JAKARTA - Perbandingan kamera smartphone flagship biasanya berakhir dengan satu pertanyaan: mana yang paling bagus? Namun, pengujian terhadap Xiaomi 17 Ultra, Vivo X300 Ultra, Oppo Find X9 Ultra, dan Samsung Galaxy S26 Ultra justru menunjukkan bahwa pertanyaan tersebut semakin sulit dijawab.
Setelah digunakan selama berbulan-bulan, perbedaan ketiga flagship Ultra asal China tersebut tidak selalu konsisten. Hasil dapat berubah berdasarkan objek, kondisi pencahayaan, lensa, hingga pengaturan kamera yang digunakan.
Alih-alih menentukan satu pemenang, pengujian ini menemukan bahwa masing-masing perangkat memiliki peran yang berbeda.
Baca Juga: Oppo Find X9 vs iPhone 17, Mana yang Lebih Cocok untuk Fotografi dan Konten?
Xiaomi 17 Ultra untuk Pengguna yang Suka Memotret
Xiaomi 17 Ultra menjadi perangkat yang paling menarik untuk aktivitas fotografi. Karakter warna dan pemrosesan gambarnya dianggap mampu memberikan suasana tersendiri pada foto.
Kamera tersebut tidak hanya mengejar detail, tetapi juga menghasilkan gambar dengan karakter yang membuat pengguna tidak selalu perlu melakukan banyak penyuntingan setelah memotret.
Kamera utama berukuran 1 inci menjadi salah satu kekuatannya. Namun, kemampuan tersebut tidak sepenuhnya diterjemahkan ke pengalaman video.
Baca Juga: Reforma Agraria Blitar Belum Tuntas, Petani dan Mahasiswa Desak Pemkab Buka Progres GTRA
Dalam kondisi cahaya yang mulai redup, perpindahan ke kamera ultrawide dapat menghasilkan gambar yang lebih lembut. Kamera telefoto juga mengalami keterbatasan ketika digunakan pada pembesaran tinggi dalam kondisi pencahayaan kurang ideal.
Karena itu, Xiaomi 17 Ultra lebih cocok ketika prioritas utamanya adalah fotografi.
Vivo X300 Ultra Menjadi Perangkat untuk Produksi Konten
Vivo X300 Ultra memiliki pendekatan berbeda. Perangkat ini digunakan sebagai HP kerja untuk produksi video karena menawarkan fitur perekaman yang lebih mendalam.
Salah satu fitur yang disorot adalah kemampuan memilih tone warna ketika merekam pada 4K 60 FPS. Perpindahan antar-lensa ketika perekaman juga disebut berlangsung mulus.
Vivo X300 Ultra juga mendukung koneksi langsung berbagai mikrofon wireless melalui Bluetooth, termasuk DJI Mic, tanpa harus selalu menggunakan receiver tambahan.
Baca Juga: Elim Tyu Samba Siap Hadapi Musorkotlub KONI Kota Blitar Hari Ini
Kamera ultrawide-nya juga dinilai menjadi salah satu yang paling kuat di antara tiga Ultra China yang diuji, terutama dalam kondisi kurang cahaya.
Meski demikian, kamera depan masih memiliki keterbatasan pada stabilisasi. Sistem autofocus juga terkadang dapat kehilangan fokus tergantung objek dan kondisi pemotretan.
Oppo Find X9 Ultra Menjadi Pilihan Serbaguna
Oppo Find X9 Ultra memiliki keunggulan paling menonjol pada kamera telefoto. Pada pembesaran sekitar 10x, hasilnya disebut tetap detail dengan pemrosesan yang relatif natural.
Kemampuan optical zoom membuat detail tetap terjaga tanpa terlalu bergantung pada pemrosesan digital. Hybrid zoom pada beberapa tingkat pembesaran juga dinilai konsisten.
Baca Juga: Oppo Find X9 vs iPhone 17, Mana yang Lebih Cocok untuk Fotografi dan Konten?
Keterbatasannya muncul ketika merekam video dalam kondisi gelap. Kamera tidak otomatis berpindah ke kamera 3x untuk melakukan crop hingga 10x seperti yang dapat dilakukan pada mode foto.
Namun, di luar telefoto, performanya dianggap cukup merata. Tidak ada satu bagian yang terlalu mendominasi, tetapi juga tidak ada kelemahan yang membuat perangkat tersebut jatuh jauh dari pesaingnya.
Karakter inilah yang membuat Oppo Find X9 Ultra dipilih sebagai daily driver.
Samsung Galaxy S26 Ultra Tertinggal pada Hardware Kamera
Samsung Galaxy S26 Ultra tetap merupakan smartphone yang mumpuni untuk penggunaan sehari-hari. Namun, dalam perbandingan khusus kamera, keterbatasan hardware membuat posisinya lebih mudah dibedakan.
Kamera telefoto 3x masih menggunakan sensor 10 MP berukuran kecil, sementara kamera 5x dinilai mulai tertinggal ketika berhadapan dengan sistem telefoto pada tiga flagship China.
Perbedaan semakin terlihat ketika zoom digunakan pada kondisi cahaya rendah atau pembesaran jauh. Karena sensor telefoto tersebut juga digunakan untuk video, keterbatasan yang sama turut berpengaruh terhadap kualitas video zoom.
Baca Juga: iPhone 17 Resmi Hadir dengan Layar ProMotion 120 Hz dan Storage 256 GB
Kamera utama Samsung juga menggunakan sensor yang lebih kecil dibandingkan sensor 1 inci atau hampir 1 inci yang digunakan sejumlah pesaingnya.
Mengapa Ranking Kamera Semakin Sulit?
Pengujian ini memperlihatkan bahwa satu perangkat dapat terlihat unggul ketika memotret teks, tetapi hasilnya berubah ketika objek berganti menjadi manusia, hewan, atau pemandangan.
Begitu pula dengan kondisi cahaya. Urutan performa pada siang hari belum tentu sama dengan sore mendung atau malam hari.
Pengaturan kamera bahkan dapat mengubah hasil secara signifikan. Vivo memiliki Authentic Lighting dan berbagai pilihan warna, Oppo menyediakan Master Mode, sementara Xiaomi menawarkan kombinasi pengaturan Leica dan exposure yang dapat mengubah karakter gambar.
Artinya, membandingkan kamera hanya berdasarkan mode otomatis dapat memberikan gambaran yang tidak lengkap.
Pada akhirnya, empat HP Ultra tersebut justru menunjukkan bahwa “kamera terbaik” bergantung pada cara perangkat digunakan. Xiaomi lebih diarahkan untuk fotografi, Vivo untuk produksi video, Oppo untuk penggunaan serba bisa dengan kekuatan telefoto, sementara Samsung masih menawarkan pengalaman flagship tetapi memiliki hardware kamera yang dinilai tertinggal dalam pengujian ini.
Source YouTube K2G
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo