Anggrek Vanda Dipilih karena Lingkungan Lembap, Vanda Lombokensis Jadi Favorit

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:10 WIB
Anggrek Vanda dipilih di lingkungan lembap. Simak Vanda Lombokensis, perawatan, dan tips membeli anggrek online.(Pinterest)
Anggrek Vanda dipilih di lingkungan lembap. Simak Vanda Lombokensis, perawatan, dan tips membeli anggrek online.(Pinterest)

JAKARTA - Anggrek Vanda menjadi salah satu koleksi yang dipilih Sugeng karena dianggap sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitar rumahnya. Penghobi yang juga bekerja sebagai pegawai negeri tersebut memanfaatkan waktu luang untuk merawat berbagai tanaman. Dari sejumlah koleksi yang dimiliki, Vanda Lombokensis menjadi salah satu yang menarik perhatian karena disebut adaptif di dataran rendah, memiliki aroma harum, dan cukup rajin berbunga. Teks yang ditempel (1)

Kesibukan bekerja membuat Sugeng memilih metode perawatan yang menurutnya praktis. Tanaman anggrek tidak selalu ditempatkan di dalam pot, tetapi bisa dipasang atau digantung pada media seperti kayu dan bambu.

Metode tersebut sekaligus menjadi cara untuk memanfaatkan ruang di sekitar rumah. Akar tanaman ditempatkan pada bagian atas media kemudian diikat agar tetap berada pada posisinya. Setelah itu, akar dibiarkan tumbuh mengikuti media yang digunakan.

Baca Juga: Anggrek Vanda Lebih Tahan di Lingkungan Basah, Ini Pengalaman Kolektor

Vanda Dinilai Sesuai dengan Kondisi Lembap

Pilihan terhadap anggrek Vanda juga berkaitan dengan pengalaman Sugeng merawat jenis lain. Ia sebelumnya pernah mencoba Dendrobium. Namun, tanaman tersebut sempat terdampak banjir di lingkungan rumahnya.

Dari pengalaman itu, Sugeng kemudian lebih banyak memilih Vanda. Menurut pengalamannya, Vanda mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang cukup basah. Bahkan, ia menyebut pernah memiliki Vanda yang tetap bertahan ketika menghadapi banjir dengan ketinggian sekitar satu meter.

Meski demikian, pengalaman tersebut tidak berarti seluruh penghobi harus menerapkan pola yang sama. Sugeng justru menekankan pentingnya menyesuaikan perawatan dengan kondisi masing-masing tempat.

Vanda Lombokensis Punya Daya Tarik Tersendiri

Salah satu koleksi yang mendapat perhatian adalah Vanda Lombokensis. Jenis ini disebut mengeluarkan aroma harum yang lebih terasa pada pagi sampai siang hari. Ketika memasuki sore, aroma bunganya disebut mulai berkurang.

Selain aroma, Vanda Lombokensis disebut mampu beradaptasi dengan lingkungan dataran rendah dan cukup rajin berbunga. Sugeng juga menyebut Lombokensis memiliki banyak variasi.

Di kebunnya, sekitar 15 variasi Lombokensis disebut sudah pernah berbunga. Sementara itu, masih ada sejumlah variasi lain yang belum berbunga sehingga koleksi tersebut masih terus berkembang.

Dalam percakapan mengenai tanaman tersebut, bibit Lombokensis disebut memiliki kisaran harga Rp50 ribu, Rp75 ribu hingga Rp100 ribu. Sementara tanaman yang sudah berbentuk rumpun memiliki harga berbeda. Kisaran tersebut merupakan harga yang disebut dalam percakapan.

Jangan Mudah Tergoda Harga Murah

Bagi penghobi yang ingin menambah koleksi, Sugeng juga membagikan pengalamannya mengenai pembelian anggrek secara online. Ia mengingatkan agar calon pembeli tidak hanya melihat harga ketika memilih tanaman.

Profil penjual, riwayat akun, komentar dan aktivitas penjual perlu diperhatikan. Sugeng menyarankan pembeli mencoba transaksi dalam jumlah kecil terlebih dahulu sebelum membeli tanaman dalam jumlah banyak.

Ketika tanaman baru tiba, ia juga melakukan pembersihan. Akar dan daun yang sudah mati dibuang secara manual. Setelah dibersihkan, tanaman direndam menggunakan fungisida dan kemudian diangin-anginkan.

Air, Angin dan Cahaya Perlu Diperhatikan

Perawatan anggrek menurut pengalaman Sugeng tidak memiliki aturan tunggal. Frekuensi penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Jika tanaman cocok disiram setiap hari, penyiraman dapat dilakukan setiap hari. Sebaliknya, lingkungan tertentu mungkin lebih sesuai dengan penyiraman setiap dua atau tiga hari.

Sirkulasi udara juga menjadi perhatian. Sugeng menilai angin penting untuk kondisi tanaman. Ia lebih mengutamakan tanaman yang sehat, memiliki akar baik dan bebas dari masalah sebelum memberikan pupuk.

Untuk pencahayaan, ia menyebut beberapa Vanda di tempatnya dapat memperoleh paparan cahaya hingga sekitar pukul 10.00 atau 11.00. Namun, setiap jenis dan kondisi tanaman dapat memberikan respons berbeda.

Karena itu, penghobi tidak harus mengikuti satu pola secara kaku. Pengalaman Sugeng menunjukkan bahwa perawatan anggrek Vanda perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, mulai dari air, cahaya, angin, media hingga kesehatan tanaman.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : TUNAS ANGGREK FAJAR
perawatan anggrek Anggrek Vanda Vanda Lombokensis Sugeng anggrek online