Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pengakuan Megawati Hangestri Sengaja Mengalah di Proliga 2026 Berujung Polemik, Yola Yuliana Murka dan Vanja Bukilic Buka Suara

Edo Trianto • Minggu, 15 Februari 2026 | 18:50 WIB

Pengakuan Megawati Hangestri Sengaja Mengalah di Proliga 2026 Berujung Polemik, Yola Yuliana Murka dan Vanja Bukilic Buka Suara
Pengakuan Megawati Hangestri Sengaja Mengalah di Proliga 2026 Berujung Polemik, Yola Yuliana Murka dan Vanja Bukilic Buka Suara

BLITAR KAWENTAR - Pengakuan Megawati Hangestri sengaja mengalah di Proliga 2026 memicu polemik panas usai Jakarta Pertamina Enduro takluk 1-3 dari Jakarta Livin Mandiri pada lanjutan putaran kedua seri Bojonegoro. Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian publik dan memanaskan rivalitas menuju babak final four.

Isu pengakuan Megawati Hangestri sengaja mengalah di Proliga 2026 mencuat setelah sang opposite menyebut timnya tidak mengeluarkan seluruh strategi demi menjaga kejutan di fase gugur. Di sisi lain, kubu Livin Mandiri merespons keras dan menilai kemenangan mereka tidak pantas diremehkan.

Laga yang berlangsung di GOR Utama Bojonegoro itu berakhir dengan skor 3-1 untuk Livin Mandiri dalam ajang Proliga 2026. Kekalahan tersebut memang mengejutkan, mengingat Pertamina Enduro sebelumnya tampil konsisten sepanjang musim reguler.

Baca Juga: Pria 59 Tahun Ditemukan Meninggal di Kos Rejotangan Tulungagung, Sempat Mengeluh Sakit sebelum Wafat

Megawati: Ada Strategi yang Disimpan

Dalam sesi wawancara usai pertandingan, Megawati Hangestri Pertiwi menegaskan timnya tidak panik menghadapi kekalahan tersebut. Ia menyebut final four sudah di depan mata dan ada hal-hal yang memang sengaja tidak ditampilkan.

“Kami tentu tidak pernah masuk lapangan untuk kalah, tapi kami juga harus berpikir panjang. Final four sudah dekat,” ujarnya.

Megawati menilai dalam kompetisi panjang seperti Proliga, manajemen strategi dan kondisi fisik menjadi kunci. Jadwal padat membuat risiko cedera meningkat, sehingga tim perlu mengatur rotasi dan variasi serangan agar tidak mudah terbaca lawan.

Menurutnya, lebih baik belajar dari kekalahan di fase reguler daripada terpeleset saat fase penentuan. Ia memastikan target utama tim bukan sekadar lolos final four, melainkan melangkah sejauh mungkin menuju gelar juara.

Baca Juga: Kisah Abidah, Mahasiswi UIN SATU Tulungagung Juara MTQ 2024 yang Konsisten Ajarkan Tilawah sejak Remaja

Yola Yuliana Tak Terima Diremehkan

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari kapten Livin Mandiri, Yola Yuliana. Ia mengaku geram karena merasa kemenangan timnya dianggap tidak murni.

“Kami menang karena kerja keras, bukan karena mereka menyimpan strategi,” tegas Yola.

Menurutnya, setiap pertandingan adalah pertaruhan profesionalisme dan harga diri. Ia menolak narasi bahwa Livin Mandiri menang karena lawan tidak tampil serius.

Yola menambahkan, jika memang memiliki strategi hebat, seharusnya digunakan di lapangan. Baginya, kemenangan 3-1 adalah bukti timnya tampil lebih siap dan solid pada malam itu.

Kemenangan tersebut juga menjaga peluang Livin Mandiri menuju final four. Tambahan tiga poin membuat persaingan papan atas semakin ketat dan membuka kemungkinan duel ulang sarat gengsi di fase gugur.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Tulungagung Jelang Ramadan 2026 Relatif Stabil, Cabai, Bawang, dan Ayam Naik Tipis

Vanja Bukilic Jadi Penyeimbang

Di tengah polemik, nama Vanja Bukilic ikut menjadi sorotan. Sahabat Megawati saat memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks itu memberikan pandangan yang lebih netral.

Vanja menilai pernyataan Megawati soal strategi tidak seharusnya ditafsirkan sebagai bentuk meremehkan lawan. Namun, ia juga menegaskan setiap kemenangan tetap harus dihargai.

“Saya mengenal Megawati sebagai pemain kompetitif. Tapi di sisi lain, kemenangan tim yang menang juga harus dihormati,” ujarnya.

Menurut Vanja, dalam liga mana pun, termasuk saat ia bermain di Korea Selatan, tim kerap memikirkan fase playoff atau final sejak jauh hari. Namun, polemik seharusnya diselesaikan lewat performa di lapangan, bukan perang pernyataan.

Ia yakin baik Megawati maupun Yola adalah atlet profesional yang memiliki mental kuat untuk membuktikan kualitas di momen penting.

Baca Juga: Rutin Santuni 102 Anak Yatim Setiap Jumat Legi, Wujud Kepedulian Sosial Karyawan PG Modjopanggoong Tulungagung

Klarifikasi: Isu Sengaja Mengalah Ternyata Hoaks

Menariknya, di akhir penelusuran yang beredar di media sosial, narasi tentang sengaja mengalah disebut sebagai konten karangan untuk tujuan edukasi. Video tersebut dibuat untuk mengingatkan publik agar lebih bijak menyaring informasi, terutama di tengah maraknya berita fiktif di platform digital.

Artinya, publik diminta tidak langsung mempercayai setiap pernyataan sensasional tanpa konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Terlepas dari polemik tersebut, persaingan menuju final four Proliga 2026 dipastikan semakin panas. Jika kembali bertemu di fase gugur, duel antara Pertamina Enduro dan Livin Mandiri tak hanya soal taktik dan teknik, tetapi juga pembuktian mental.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana kedua tim menjawab rivalitas ini di lapangan. Seperti kata Vanja Bukilic, pada akhirnya kualitas permainanlah yang akan menentukan.

 

Editor : Edo Trianto
#Proliga #Megawati Hangesti #Voli putri #Yola Yuliana #jakarta pertamina enduro