BLITAR - Hasil imbang (0-0) menandai laga perdana Arema FC menjamu Dewa United di Stadion Soperijadi Kota Blitar, pada gelaran BRI Liga 1, Senin (12/8/2024). Kampiun Piala Presiden 2024 itu justru tampak “gugup” bermain di depan Aremania-julukan supporter Arema FC.
Tim tamu yang diperkuat pemain tim nasional (timnas) Egy Maulana Vikri tampil tanpa beban, lebih trengginas melakukan tusukan-tusukan yang membuat lini pertahanan tim kebanggan warga Malang ini harus pontang-panting.
Penentrasi dan serangan kombinasi yang dilakukan bersama pemain asal Jepang Taisei Marukawa terus membombardir pertahanan Arema FC. Beruntung tembok raksasa dalam diri Thales Lira mampu membaca dengan cermat pergerakan pemain lawan dan menghalau bola menjauh dari gawang Lucas Frigeri.
Jual beli serangan terjadi memasuki 20 menit laga babak pertama. Serangan Arema FC yang dimotori William Moreira beberapa kali melakukan umpan cantik ke depan, sayangnya belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh striker Singo Edan-julukan Arema FC, Charles Lokolingoy.
Mencoba memanfaatkan sayap, Arema FC beberapa kali melakukan penetrasi lewat Dedik Setiawan dan Dalberto, namun pemain bertahan Dewa United mampu bertahan dengan baik. Hingga babak pertama berakhir tanpa ada gol tercipta.
Babak kedua kembali berlangsung lebih ketat. Jual-beli serangan diperagakan dua tim, bahkan beberapa kali terjadi insiden keras antarpemain. Pergantian pemain dilakukan pelatih, namun hingga waktu normal dan tambahan waktu, gawang Arema FC maupun tim tamu Dewa United tetap tak kebobolan.
Setelah laga, kondisi rumput lapangan Stadion Soeprijadi, kompak dikeluhkan oleh pelatih kedua tim. Kondisi lapangan ini dinilai kurang bagus, sehingga menjadi kendala bagi pemain. Meski begitu, kedua tim berupaya bermain maksimal.
Pelatih Arema FC Joel Cornelli mengatakan, pertandingan perdana melawan Dewa United berlangsung ketat. Namun, masih ada beberapa hal yang memang harus dievaluasi.
”Terutama pada posisi gelandang bertahan. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya,” terangnya, Senin (12/8/2024).
Menurut Joel, tim sudah bermain luar biasa. Di babak pertama mereka terus mencari celah untuk membuat gol. Pada babak kedua, permainan tim semakin membaik.
”Namun, ada insiden yang membuat pemain sedikit panik. Salah satu pemain kami mengalami cidera, tetapi kondisi sudah membaik. Semoga bisa bermain di laga berikutnya. Terkait lapangan mungkin tinggal adaptasi lebih baik, dan nanti akan diperbaiki lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: Laga Perdana Arema FC di Blitar, Manajemen Filter Suporter Masuk Stadion Soeprijadi untuk Keamanan
Sementara itu, pemain Arema FC Syaeful Anwar harus mengubur asa untuk meraih kemenangan di laga perdana. Dari awal tim menargetkan menang melawan Dewa United.
”Sebenarnya target kemenangan akan menjadi kado ultah Arema FC hari ini. Ini yang diharapkan manajemen dan tim. Di laga berikutnya, tim janji bisa menang,” tegasnya.
Berikutnya, Arema FC akan menghadapi Borneo FC di Stadion Soeprijadi pada 17 Agustus mendatang. Manajemen Arema berencana memperbaiki lapangan yang dikeluhkan kurang bagus.
Pelatih Dewa United Olde Riekerink juga mengeluhkan lapangan Stadion Soeprijadi yang kurang bagus. Kondisi itu, disebut pelatih menjadi kendala bagi tim untuk bermain mekasimal.
”Sebenarnya kedua tim sudah bermain bagus. Mungkin karena Arema FC sudah berada di kompetisi sementara kami belum, sehingga kami harus tampil lebih baik,” terangnya.
Tim Dewa United, jelas dia, akan terus meningkatkan performa bermain. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan tim pada laga melawan Arema FC, menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya melawan Persib Bandung pada 19 Agustus mendatang. (sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah