BLITAR - Cabang olahraga (Cabor) Selam tidak pernah berekspektasi tinggi pada gelaran pekan olahraga provinsi (porprov) di Malang, bahkan hanya menargetkan medali perak. Namun, salah satu atletnya mampu menyabet medali emas, mengalahkan daerah unggulan yang lain.
Langkah kaki Ahdan Willy Nur Karisma pelan tapi pasti menuju podium juara. Atlet selam 16 tahun asal Kabupaten Blitar ini sukses menggebrak kolam renang Gajayana, Kota Malang, Minggu (29/6/2025).
Turun di nomor 1.500 meter surface, Ahdan bukan hanya mencuri perhatian, melainkan juga merebut emas pertama untuk Kontingen Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Possi) Kabupaten Blitar di ajang Porprov Jatim VIII/2025.
Padahal awalnya tak ada yang menjagokan remaja yang baru duduk di bangku SMA itu. "Target kami sebetulnya hanya perak atau perunggu, tapi Ahdan berhasil membuat kejutan," kata Ketua Possi Kabupaten Blitar, Bagus Widya Karisma, usai laga.
Cabor selam memang tampil bak kuda hitam, sama seperti Ahdan. Di awal perlombaan, posisinya sempat tercecer di peringkat keempat. Namun perlahan tapi pasti, sejak memasuki 600 meter, dia mulai menyalip satu demi satu pesaing.
Pada jarak 1.200 meter, Ahdan memimpin, lalu menyegel finis tercepat dan menggondol emas perdana untuk tim selam Kabupaten Blitar.
"Startnya agak terseok, tapi di tengah sampai akhir, dia tampil luar biasa. Meski target kami hanya perak, mental Ahdan terbangun. Tenang dan tahu kapan harus menyalip para pesaing yang ada di sekelilingnya," cerita Bagus dengan bangga.
Possi Blitar sendiri menurunkan lima atlet dalam porprov kali ini. Tiga putri dan dua putra, masing-masing turun di dua nomor. Sejak awal, mereka sudah dipersiapkan dengan ketat. Latihan intensif selama dua bulan, sebagian dilakukan di markas Yonif 511 bersama tim akuatik.
Dua minggu terakhir jelang pertandingan, mereka digembleng pagi dan sore tanpa henti sebelum akhirnya dikurangi menjelang laga untuk recovery.
"Dari awal memang kami ingin hasil terbaik. Anak-anak ini sebenarnya sudah ditempa sejak dua tahun lalu, jadi hasil ini buah dari proses panjang," ujarnya.
Bagus menyebut bahwa persaingan cabor selam sangat ketat. Atlet dari Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Sidoarjo jadi lawan tangguh yang mendominasi cabang olahraga selam.
Baca Juga: Merasakan Geliat Penghobi Barang Jadul di Blitar, Jadi Langganan Interior Kafe
Bahkan, di nomor sprint seperti 50 meter bifin, perbedaan waktu bisa dihitung dalam pecahan detik. "Sekali slip di start atau napas tidak tepat, ya habis," ujarnya.
Selain Ahdan, harapan medali juga disematkan pada Ines Gilda, I Komang Ari, dan Embun yang akan berlaga di nomor 50 meter bifin dan 400 meter m/v. Targetnya tetap realistis, masuk final, lalu podium. Namun yang terpenting anak didiknya bisa tampil maksimal dan naik podium.
Tentu lawannya berat-berat, tapi Bagus tetap optimistis bisa mendapatkan hasil yang terbaik.
Cabang olahraga selam sendiri baru berdiri di Blitar pada 2019. Meski baru seumur jagung, perkembangan mereka pesat.
Bahkan sekarang mulai menjadi andalan kontingen daerah.
"Saya harap ke depan prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Tidak hanya emas dadakan, tapi jadi tradisi," pungkasnya. (*/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah