JAKARTA – Persija Jakarta memang baru saja meraih kemenangan penting, namun pekerjaan rumah justru semakin menumpuk. Skuad Persija Jakarta terlalu gemuk usai kedatangan sejumlah pemain anyar, terutama di lini belakang. Situasi ini memaksa pelatih Mauricio Souza dan manajemen klub mengambil keputusan besar demi menjaga keseimbangan tim.
Masalah utama yang dihadapi Persija Jakarta bukan hanya soal persaingan posisi, tetapi juga regulasi. Saat ini, Macan Kemayoran memiliki 12 pemain asing di dalam skuad, sementara regulasi Super League 2025–2026 hanya mengizinkan 11 pemain asing untuk didaftarkan. Artinya, satu nama harus dikorbankan.
Di tengah momentum positif tim, keputusan tersebut tak bisa dihindari.
Kedatangan Patinama dan Paulo Ricardo Bikin Lini Belakang Padat
Persija Jakarta dipastikan melakukan rotasi skuad menyusul masuknya dua pemain anyar, yakni Shen Patinama dan Paulo Ricardo. Keduanya menambah kekuatan, namun sekaligus memadatkan lini belakang Macan Kemayoran.
Shen Patinama direkrut untuk memperkuat sektor bek kiri, sementara Paulo Ricardo diplot sebagai tambahan di jantung pertahanan. Padahal, posisi bek tengah Persija sudah dihuni nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Tales Lira.
Kondisi ini membuat komposisi lini belakang Persija tergolong penuh dan memaksa tim pelatih melakukan evaluasi mendalam.
Tales Lira Aman, Sorotan Beralih ke Alan Cardoso
Sebelumnya, Tales Lira sempat dikaitkan dengan isu pemanggilan kembali oleh Arema FC. Namun rumor tersebut langsung ditepis Mauricio Souza. Pelatih asal Brasil itu menegaskan Tales akan bertahan hingga akhir musim.
Dengan kepastian tersebut, sorotan pun beralih ke Alan Cardoso. Bek kiri asal Brasil itu kini berada dalam posisi sulit. Persija Jakarta saat ini memiliki tiga opsi di sektor bek kiri, yakni Alan Cardoso, Doni Tri Pamungkas, dan Shen Patinama.
Doni belakangan semakin sering dipercaya tampil sebagai starter, sementara Shen Patinama datang dengan status pemain timnas Indonesia. Persaingan pun semakin ketat.
Meski masa depan Alan Cardoso belum jelas, Mauricio Souza tetap memberikan pujian. Ia mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Alan dan menilai sang pemain selalu tampil maksimal setiap kali mendapat kesempatan.
Secara statistik, Alan Cardoso masih berkontribusi dengan mencatatkan 18 penampilan musim ini. Namun, menit bermainnya terus menurun seiring perubahan pilihan pelatih.
Pemain Asing Dapat Kritik, Ini Respons Alano dan Emaxwell
Di tengah isu skuad gemuk, dua pemain asing Persija Jakarta, Alano dan Emaxwell Souza, juga mendapat sorotan tajam dari Jak Mania. Kritik muncul meski Persija menang 2-0 atas Madura United di pekan ke-18.
Keduanya dinilai terlalu egois dan kerap memilih aksi individu ketimbang mengalirkan bola ke rekan setim yang lebih bebas. Situasi ini membuat sejumlah peluang emas gagal dimaksimalkan.
Namun, Alano dan Emaxwell memilih bersikap dewasa. Melalui kolom komentar di media sosial, Emaxwell menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemain dan suporter. Ia menilai energi negatif hanya akan merugikan tim.
Emaxwell sendiri membuktikan kontribusinya dengan memimpin daftar top skor sementara Super League dengan 11 gol.
Senada, Alano juga mengajak Jak Mania tetap bersatu. Dengan torehan enam gol dan tiga assist, ia menegaskan komitmennya bermain demi lambang Persija Jakarta.
Doni Tri Pamungkas Menjawab Persaingan
Di tengah ketatnya persaingan bek kiri, Doni Tri Pamungkas justru tampil gemilang. Saat Persija menundukkan Madura United 2-0, Doni bermain selama 83 menit dan dinobatkan sebagai man of the match.
Bek berusia 21 tahun itu tampil disiplin, solid dalam bertahan, serta aktif membantu serangan. Penampilannya berperan besar dalam keberhasilan Persija mencatatkan clean sheet.
Menariknya, performa impresif Doni hadir di tengah tekanan persaingan dengan Alan Cardoso dan Shen Patinama. Alih-alih tertekan, Doni justru menjawabnya dengan performa terbaik.
Dengan kondisi skuad Persija Jakarta terlalu gemuk, keputusan soal pemain asing yang dilepas kini menjadi krusial. Siapa yang akan dikorbankan demi regulasi dan keseimbangan tim? Jawabannya tinggal menunggu waktu.
Editor : Dyah Wulandari