JAKARTA - Gunung tertinggi di Indonesia tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Papua, Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Dalam daftar yang dibahas Keep Loop, terdapat lima gunung dengan ketinggian mencapai lebih dari 3.500 meter di atas permukaan laut, yaitu Gunung Jayawijaya, Kerinci, Rinjani, Semeru, dan Sanggar.
Indonesia dikenal memiliki banyak gunung yang tersebar di berbagai wilayah. Dalam video tersebut disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah gunung yang sangat banyak, termasuk memiliki sekitar 127 gunung api aktif berdasarkan data Magma Indonesia. Dari banyaknya gunung tersebut, beberapa di antaranya menjadi tujuan favorit para pendaki.
Baca Juga: Wisata Purwokerto, Ini Rangkaian Destinasi Alam dan Kuliner yang Dikunjungi
Gunung Jayawijaya Jadi yang Tertinggi
Gunung Jayawijaya menempati urutan pertama dalam daftar gunung tertinggi di Indonesia. Gunung yang berada di Provinsi Papua ini memiliki ketinggian mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut.
Gunung Jayawijaya juga disebut dengan nama Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid. Puncaknya menjadi titik tertinggi di Indonesia sekaligus disebut masuk dalam daftar tujuh gunung tertinggi di dunia.
Salah satu daya tarik yang disebut dalam video adalah keberadaan salju abadi di puncaknya. Namun, kondisi salju tersebut disebut semakin menipis akibat pemanasan global.
Di posisi kedua terdapat Gunung Kerinci yang berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut.
Selain menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia, Gunung Kerinci disebut sebagai gunung api tertinggi di Indonesia. Ketinggiannya menjadikan kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendaki.
Rinjani dan Semeru Jadi Favorit Pendaki
Gunung Rinjani berada di urutan ketiga dengan ketinggian mencapai 3.762 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Rinjani disebut sebagai salah satu gunung yang populer di kalangan pendaki. Salah satu daya tariknya adalah hamparan padang rumput yang luas serta hutan tropis yang membentang hingga sekitar 41.330 hektare.
Pemandangan alam tersebut menjadi bagian dari pengalaman pendakian di Gunung Rinjani. Posisi Rinjani sebagai salah satu gunung tertinggi di Indonesia sekaligus destinasi favorit pendaki membuat namanya cukup dikenal dalam daftar gunung yang banyak didaki.
Sementara itu, Gunung Semeru berada di urutan keempat. Gunung yang terletak di Jawa Timur tersebut memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut.
Semeru menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa dan berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Lokasinya disebut berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.
Gunung Semeru dikenal memiliki jalur pendakian yang menantang. Kondisi tersebut tidak mengurangi daya tariknya bagi pendaki dan menjadikannya salah satu gunung favorit dalam daftar tersebut.
Baca Juga: Wisata Purwokerto 2 Hari 1 Malam, Jelajahi Alam dan Kuliner Khas Banyumas
Gunung Sanggar di Posisi Kelima
Gunung Sanggar melengkapi daftar lima gunung tertinggi di Indonesia. Gunung yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, ini memiliki ketinggian mencapai 3.565 meter di atas permukaan laut.
Dengan ketinggian tersebut, Gunung Sanggar menempati posisi kelima. Pemandangan alam di kawasan gunung ini disebut tidak kalah indah dibandingkan Gunung Rinjani yang juga berada di Nusa Tenggara Barat.
Lima gunung tersebut memperlihatkan beragam karakter pegunungan di Indonesia. Gunung Jayawijaya menjadi yang tertinggi dengan puncaknya di Papua, sementara Kerinci menjadi gunung api tertinggi dalam daftar. Rinjani dan Semeru dikenal sebagai tujuan pendakian populer, sedangkan Gunung Sanggar melengkapi jajaran gunung dengan ketinggian lebih dari 3.500 meter di atas permukaan laut.
Bagi pencinta kegiatan pendakian, kelima gunung tersebut menawarkan karakter dan lanskap yang berbeda. Mulai dari kawasan bersalju di puncak Jayawijaya hingga bentang alam Nusa Tenggara yang dimiliki Rinjani dan Sanggar, semuanya menjadi bagian dari kekayaan pegunungan Indonesia.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Keep Loop