BLITAR - Kabar terbaru mengenai PKH BPNT Januari 2026 kembali menyedot perhatian Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di awal Januari ini, dua bantuan tambahan dilaporkan sudah mulai masuk ke rekening bank penyalur. Di sisi lain, media sosial ramai dengan unggahan struk pencairan yang diklaim sebagai bantuan PKH dan BPNT tahap 4 susulan.
Informasi tersebut memunculkan harapan baru bagi KPM yang hingga akhir Desember 2025 lalu belum menerima pencairan. Terlebih, pemerintah juga memastikan sejumlah program bansos akan tetap berlanjut di tahun anggaran 2026. Kondisi ini membuat isu PKH BPNT Januari 2026 menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari masyarakat.
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan melalui kanal YouTube Klikbansos, penyaluran bantuan sosial kini mulai menunjukkan pergerakan bertahap, meski belum seluruhnya diumumkan secara resmi oleh bank penyalur.
Dua Bansos Tambahan Sudah Masuk Rekening
Bantuan pertama yang dipastikan sudah masuk ke rekening adalah Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2025. Bantuan ini ditujukan bagi KPM yang memiliki anak usia sekolah dari jenjang SD hingga SMA atau sederajat dan namanya masuk dalam nominasi penerima.
Pencairan PIP telah terpantau mulai masuk ke rekening bank penyalur, khususnya BRI, untuk jenjang SD dan SMP. Besaran bantuan yang diterima bervariasi, mulai Rp450.000 untuk SD, Rp750.000 untuk SMP, hingga Rp1,8 juta untuk SMA sederajat.
Namun, pencairan hanya bisa dilakukan jika rekening sudah diaktivasi. Batas akhir aktivasi rekening PIP ditetapkan hingga 31 Januari 2026. KPM dapat mengecek status penerima melalui laman resmi pip.kemendikdasmen.go.id, lalu menghubungi pihak sekolah untuk mendapatkan surat pengantar aktivasi rekening ke bank penyalur.
Bantuan kedua yang juga dilaporkan sudah cair adalah KJP Plus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah KPM di wilayah Jakarta melaporkan saldo bantuan pendidikan tersebut mulai masuk ke rekening Bank DKI sejak awal Januari. Bantuan ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang telah tercantum dalam SK penerima.
Ramai Struk PKH BPNT di Media Sosial
Selain dua bantuan pendidikan tersebut, perhatian publik tertuju pada beredarnya struk pencairan PKH BPNT Januari 2026 di berbagai platform media sosial. Beberapa unggahan menyebutkan adanya pencairan PKH susulan tahap 4 sebesar Rp750.000 melalui Bank BNI, serta BPNT senilai Rp600.000 melalui BSI di sejumlah daerah.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari bank penyalur yang memastikan bahwa struk-struk tersebut merupakan pencairan resmi PKH dan BPNT tahap 4 susulan. Meski begitu, perubahan status di aplikasi SIKS-NG dari SPM menjadi SI (standing instruction) mengindikasikan bahwa proses pencairan memang sedang berjalan.
KPM yang belum menerima bantuan diimbau tetap bersabar dan rutin mengecek saldo rekening masing-masing. Jika dana sudah masuk, pencairan sebaiknya segera dilakukan untuk menghindari risiko saldo mengendap.
Lima Bansos Tambahan Dipastikan Berlanjut 2026
Kabar baik lainnya, pemerintah memastikan lima bantuan sosial tambahan akan diperpanjang di tahun 2026. Keputusan ini merupakan hasil rapat kerja antara Kementerian Sosial dan DPR RI Komisi VIII.
Kelima bantuan tersebut meliputi PKH dan BPNT reguler, bantuan atensi bagi anak yatim piatu, bantuan Program Indonesia Pintar, bantuan permanen untuk KPM lansia tunggal dan penyandang disabilitas tunggal, serta bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan.
Bantuan beras direncanakan disalurkan selama empat bulan, yakni Januari hingga April 2026, dengan sasaran 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan BLT Dana Desa sebesar Rp300.000 bagi masyarakat desa yang memenuhi kriteria.
Dengan berbagai program yang terus berlanjut, pemerintah berharap PKH BPNT Januari 2026 dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan angka kemiskinan di tengah tantangan ekonomi.
Editor : Axsha Zazhika