Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Resmi! Tunjangan Guru Honorer Naik Drastis, Pemerintah Umumkan Banyak Kejutan untuk 2025–2026

Rendra Febrian Permana • Senin, 1 Desember 2025 | 21:20 WIB
Resmi! Tunjangan Guru Honorer Naik Drastis, Pemerintah Umumkan Banyak Kejutan untuk 2025–2026
Resmi! Tunjangan Guru Honorer Naik Drastis, Pemerintah Umumkan Banyak Kejutan untuk 2025–2026

BLITAR – Kabar besar datang bagi para pendidik di seluruh Indonesia. Pemerintah akhirnya mengumumkan serangkaian program peningkatan kesejahteraan guru, termasuk kebijakan yang paling ditunggu: tunjangan guru honorer naik signifikan mulai tahun mendatang. Langkah ini disampaikan dalam pemaparan resmi yang menggambarkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan taraf hidup para pendidik.

Pemerintah menegaskan bahwa selama ini berbagai insentif dan tunjangan guru belum sepenuhnya memenuhi harapan. Karena itu, program perbaikan kesejahteraan dipercepat agar lebih tepat sasaran, terutama bagi guru honorer yang selama ini menerima dukungan terbatas. Kebijakan tunjangan guru honorer naik menjadi salah satu titik sorotan dalam agenda besar tersebut.

Tunjangan Guru Honorer Naik dan Pengurangan Beban Administratif

Dalam pemaparannya, pemerintah memastikan bahwa tunjangan guru honorer akan dinaikkan dari Rp300 ribu per bulan menjadi nominal yang jauh lebih besar. Kebijakan ini disambut hangat para guru karena menjadi angin segar setelah bertahun-tahun berharap adanya peningkatan signifikan.

Selain tunjangan, pemerintah juga menegaskan pengurangan beban administrasi. Kewajiban mengajar 24 jam tidak lagi bersifat mutlak dan diganti dengan kebijakan satu hari belajar bagi guru setiap pekan. Kebijakan ini dibuat agar guru dapat kembali fokus pada tugas utama mereka: mendidik, membimbing, serta meningkatkan kompetensi diri.

Beasiswa S1 dan RPL dengan Kuota Terbesar Sepanjang Sejarah

Tidak hanya soal tunjangan guru honorer naik, pemerintah turut mengumumkan program beasiswa masif untuk guru yang belum memiliki gelar sarjana. Tahun 2025, sedikitnya 12.500 guru akan mendapatkan beasiswa kuliah S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Setiap guru menerima dukungan biaya sebesar Rp3 juta per semester.

Program ini semakin diperluas pada 2026, dengan target 150.000 guru mendapatkan kesempatan serupa. Total 162.500 guru diproyeksikan meraih gelar S1 hanya dalam dua tahun masa pemerintahan. Pemerintah menyebut capaian ini sebagai “revolusi pendidikan” karena untuk pertama kalinya peningkatan kualifikasi guru dilakukan secara masif dan terstruktur.

PPG 2025 Dibuka untuk 808 Ribu Guru

Fokus peningkatan kompetensi juga terlihat dari besarnya kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025. Sedikitnya 808.865 guru dipastikan dapat mengikuti PPG, sehingga peluang memperoleh sertifikasi semakin terbuka lebar. Guru yang telah menjalani PPG pada tahun ini diharapkan bisa menerima sertifikasi mulai tahun depan, dengan catatan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Kebijakan ini menjadi kabar baik karena sertifikasi guru berhubungan langsung dengan peningkatan pendapatan melalui tunjangan profesi. Dengan demikian, rangkaian program ini saling terkait dalam mendongkrak kualitas sekaligus kesejahteraan guru.

Perlindungan Hukum bagi Guru Lewat MoU dengan Polri

Selain perhatian pada kesejahteraan, pemerintah juga memberi jaminan perlindungan hukum bagi guru dalam menjalankan tugas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kapolri yang mengatur penyelesaian damai atau restorative justice bagi kasus yang melibatkan guru, murid, orang tua, maupun pihak lain terkait aktivitas pembelajaran.

Kebijakan ini diharapkan meningkatkan rasa aman dan martabat guru di tengah tingginya tuntutan masyarakat serta kompleksitas masalah sosial dan moral yang mereka hadapi.

Digitalisasi dan Revitalisasi Sekolah Dipercepat

Pemerintah memastikan digitalisasi pendidikan berjalan optimal. Program ini sudah digunakan guru di berbagai daerah. Selain itu, revitalisasi 16.175 satuan pendidikan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Hingga saat ini, progresnya telah mencapai 86 persen.

Pelatihan peningkatan kompetensi seperti pembelajaran mendalam, coding dan AI, STEM, kepemimpinan kepala sekolah, hingga pelatihan bahasa Inggris juga terus digencarkan. Terutama karena pada 2027, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.

Serangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa program peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru berjalan paralel, dengan tunjangan guru honorer naik sebagai salah satu titik awal perbaikan yang paling disorot masyarakat.(*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#PPG 2025 #tunjangan guru honorer #guru sertifikasi #beasiswa rpl guru #pendidikan indonesia