Pindah rumah menurut feng shui tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada sejumlah aturan dan tradisi yang dipercaya dapat membantu mendatangkan keberuntungan, menjaga keharmonisan keluarga, serta menghindari energi buruk saat memulai kehidupan di tempat tinggal baru.
Dalam tradisi feng shui, hari pertama menempati rumah memiliki makna penting. Momen tersebut dianggap sebagai awal masuknya energi penghuni ke dalam rumah sekaligus penanda dimulainya kehidupan baru bersama keluarga.
Karena itu, pemilik rumah dianjurkan memperhatikan waktu pindah, kondisi bangunan, hingga barang-barang yang pertama kali dibawa masuk. Setidaknya ada lima hal utama yang perlu diperhatikan agar proses pindah rumah berjalan sesuai prinsip feng shui.
1. Pilih Hari dan Jam Baik untuk Pindah Rumah
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan hari dan waktu pindah rumah. Dalam kepercayaan feng shui, pemilihan waktu berkaitan dengan harapan agar energi positif dapat menyertai penghuni sejak pertama kali memasuki rumah.
Baca Juga: Genshin Impact Ungkap Kebiasaan Baru Mitya, Kini Ingin Rutin Olahraga dan Traktir Teman
Tidak cukup hanya memilih tanggal yang dianggap membawa keberuntungan. Pemilik rumah juga dianjurkan memeriksa apakah tanggal tersebut cocok dengan shio atau unsur kelahiran kepala keluarga.
Hari yang dianggap baik untuk pindah rumah sebaiknya tidak berbenturan dengan shio pemilik rumah. Setelah mendapatkan tanggal yang sesuai, pemilik rumah bisa menentukan jam masuk.
Waktu yang disarankan adalah pukul 07.00 hingga sebelum 15.00. Sementara pukul 09.00–11.00 dianggap lebih ideal karena identik dengan energi matahari pagi.
Tradisi pemilihan hari baik atau ru zhai juga dikenal dalam kalender tradisional Tiongkok. Kalender tersebut mencantumkan aktivitas yang dianjurkan maupun dihindari pada tanggal tertentu.
2. Bersihkan Rumah Sebelum Barang Dipindahkan
Sebelum membawa perabotan, seluruh bagian rumah sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu. Buka pintu dan jendela agar sirkulasi udara berjalan lancar.
Perhatikan juga bagian sudut ruangan, lorong, pintu utama, serta area yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya debu dan barang.
Dalam feng shui, rumah yang bersih dan tertata dipercaya membantu kelancaran aliran energi. Setelah proses pembersihan selesai, sebagian keluarga juga melakukan tradisi pengasapan menggunakan gaharu, kayu manis, atau bahan herbal lainnya.
Namun, pengasapan perlu dilakukan secara hati-hati. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengingatkan pentingnya ventilasi ketika membakar dupa atau bahan sejenis di dalam ruangan.
3. Bawa Beras, Garam, Air, dan Uang
Barang pertama yang dibawa masuk juga memiliki makna tersendiri dalam tradisi feng shui.
Beras melambangkan kecukupan pangan, garam menggambarkan kebutuhan rumah tangga, sedangkan air menjadi simbol kehidupan dan kelancaran rezeki.
Uang juga sering dibawa sebagai lambang kemakmuran. Sementara itu, api atau perlengkapan dapur melambangkan kehangatan keluarga dan dimulainya aktivitas sehari-hari.
Biasanya, kepala keluarga menjadi orang pertama yang memasuki rumah sambil membawa barang-barang tersebut. Anggota keluarga lainnya kemudian mengikuti dengan membawa perlengkapan yang memiliki makna baik.
Tradisi membawa beras, garam, dan perlengkapan memasak juga ditemukan dalam sejumlah kebiasaan pindah rumah masyarakat Tionghoa.
4. Lakukan Ritual Memasuki Rumah Baru
Ritual memasuki rumah atau syukuran rumah baru menjadi bagian penting dalam tradisi feng shui.
Prosesi ini biasanya dilakukan untuk menyampaikan penghormatan kepada dewa pelindung tempat tinggal serta leluhur keluarga.
Perlengkapan yang disiapkan dapat berupa dupa, bunga, air bersih, buah-buahan, dan persembahan sesuai kebiasaan masing-masing keluarga.
Jika memiliki altar keluarga, pemilik rumah juga dapat menata perlengkapan ibadah di tempat yang sudah disiapkan.
Tidak harus dilakukan secara mewah. Hal terpenting adalah menjaga kebersihan, ketertiban, serta menjalankan prosesi dengan penuh penghormatan.
5. Nyalakan Kompor dan Lampu pada Hari Pertama
Rumah baru sebaiknya langsung digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Jangan sampai seluruh perabotan sudah masuk, tetapi rumah masih terasa kosong dan tidak memiliki kehidupan.
Salah satu caranya adalah menyalakan kompor, merebus air, membuat teh, atau memasak makanan pertama di dapur.
Dalam feng shui, dapur berkaitan dengan energi kehidupan dan keharmonisan keluarga. Aktivitas memasak menjadi simbol dimulainya rutinitas penghuni di tempat tinggal baru.
Lampu juga dianjurkan dinyalakan, terutama di ruang keluarga, dapur, lorong, dan bagian utama rumah. Sebagian keluarga bahkan membiarkan lampu tetap menyala pada malam pertama.
Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Pindah Rumah
Selain menjalankan lima kebiasaan tersebut, ada beberapa pantangan yang perlu diperhatikan menurut kepercayaan feng shui.
Pertama, hindari menjatuhkan atau memecahkan barang saat proses pemindahan. Kedua, jangan membawa terlalu banyak barang rusak seperti cermin retak, gelas pecah, peralatan elektronik mati, dan jam yang tidak berfungsi.
Barang-barang tersebut dipercaya melambangkan kondisi yang tidak utuh dan energi yang terhambat.
Keluarga yang memiliki anggota sedang hamil juga dianjurkan membatasi keterlibatannya dalam pekerjaan pemindahan barang berat. Namun, hal ini merupakan bagian dari kepercayaan tradisional, bukan aturan feng shui yang terbukti secara ilmiah.
Pada akhirnya, pindah rumah bukan sekadar memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan keharmonisan keluarga tetap menjadi hal terpenting dalam memulai kehidupan di rumah baru.
Editor : Maylanni Diana Fitri