Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Proliga 2026 Memanas: Megawati Hangestri Disorot Pelatih Pink Spiders, Strategi Double Block Gresik Petrokimia Bongkar Kekalahan Pertamina Enduro

Novica Satya Nadianti • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:30 WIB

Proliga 2026 memanas setelah Megawati Hangestri disorot pelatih Pink Spiders dan strategi double block Gresik Petrokimia bongkar kekalahan Enduro.
Proliga 2026 memanas setelah Megawati Hangestri disorot pelatih Pink Spiders dan strategi double block Gresik Petrokimia bongkar kekalahan Enduro.

JAKARTA – Proliga 2026 kembali menyita perhatian publik voli nasional. Kekalahan mengejutkan Jakarta Pertamina Enduro dari Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia tak hanya memicu reaksi di dalam negeri, tetapi juga mendapat sorotan dari kancah internasional. Nama Megawati Hangestri Pertiwi menjadi pusat perbincangan setelah dinilai tidak dimaksimalkan oleh timnya sendiri dalam laga krusial tersebut.

Isu Megawati Hangestri di Proliga 2026 kian panas setelah pelatih klub raksasa Liga Korea Selatan, Pink Spiders, Tomoko Yoshihara, angkat bicara. Ia secara terbuka mengkritik pendekatan taktik Jakarta Pertamina Enduro yang dinilai gagal menjadikan Megawati sebagai poros utama permainan. Padahal, sang opposite hitter dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi voli Asia.

Kekalahan Pertamina Enduro terjadi pada laga lanjutan Proliga 2026 putri melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di GOR FOPI Sumut Sport Center, Minggu (18/1/2026). Tim asal Jawa Timur tersebut tampil disiplin dan berhasil mengamankan kemenangan 3-1 dengan skor 25-17, 23-25, 25-18, dan 25-20.

Baca Juga: Pemain Asing Persebaya Membludak Jelang Putaran Kedua, Pedro Matos Datang, Siapa yang Tersingkir dari Bajul Ijo?

Sorotan Tomoko Yoshihara untuk Megawati

Tomoko Yoshihara, yang akrab disapa Coach Yoshi, mengaku terus memantau perkembangan Megawati Hangestri sejak sang pemain berkiprah di Liga Korea. Menurutnya, Megawati adalah primadona yang mampu mengubah standar permainan voli di Negeri Ginseng.

“Saya selalu mengikuti perkembangan Mega. Dia pemain pembeda. Namun melihat laga melawan Petrokimia, saya merasa sesak. Kekalahan itu murni kesalahan taktis karena Mega tidak dijadikan tumpuan utama,” ujar Yoshihara dalam wawancara yang beredar luas di media sosial.

Pelatih bertangan dingin tersebut menilai keputusan tidak memaksimalkan Megawati sebagai kesalahan fatal. Ia bahkan menyarankan manajemen Pertamina Enduro segera mendatangkan pemain pendamping yang sepadan agar beban tidak sepenuhnya ditanggung Megawati seorang diri.

Baca Juga: Isu Viral Rapel Pensiun 2025 Cair Januari 2026, Ini Klarifikasi Resmi TASPEN soal Kenaikan dan Pembayaran Pensiun

Pengakuan Jujur dari Kubu Lawan

Dari kubu pemenang, middle blocker Gresik Petrokimia, Shella Bernadetta, memberikan pernyataan yang tak kalah mengejutkan. Ia mengakui bahwa timnya sebenarnya sangat mewaspadai Megawati Hangestri sebelum pertandingan dimulai.

“Jujur kami takut. Kami latihan keras untuk meredam Mega karena dia ancaman terbesar Pertamina. Faktanya, dia tetap mencetak 23 poin,” ungkap Shella usai laga.

Namun menurut Shella, strategi Jakarta Pertamina Enduro justru mempermudah Petrokimia. Minimnya suplai bola dan skema serangan yang tidak terpusat pada Megawati membuat pertahanan Gresik lebih mudah bekerja.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Butuh Striker Lokal, Bernardo Tavares Buru Talenta Akademi demi Selamatkan Green Force di Super League 2025-2026

Taktik Double Block Jadi Kunci

Terlepas dari sorotan individu, kemenangan Gresik Petrokimia di Proliga 2026 tidak lepas dari penerapan strategi yang matang. Pelatih Alessandro Lodi sukses menerapkan skema double block untuk meredam cross spike Megawati yang selama ini dikenal mematikan.

Shella Bernadetta bersama Giovanni Eka diplot sebagai tembok utama di depan net. Penempatan posisi yang presisi dan timing blok yang tepat membuat serangan Pertamina Enduro kerap buntu, terutama pada set ketiga yang ditutup dengan skor 25-18.

Transisi Cepat Penentu Kemenangan

Selain pertahanan solid, efektivitas transisi bertahan ke menyerang menjadi pembeda. Setter Arneta Putri tampil cemerlang dalam mengalirkan bola dengan cepat dan akurat setelah blok atau dig berhasil dilakukan. Skema ini memudahkan Alexandra Baitenko dan Annie Mitchem mengeksekusi serangan dengan leluasa.

Baca Juga: Viral Rapel Pensiun 2026 Diklaim Cair dan Gaji Naik, PT Taspen Kediri Tegaskan Fakta Sebenarnya: Belum Ada Keputusan Pemerintah

Sebaliknya, Jakarta Pertamina Enduro mulai kehilangan fokus akibat tekanan bertubi-tubi. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan kolektif dan disiplin taktik mampu menundukkan tim bertabur bintang sekalipun.

Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi Pertamina Enduro di Proliga 2026. Publik kini menanti, apakah manajemen akan merespons kritik dengan perubahan strategi, atau justru membiarkan Megawati Hangestri kembali berjuang sendirian di lapangan.

Editor : Novica Satya Nadianti