MacBook Neo Jadi MacBook Termurah Apple, Benarkah Windows Ketar-ketir?

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 15:40 WIB
MacBook Neo jadi MacBook termurah Apple dengan chip A18 Pro. Simak desain, performa, fitur, kekurangan, dan peluang harganya di Indonesia.(Gemini AI)
MacBook Neo jadi MacBook termurah Apple dengan chip A18 Pro. Simak desain, performa, fitur, kekurangan, dan peluang harganya di Indonesia.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - MacBook Neo menjadi salah satu laptop Apple yang paling ramai dibicarakan pada 2026. Bukan hanya karena membawa logo Apple, MacBook Neo menarik perhatian karena disebut sebagai MacBook dengan harga paling murah sepanjang sejarah perusahaan tersebut.

Dalam pengujian yang dilakukan David, MacBook Neo menunjukkan pendekatan berbeda dibanding lini MacBook lainnya. Apple memangkas sejumlah fitur dan spesifikasi, tetapi tetap mempertahankan material aluminium, kualitas build, speaker, trackpad, serta pengalaman penggunaan yang menjadi ciri khas MacBook.

Harga MacBook Neo menjadi salah satu alasan utama laptop ini viral. Di Amerika Serikat, perangkat tersebut dibanderol mulai USD599 atau sekitar Rp10 jutaan berdasarkan kurs yang digunakan dalam video. Sementara itu, harga di Malaysia berada di kisaran Rp10 juta, Singapura sekitar Rp11,5 juta, dan Jepang sekitar Rp10,5 juta.

Baca Juga: Modifikasi Daihatsu Sigra Budget 10 Juta, Simple Racing Look Tetap Enak buat Harian

MacBook Neo Punya Harga Pelajar

Salah satu hal yang membuat MacBook Neo semakin menarik adalah program pendidikan Apple. Di Amerika Serikat, harga MacBook Neo untuk pelajar disebut bisa turun menjadi USD499 atau sekitar Rp8 jutaan.

Program serupa juga tersedia di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang. Harga khusus tersebut tidak hanya berlaku untuk pelajar, tetapi juga pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan, termasuk guru.

Saat pengujian dilakukan, MacBook Neo belum memiliki harga resmi di Indonesia. Unit yang digunakan dalam video diperoleh melalui toko pihak ketiga dan diperkirakan akan masuk secara resmi melalui jaringan penjualan Apple.

Baca Juga: Modifikasi Toyota Avanza Veloz 2014 Full Black, Mobil Kenangan Disulap Jadi Gahar

Desain Tetap Premium meski Murah

MacBook Neo menggunakan bodi aluminium yang membuatnya terasa kokoh ketika digenggam. Material ini menjadi salah satu faktor yang membedakannya dari laptop murah yang umumnya menggunakan plastik.

Apple juga menyediakan beberapa pilihan warna yang dibuat lebih cerah dan santai. Varian yang diuji adalah warna Citrus, sementara pilihan lainnya mencakup warna seperti pink, biru muda, dan indigo.

Dari sisi build quality, MacBook Neo masih mempertahankan kemampuan membuka layar menggunakan satu tangan tanpa membuat bodi laptop ikut terangkat. Detail kecil tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat perangkat terasa lebih premium.

Namun, Apple memangkas sejumlah fitur. Laptop ini hanya memiliki dua port USB-C di sisi kiri. Salah satunya mendukung USB 3 dengan kecepatan hingga 10 Gbps, sedangkan port lainnya masih USB 2 dengan kecepatan hingga 480 Mbps.

MacBook Neo juga hanya mendukung satu layar eksternal 4K 60 Hz. Berbeda dengan MacBook kelas lebih tinggi yang sudah menggunakan Thunderbolt dengan kemampuan transfer data lebih tinggi.

Menggunakan Chip iPhone 16 Pro

Salah satu bagian paling menarik dari MacBook Neo adalah penggunaan chip Apple A18 Pro. Prosesor tersebut merupakan chip yang sebelumnya digunakan pada iPhone 16 Pro.

Penggunaan chip smartphone ke dalam laptop membuat bagian mesin MacBook Neo terlihat sangat kecil. Apple kemudian mengandalkan efisiensi chip dan sistem macOS untuk memberikan performa yang tetap responsif meskipun RAM-nya hanya 8 GB.

Untuk penggunaan sehari-hari seperti mengetik, browsing, membuka banyak aplikasi, hingga pekerjaan ringan, MacBook Neo dinilai masih mampu berjalan dengan baik.

Ketika digunakan untuk CapCut dengan footage 4K, proses preview memang tidak selalu mulus seperti MacBook Pro. Namun, setelah file selesai dimuat, proses editing masih bisa dilakukan dengan cukup lancar.

Final Cut Pro juga masih dapat digunakan untuk mengedit video berukuran besar. Bahkan, CapCut dan Final Cut Pro bisa dijalankan bersamaan sambil membuka Safari.

Bukan Laptop untuk Gaming Berat

Meski menggunakan chip yang berasal dari iPhone, MacBook Neo bukan perangkat yang ditujukan sebagai laptop gaming.

Ketersediaan game di macOS juga menjadi kendala. Beberapa game yang tersedia di iPhone belum tentu tersedia secara langsung di Mac. Contohnya Genshin Impact yang tidak tersedia di Mac App Store dan membutuhkan cara lain untuk menjalankannya.

Karena itu, MacBook Neo lebih cocok digunakan untuk pekerjaan dasar, belajar, browsing, mengetik, hingga editing ringan. Gaming bisa dilakukan untuk judul tertentu, tetapi bukan menjadi alasan utama membeli laptop ini.

Baca Juga: Modifikasi Toyota Avanza Veloz Ceper ala Mahasiswa, Simpel tapi Tetap Ganteng

Layar dan Keyboard Punya Beberapa Kekurangan

MacBook Neo menggunakan layar 13 inci dengan resolusi di atas Full HD, refresh rate 60 Hz, dan tingkat kecerahan hingga 500 nit.

Kualitas warnanya masih tergolong baik dengan cakupan sRGB sekitar 97–98 persen. Namun, cakupan warna P3-nya lebih terbatas dibandingkan MacBook Air atau MacBook Pro.

Apple juga memangkas fitur keyboard backlit. Padahal, fitur tersebut sudah cukup umum ditemukan pada sejumlah laptop Windows di kelas harga yang sama.

Di sisi lain, pengalaman mengetik dan trackpad tetap menjadi salah satu keunggulan MacBook Neo. Trackpad terasa konsisten ketika ditekan di berbagai bagian, sementara keyboard memberikan pengalaman mengetik yang nyaman.

Speaker dan Build Quality Jadi Nilai Jual

Bagian yang paling mendapat pujian adalah speaker. MacBook Neo disebut mampu menghasilkan suara dengan detail dan bass yang kuat untuk ukuran laptop.

Webcam dan mikrofon juga dinilai cukup baik dibandingkan banyak laptop Windows di kelas harga yang sama. Pengguna iPhone bahkan bisa memanfaatkan fitur Continuity untuk menghubungkan perangkat dengan ekosistem Apple.

Dengan demikian, MacBook Neo menawarkan kombinasi build quality, speaker, trackpad, keyboard, webcam, baterai, dan ekosistem yang cukup lengkap.

Namun, kapasitas RAM hanya 8 GB, pilihan penyimpanan terbatas, port tidak sebanyak MacBook kelas atas, sebagian port masih lambat, serta keyboard tanpa backlit menjadi kompromi yang harus diterima.

MacBook Neo Layak, tetapi Harga Indonesia Jadi Penentu

MacBook Neo menunjukkan bahwa Apple mulai masuk lebih serius ke segmen laptop dengan harga yang lebih terjangkau. Perangkat ini tidak menawarkan spesifikasi paling tinggi, tetapi mengandalkan efisiensi chip dan pengalaman penggunaan.

Jika harga resminya di Indonesia bisa berada di bawah Rp10 juta, MacBook Neo berpotensi menjadi pilihan yang sangat menarik bagi pengguna yang menginginkan laptop Apple dengan anggaran lebih terbatas.

Namun, jika harganya sudah berada di kisaran Rp10 jutaan, pertimbangannya menjadi berbeda. Dengan menambah dana sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta, pengguna disebut sudah bisa mempertimbangkan MacBook Air dengan chip M-series yang menawarkan performa, layar, speaker, port, dan fitur yang lebih lengkap.

Pada akhirnya, daya tarik terbesar MacBook Neo tetap berada pada harga. Jika Apple mampu menghadirkannya dengan harga satu digit di Indonesia, laptop ini berpotensi membuat persaingan di kelas laptop terjangkau semakin menarik.

 

 

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
laptop murah 2026 MacBook Neo Laptop Apple MacBook Neo Indonesia A18 Pro