BLITAR - Masih jarang talenta muda asal Kabupaten Blitar yang memiliki kesempatan melangkah ke tingkat nasional. Namun, berbeda dengan Ashilah Eartha FA, dara ayu asal Desa/Kecamatan Ponggok yang kini suaranya dikenal masyarakat luas. Dia tampil memukau pada 17 Agustus lalu di Istana Merdeka.
Pada Juli lalu, dia bertekad untuk mendaftar audisi pada paduan suara Gita Bahana Nusantara, Istana Merdeka.
Lembaga tersebut memang setiap tahun mengadakan audisi untuk memberikan kesempatan musisi muda dari setiap provinsi.
Tujuannya untuk ditampilkan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.
“Saya mengikuti audisi Gita Bahana Nusantara ini ketika di Malang pada 9 Juli lalu. Alhamdulilah dapat terpilih menjadi bagian suara sopran. Waktu di sana ketemu pemuda-pemudi dari seluruh provinsi. Setelah itu, dilakukan seleksi lagi, untuk menyanyi solo di depan,” ujar Ashilah, sapaan akrabnya.
Usai melalui seleksi ketat, Ashilah juga terpilih sebagai penyanyi solo, bersaing dengan 34 penyanyi dan 7 orang yang dipilih. Jawa Timur hanya dua anak yang beruntung, yakni asal Blitar dan Surabaya. Sisanya mereka hanya menjadi bagian paduan suara saja.
Mahasiswa jurusan musik ISI Jogjakarta ini menyanyikan Satu Cinta Indonesia.
Tidak hanya itu, dia juga ikut dalam paduan suara dengan menyanyikan 9 lagu. Memang lagu yang dinyanyikan tidak banyak, karena menyanyi ini dilakukan saat pra acara dan harus bergiliran dengan musisi lain.
“Saya akui memang seleksinya yang ketat dan tentu mengurasi tenaga hingga pikiran. Saya bertemu dengan talenta luar biasa dari provinsi lain, tidak mudah bersaing. Apalagi persiapannya hanya 16 hari,” ungkapnya.
Ashilah sejak 1 Agustus berada di Jakarta untuk menjalani masa karantina. Persiapannya cukup berat, sebab selama karantina melakukan latihan hampir setiap hari dan hanya sedikit istirahat.
Dia mengaku mengalami kendala untuk mempertahankan suara utuhnya. Bahkan rasa sakit sudah menjadi konsumsi sehari-sehari, karena fisik terus digembleng oleh Gita Bahana Nusantara.
Kondisi ini dilakukan karena waktu persiapan singkat, hanya 16 hari saja. Tentu latihannya diharuskan sehari penuh dari pagi hingga malam. Bahkan, menurut Ashilah, istirahat paling sore jam 9 malam.
Meskipun begitu, pihak Gita Bahana Nusantara sudah menjamin makanan yang bergizi tanpa MSG bagi para musisi.
“Namun rasa makanannya hambar karena sakit dan sering konsultasi dengan dokter. Nyanyi juga susah untuk jaga suara kalau fisik terkuras. Syukurnya saat menjelang tampil sudah dalam penanganan penuh dokter dan dikasih obat. Sehingga bisa tampil maksimal,” aku Ashilah.
Perempuan 19 tahun ini sampai saat ini masih batuk. Tentu sudah meminum obat, tapi belum sembuh total.
Menurut dia, kondisi ini bisa sembuh dengan melakukan istirahat yang cukup lama.
Namun, dia bangga dengan penampilannya, bisa sukses memukau di depan banyak orang.
Usai Ashilah tampil di Istana Merdeka, dia memiliki cita-cita lain. Ada mimpi yang belum terwujud, yakni bisa lebih dikenal masyarakat lewat lagu sendiri.
Selain itu, mendapatkan nama lewat produksi musik Indonesia.
“Saya sebenarnya dari kecil sudah hobi nyanyi. Selama ini saya belum pernah menembus nasional. Nah, dari acara HUT Kemerdekaan ini, saya memberanikan diri mencoba daftar audisinya dan syukurnya bisa lolos. Salah satu daftar mimpi saya terwujud,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah