JAKARTA –Isu Kurzawa ke Persib Bandung kini tak lagi hanya ramai di level nasional. Media Italia ikut memanaskan rumor transfer tersebut, menandakan bahwa manuver Maung Bandung mulai menarik perhatian Eropa. Klub kebanggaan Jawa Barat itu disebut tengah bersiap menambah kekuatan demi menghadapi dua ajang bergengsi secara bersamaan: Liga 1 dan AFC Champions League 2.
Sorotan datang dari media Italia, Tuttomercatoweb, yang mengutip laporan media Prancis terkait situasi terkini Layvin Kurzawa. Mantan bek kiri Paris Saint-Germain itu disebut masih menjadi opsi serius Persib, meski terdapat catatan penting soal kebugaran sang pemain. Pemberitaan ini langsung memicu diskusi luas di kalangan bobotoh.
Media Italia Soroti Risiko Transfer Kurzawa
Dalam laporannya, media Italia menyoroti fakta bahwa Kurzawa cukup lama tanpa klub sejak kontraknya berakhir. Selain itu, riwayat cedera otot yang kerap kambuh sepanjang karier profesionalnya di Eropa menjadi perhatian khusus. Kondisi tersebut dinilai sebagai risiko besar bagi klub yang ingin merekrutnya.
Meski demikian, Kurzawa ke Persib Bandung tetap dianggap masuk akal dari sisi kebutuhan tim. Persib saat ini membutuhkan bek kiri berpengalaman, menyusul kabar bahwa Federico Barba berpeluang kembali ke Eropa karena alasan keluarga. Situasi ini membuat manajemen harus bergerak cepat mencari pengganti sepadan.
Keberadaan pemain Prancis di dalam skuad Persib diyakini bisa menjadi faktor pendukung adaptasi Kurzawa. Kehadiran rekan senegara tersebut berpotensi mempercepat proses penyesuaian, baik secara budaya maupun taktikal.
Rumor Pemain Jebolan Piala Dunia Menguat
Tak hanya Kurzawa, Persib Bandung juga dirumorkan membidik sejumlah pemain jebolan Piala Dunia. Salah satu nama yang paling santer adalah Jesse Lingard, mantan bintang Manchester United dan tim nasional Inggris. Lingard disebut berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan FC Seoul berakhir pada Januari 2026.
Nama lain yang mencuat adalah bek berpengalaman Terence Kongolo, yang juga tengah tanpa klub. Kehadiran pemain dengan pengalaman di level tertinggi dunia dianggap mampu membawa mentalitas juara ke ruang ganti Pangeran Biru.
Jika rumor ini benar-benar terealisasi, Persib akan memiliki kombinasi ideal antara kualitas teknis dan pengalaman internasional. Bagi bobotoh, kabar Kurzawa ke Persib Bandung dan pemain jebolan Piala Dunia ini menjadi sinyal kuat bahwa klub sedang menjalankan rencana besar secara senyap.
Persib Butuh Kedalaman Skuad untuk Dua Ajang
Secara performa, Persib tampil impresif di paruh musim. Raihan 38 poin dari 17 pertandingan menegaskan status Maung Bandung sebagai kandidat terkuat juara Liga 1. Namun tantangan sebenarnya justru menanti di putaran kedua yang jauh lebih padat dan berat.
Selain Liga 1, Persib juga membawa beban besar di AFC Champions League 2. Pengamat sepak bola menilai Persib mutlak membutuhkan tambahan amunisi agar tetap kompetitif di dua kompetisi sekaligus. Mengandalkan 11 pemain inti di tengah jadwal padat dinilai berisiko tinggi.
Kehadiran pemain anyar diharapkan bukan sekadar pelapis, melainkan katalis yang memberi dimensi baru dalam skema permainan Bojan Hodak. Kedalaman skuad menjadi kunci agar ritme permainan tetap terjaga hingga akhir musim.
Sadil Ramdani Ungkap Rahasia Solidnya Tim
Di tengah isu transfer, kabar positif datang dari internal tim. Sadil Ramdani mengungkapkan bahwa kunci performa gemilang Persib bukan hanya taktik, tetapi ikatan kekeluargaan yang kuat antarpemain. Atmosfer ruang ganti yang positif disebut menjadi modal utama dalam perjalanan panjang musim ini.
Baca Juga: Jajá ke Persebaya Cuma Isu? Pelatih Buka Suara Tegas: Semua Masih Spekulasi, Belum Ada Nama Baru
Peran Bojan Hodak juga dinilai krusial dalam menjaga motivasi pemain. Selain itu, para pemain senior dan pemimpin di lapangan aktif menularkan mental juara agar konsistensi tetap terjaga.
Dengan kondisi tim yang solid, dukungan bobotoh yang masif, serta rumor Kurzawa ke Persib Bandung yang terus menguat, Maung Bandung menunjukkan keseriusan untuk membawa trofi kembali bersemayam di Kota Kembang.
Editor : Dyah Wulandari