SURABAYA – Kabar kurang sedap mendadak menghampiri persiapan Persebaya Surabaya jelang laga krusial kontra Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2). Di tengah ambisi menjaga rekor 13 laga tak terkalahkan, tim asuhan Bernardo Tavares justru dihantam badai kebugaran. Dalam sesi latihan resmi terakhir, tiga pilar utama yakni Ernando Ari, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba tidak terlihat bergabung dengan skuad utama.
Situasi ini menjadi tantangan berat bagi Persebaya Surabaya untuk mempertahankan momentum superioritas mereka di papan atas klasemen. Absennya Ernando Ari di bawah mistar serta hilangnya daya dobrak Malik Risaldi dan Bruno Paraiba memaksa Tavares untuk meramu strategi darurat. Meski kondisi tim diakui belum mencapai level 100 persen, pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa kedalaman skuad Bajol Ijo akan berbicara banyak di lapangan.
"Kami harus memaksimalkan opsi yang ada. Pemain yang tersedia akan memberikan performa terbaik demi meraih hasil maksimal di kandang sendiri," ujar Tavares menanggapi kondisi timnya yang pincang. Berikut adalah analisis strategi dan prediksi komposisi pemain yang kemungkinan besar diturunkan untuk meredam ancaman tim tamu.
Benteng Pertahanan: Andika Ramadhani Siap Unjuk Gigi
Absennya Ernando Ari membuka jalan bagi Andika Ramadhani untuk mengawal gawang Persebaya Surabaya. Kiper berusia 27 tahun ini merupakan pelapis yang memiliki kualitas mumpuni dengan catatan satu clean sheet dari dua penampilannya musim ini. Di depannya, duet kokoh Leo Lelis dan Risto Mitrevski akan tetap menjadi pilar utama di jantung pertahanan. Pengalaman kedua bek asing ini sangat dibutuhkan untuk mematikan pergerakan lawan, terutama dalam situasi bola mati.
Di sektor bek sayap, Catur Pamungkas dipastikan tetap mengisi sisi kanan. Pemain yang telah mencatatkan 4 assist musim ini tersebut dikenal stabil dalam bertahan namun sangat agresif saat membantu serangan. Sementara itu, sisi kiri akan dipercayakan kepada Jefferson, rekrutan Januari 2026 asal Brazil yang mulai menunjukkan adaptasi cepat dengan koleksi satu assist dalam tiga laga debutnya.
Lini Tengah: Keseimbangan Antara Jangkar dan Kreator
Absennya beberapa pilar menyerang membuat peran lini tengah Persebaya Surabaya menjadi semakin vital. Rachmat Irianto diprediksi akan bertugas sebagai jangkar alias gelandang bertahan untuk memutus alur serangan lawan. Mobilitas Irianto akan didukung oleh talenta muda Toni Firmansyah yang diharapkan mampu menjaga ritme permainan.
Sebagai motor serangan, Francisco Rivera tetap menjadi tumpuan utama. Pemain asal Meksiko ini merupakan nyawa permainan Bajol Ijo dengan torehan 5 gol dan 6 assist. Visi bermain Rivera akan menjadi kunci utama dalam mendistribusikan bola ke lini depan, sekaligus menjadi penghubung antara transisi bertahan ke menyerang yang selama ini menjadi kekuatan tim asuhan Tavares.
Lini Depan: Kecepatan Gali Freitas dan Kembalinya Bruno Moreira
Kabar gembira datang dari kembalinya Bruno Moreira yang siap mengisi sektor penyerang sayap kiri. Kehadiran pemain asal Brazil ini seolah menjadi oase di tengah krisis pemain depan. Bruno akan bekerja sama dengan Gali Freitas di sisi kanan. Kecepatan dan keberanian Gali dalam duel satu lawan satu diharapkan mampu membongkar pertahanan berlapis Bhayangkara FC.
Sebagai ujung tombak, Mihailo Perovic diprediksi akan tampil sejak menit awal. Meski baru mengemas empat gol, postur fisik Perovic sangat berguna sebagai targetman untuk memenangkan duel udara dan membuka ruang bagi para pemain sayap. Dengan komposisi ini, Persebaya Surabaya tetap memiliki peluang besar untuk mengamankan tiga poin di hadapan Bonek dan Bonita, asalkan disiplin dalam menjaga transisi dan efektif dalam penyelesaian akhir.
Editor : Natasha Eka Safrina