BANTUL – Persebaya Surabaya kembali menunjukkan kelasnya di kompetisi Liga 1. Bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Bajul Ijo tampil efektif dan sukses membungkam PSIM Yogyakarta dengan skor telak 0-3. Kemenangan ini menjadi bukti nyata kedewasaan permainan, kekuatan mental, serta efektivitas serangan Persebaya di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares.
Sejak awal pertandingan, PSIM Yogyakarta langsung mengambil inisiatif permainan. Bermain di hadapan publik sendiri, Laskar Mataram tampil agresif dengan tempo tinggi. Penguasaan bola lebih banyak dikuasai PSIM melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan cepat dari lini tengah. Tekanan beruntun sempat membuat Persebaya Surabaya lebih banyak bertahan dan menunggu celah untuk melakukan serangan balik.
Namun, dominasi PSIM tak serta-merta membuahkan hasil. Persebaya Surabaya justru tampil sangat disiplin dengan organisasi pertahanan yang rapat. Bernardo Tavares kembali menerapkan skema khasnya, yakni bertahan solid lalu mematikan lawan lewat transisi cepat. Jarak antarlini dijaga kompak sehingga ruang gerak pemain PSIM di area berbahaya menjadi terbatas.
Gol Pembuka dari Skema Serangan Balik
Momen krusial terjadi pada menit ke-34. Berawal dari umpan terobosan tajam Malik Risaldi yang membelah lini belakang PSIM, bola mengarah ke Bruno Moreira. Meski pergerakannya langsung ditutup bek lawan, kecerdikan Bruno menjadi pembeda. Dengan sentuhan backheel cerdas, bola dialirkan ke Gali Freitas yang muncul dari lini kedua. Tanpa ragu, Gali Freitas melepaskan penyelesaian akhir berkelas yang membawa Persebaya unggul 0-1.
Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. PSIM Yogyakarta meningkatkan intensitas serangan melalui De Valente dan Hermin Neljet Jetta. Sejumlah peluang tercipta, termasuk tembakan jarak jauh yang mengarah ke sudut gawang. Namun, Ernando Ari tampil luar biasa di bawah mistar. Kiper Persebaya itu melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk menjaga keunggulan tim tamu hingga turun minum.
Babak Kedua, Kedalaman Skuad Persebaya Bicara
Memasuki babak kedua, PSIM tetap mencoba menekan. Pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor. Akan tetapi, Persebaya Surabaya justru semakin nyaman. Garis pertahanan diturunkan sedikit lebih dalam, dengan fokus mematikan pergerakan pemain kunci PSIM. Saat mendapatkan peluang, Bajul Ijo langsung melancarkan serangan balik cepat yang berbahaya.
Hasilnya terlihat pada menit ke-73. Rekrutan asing terbaru Persebaya, Bruno Pereira, mencatatkan debut manis. Mendapat ruang di luar kotak penalti, Bruno Pereira melepaskan tendangan keras kaki kiri yang meluncur deras dan tak mampu dibendung kiper PSIM. Skor berubah menjadi 0-2 dan semakin memukul mental tuan rumah.
Baca Juga: Pengprov Lantik Pengurus Pengkab PELTI Blitar Masa Bakti 2025-2029, Ini Dia Sosok Nakhoda Barunya
Gol Ketiga Kunci Kemenangan Telak
Belum puas, Persebaya kembali menunjukkan kualitas individunya pada menit ke-83. Berawal dari penguasaan bola di lini tengah, seorang pemain Persebaya melakukan solo run berkelas dengan melewati beberapa pemain PSIM sebelum menuntaskan peluang dengan tenang. Gol ketiga ini memastikan kemenangan telak 0-3 bagi Persebaya Surabaya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, PSIM Yogyakarta tak mampu mencetak gol balasan. Persebaya menutup laga dengan performa nyaris sempurna, mengombinasikan disiplin taktik, efektivitas serangan, dan penampilan individu yang menentukan.
Kemenangan ini membawa Persebaya Surabaya naik ke peringkat enam klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 31 poin dari 18 pertandingan. Sementara PSIM Yogyakarta harus puas berada di posisi tujuh dengan 30 poin. Meski kalah, dominasi permainan PSIM tetap menjadi modal penting untuk laga selanjutnya, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Editor : Dyah Wulandari