BLITAR KAWENTAR – Fenomena satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tumbang terjadi di Kabupaten Blitar.
Dari 46 SPPG yang telah beroperasi, satu yang dilaporkan berhenti sementara akibat kendala anggaran, sehingga belum bisa dipastikan waktu beroperasi kembali lembaga tersebut.
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti mengatakan, hingga saat ini laporan yang masuk menunjukkan sebagian besar SPPG masih beroperasi normal. Namun, ada kabar ada 1 SPPG yang berhenti sementara.
Hal ini, tidak hanya terjadi di Kabupaten Blitar, fenomena ini juga ada di daerah lain.
“Dari kurang lebih 46 SPPG yang sudah running, laporan sementara yang kami terima hanya satu yang berhenti sementara, yakni SPPG Sumbersari, Kecamatan Udanawu. Itu mulai tanggal 15 karena masalah administrasi, sehingga pencairan dana dari pusat belum bisa dilakukan dan mereka belum bisa berbelanja,” ujarnya.
Khusna melanjutkan, penghentian tersebut bersifat sementara dan akan kembali beroperasi setelah proses administrasi selesai dan dinyatakan layak untuk pencairan dana.
Namun, untuk waktunya memang belum bisa dipastikan, tergantung selesainya proses administrasi. Secara umum, tidak ada kendala lain yang signifikan dalam pelaksanaan MBG di Kabupaten Blitar.
Namun, beberapa waktu lalu ada keracunan MBG, namun hal itu sudah diatasi oleh SPPG yang bersangkutan.
“Sampai sekarang belum ada laporan keluhan lain dari camat-camat. Distribusi aman dan berjalan lancar. Kami hanya menerima data dan laporan dari para camat, selebihnya Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengetahui,” ujarnya.
Ke depan, jumlah SPPG di Kabupaten Blitar masih akan bertambah. Targetnya, ada 94 SPPG untuk Kabupaten Blitar dan saat ini baru sekitar 46 SPPG. Berarti masih ada sekitar 48 SPPG lagi yang masih dalam proses pembangunan.
Meski pemerintah daerah tidak menerima laporan operasional secara langsung dari SPPG, Khusna menegaskan, Pemkab Blitar tetap berperan memfasilitasi kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan baku. Salah satunya melalui kegiatan business matching.
“Kami dorong SPPG untuk bermitra dengan koperasi, pelaku usaha, petani, dan kelompok tani lokal. Gunakan produk lokal dan sumber daya yang ada di sekitar SPPG. Ini peluang ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah