nyamuk ke dalam rumah.

Tia juga memperlihatkan bagian meja dapur yang sempat ditambal. Hasil tambalan tersebut memiliki warna berbeda dari bagian lainnya. Dari pengalaman itu, ia mengingatkan pemilik rumah untuk lebih banyak berkomunikasi dengan tukang selama proses pembangunan.

Perhatian berikutnya tertuju pada tangga menuju lantai atas. Area tersebut belum dilengkapi step nosing atau lapisan anti-slip di bagian pijakan serta railing tangga.

"Naik tangga? Harus fokus dan penuh konsentrasi layaknya ujian nasional," kata Tia dalam unggahannya.

Home Decor Perlu Mempertimbangkan Fungsi

Kamar mandi menjadi bagian lain yang membuat Tia menyesal. Ia memilih lantai roman interlok yang menurut pengalamannya membuat permukaan lantai menjadi licin ketika digunakan untuk mandi.

Pemilihan shower dan pompa berwarna hitam juga dinilai membutuhkan perawatan lebih. Tia menyebut permukaan berwarna hitam mudah terlihat kotor sehingga harus lebih telaten dalam membersihkannya.

"Jangan terpengaruh konten desain rumah seperti saya," ujarnya.

Kesalahan berikutnya ditemukan pada bagian tembok lantai atas yang digunakan untuk menjemur pakaian. Tia menyarankan area tersebut diplester dan diaci untuk membantu meminimalkan kebocoran dari sela-sela tembok bata dan hebel.

Ia juga mengingatkan agar pembelian material disesuaikan dengan kebutuhan. Material yang dibeli terlalu banyak berpotensi hanya menjadi barang simpanan dan tidak terpakai.

Baca Juga: Dekorasi Rumah Kecil agar Tak Terasa Sumpek dan Sesak, Ini Trik Penataannya Agar Lebih Baik

Pengalaman tersebut membuat Tia menyarankan calon pemilik rumah memperbanyak riset sebelum memulai pembangunan. Referensi desain sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi visual, tetapi juga mempertimbangkan fungsi dan perawatan.

"sebelum membangun rumah alangkah baiknya perbanyak riset dan referensi supaya meminimalisir kesalahan dan penyesalan saat pembangunan," pungkas Tia.

Cerita tersebut kemudian memancing warganet membagikan pengalaman serupa. Beberapa pengguna TikTok mengaku pernah menghadapi persoalan setelah mengikuti referensi desain rumah, termasuk masalah pemilihan keramik, meja dapur, hingga pemasangan AC.

Bagi Tia, berbagai kesalahan tersebut menjadi pengalaman yang dapat dibagikan kepada orang lain agar lebih berhati-hati ketika merencanakan rumah. Home decor akhirnya bukan sekadar mengejar tampilan, melainkan juga memastikan setiap material dan elemen rumah sesuai kebutuhan penghuninya.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : woli.pop
Desain Interior Dekorasi Rumah rumah minimalis Bangun Rumah Home Decor