Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rekor 13 Laga Tak Terkalahkan Persebaya Surabaya Hancur di GBT! Teror Moussa Sidibe Bungkam Bonek di Pekan ke-21 Super League

Natasha Eka Safrina • Minggu, 15 Februari 2026 | 15:25 WIB

Persebaya Surabaya pincang lawan Bhayangkara FC! Tanpa Ernando Ari dan Malik Risaldi, intip racikan darurat Bernardo Tavares demi amankan poin di GBT.
Persebaya Surabaya pincang lawan Bhayangkara FC! Tanpa Ernando Ari dan Malik Risaldi, intip racikan darurat Bernardo Tavares demi amankan poin di GBT.

SURABAYA – Kabar mengejutkan datang dari Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Tren positif yang selama ini dijaga ketat oleh Persebaya Surabaya akhirnya harus terhenti secara dramatis. Dalam lanjutan pekan ke-21 Super League, skuad kebanggaan warga Kota Pahlawan ini dipaksa menyerah di tangan tim tamu, Bhayangkara FC, dengan skor yang menyesakkan dada.

Pertandingan yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Bhayangkara FC ini berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Bermain di bawah guyuran hujan deras, mental para pemain Bajul Ijo benar-benar diuji. Sayangnya, dominasi yang ditunjukkan di awal laga tidak cukup untuk membendung efektivitas serangan balik tim tamu yang tampil sangat klinis.

Kekalahan ini sekaligus memutus catatan manis rekor 13 laga tak terkalahkan milik Persebaya Surabaya. Stadion GBT yang biasanya angker bagi lawan, kali ini justru menjadi saksi bisu runtuhnya pertahanan rapat yang digalang oleh anak asuh Bernardo Tavares. Faktor kebugaran pemain disinyalir menjadi penyebab utama tumpulnya permainan tim asal Surabaya ini.

Baca Juga: Viral Rapel Gaji Pensiun 2025 dan Kenaikan Pensiun 2026, Benarkah Sudah Cair? Ini Penjelasan Resmi PT TASPEN

Babak Pertama: Petaka dari Bola Mati dan Serangan Balik

Baru satu menit laga berjalan, Persebaya Surabaya sebenarnya langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan hingga membuahkan tendangan bebas dan beberapa sepak pojok. Namun, rapatnya barisan pertahanan Bhayangkara FC membuat upaya Francisco Rivera dan kawan-kawan selalu menemui jalan buntu.

Petaka bagi tuan rumah dimulai pada menit ke-26. Berawal dari skema tendangan bebas yang dieksekusi dengan cerdik oleh Moussa Sidibe, bola meluncur ke jantung pertahanan. Henry Doumbia yang lepas dari pengawalan berhasil menyambut umpan tersebut dan menjebol gawang Andika Ramadhani. Skor 0-1 membuat publik GBT terhenyak.

Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Bajul Ijo justru kembali bobol di masa injury time babak pertama (45+2). Melalui skema serangan balik cepat, Ryo Matsumura melepaskan umpan matang yang disambut oleh Moussa Sidibe. Dengan penyelesaian dingin, Sidibe menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 0-2 sebelum turun minum.

Baca Juga: Viral PP Pesangon dan Kenaikan Pensiun Disebut Segera Diteken 15 Februari, PT TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Badai Cedera dan Virus Lumpuhkan Kekuatan Bajul Ijo

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan alasan di balik penurunan performa timnya. Sebelum laga dimulai, Tavares sebenarnya sudah memberikan peringatan bahwa skuadnya tidak dalam kondisi 100 persen. Badai cedera hingga serangan virus seperti demam dan diare ternyata menghantam ruang ganti tim.

"Skuad kami tampil tidak maksimal karena banyak pemain cedera. Ada yang demam, diare, hingga terkena virus," terang pelatih asal Portugal tersebut. Kondisi fisik yang kedodoran ini terlihat jelas saat para pemain seringkali terlambat menutup ruang gerak pemain kunci lawan seperti Moussa Sidibe dan Ryo Matsumura yang tampil sangat lincah di lini tengah.

Tavares juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah meremehkan Bhayangkara FC. Menurutnya, lawan memiliki pemain-pemain yang merupakan pilar kunci di klub-klub besar sebelumnya. Kehadiran eks pemain Persis Solo dan Persija Jakarta di kubu lawan memberikan dimensi serangan yang sulit diantisipasi oleh skuad cadangan Persebaya yang terpaksa diturunkan.

Baca Juga: Viral Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiun Disebut Sudah Cair, PT TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Upaya Bangkit Mihailo Perovic yang Terlambat

Memasuki babak kedua, Tavares melakukan sejumlah rotasi untuk menambah daya dobrak. Persebaya Surabaya sempat membuka harapan melalui gol yang dilesakkan oleh penyerang asing mereka, Mihailo Perovic. Gol tersebut sempat membakar semangat ribuan Bonek yang hadir untuk terus memberikan dukungan tanpa henti.

Namun, sisa waktu yang ada tidak cukup bagi Persebaya untuk menyamakan kedudukan. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan untuk kemenangan Bhayangkara FC. Meski kalah, perjuangan para pemain di lapangan tetap mendapat apresiasi, mengingat kendala medis yang sedang dialami internal tim.

Kini, tugas berat menanti tim pelatih untuk segera memulihkan kondisi fisik para pemain. Kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi total agar Persebaya Surabaya bisa kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya dan tetap bersaing di papan atas klasemen Super League.

Baca Juga: Konvoi Bobotoh Usai Persib vs Persija 1-0 Bikin Bandung Macet Total, Pesta Kembang Api di GBLA Viral

Editor : Natasha Eka Safrina
#gelora bung tomo #Bernardo Tavares #moussa sidibe #persebaya surabaya