Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hati-hati! Ramadan Bukan Sekadar Pindah Jam Makan: Simak Pesan Penting Agar Tak Terjebak Tradisi yang Sia-sia

Satria Wira Yudha Pratama • Jumat, 20 Februari 2026 | 11:10 WIB

Jangan sampai puasa sia-sia! Pahami esensi Ramadan sebagai bulan tobat dan ibadah, bukan sekadar tradisi begadang, foya-foya makanan, atau menonton sinetron.
Jangan sampai puasa sia-sia! Pahami esensi Ramadan sebagai bulan tobat dan ibadah, bukan sekadar tradisi begadang, foya-foya makanan, atau menonton sinetron.

BLITAR  – Bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum emas bagi setiap Muslim untuk kembali kepada Allah (Inabah) dan mewujudkan ketakwaan yang sebenar-benarnya.

Namun, fenomena yang sering terjadi di berbagai belahan dunia menunjukkan adanya pergeseran makna, di mana Ramadan justru dijadikan bulan untuk begadang tanpa tujuan ibadah, berfoya-foya dalam urusan makanan, hingga tenggelam dalam tontonan sinetron yang menyita waktu zikir dan tadarus Al-Qur'an.

Baca Juga: Persaingan Kiper Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026 Memanas, Emil Audero Cetak Rekor Clean Sheet, Maarten Paes Terancam Tersisih?

​Banyak umat Muslim yang tanpa sadar hanya mengubah jadwal makan siang menjadi makan malam, namun tetap tidak meninggalkan perilaku buruk.

Praktik puasa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, gunjingan (ghibah), adu domba (namimah), hingga ketidakmampuan menjaga mata di alam nyata maupun maya (media sosial), hanya akan membuat puasa menjadi sia-sia dan kehilangan hikmah disyariatkannya

Baca Juga: Gebrakan John Hertman Coret 6 Naturalisasi Jelang FIFA Series 2026, Skuad Timnas Indonesia Berubah Total dan Panaskan Polemik Asia Tenggara

​Selain itu, perlu dipahami kembali makna doa "Minal Aidin wal Faizin" yang sering diucapkan saat Idulfitri.

Kalimat tersebut bukanlah berarti "mohon maaf lahir dan batin", melainkan sebuah doa agar kita termasuk orang-orang yang kembali kepada Allah dengan pengampunan (Minal Aidin) dan menjadi orang yang beruntung dengan pahala yang berlipat ganda (Wal Faizin).

Baca Juga: Piala AFF U-17 2026 Jadi Penentuan! 42 Gol Semusim dan Pemain Berdarah Jerman Tanpa Naturalisasi Masuk Radar Timnas Indonesia

Dengan menyongsong Ramadan melalui persiapan mental dan semangat ibadah yang benar, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberuntungan sejati dan ampunan di bulan mulia ini.(*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#berita islami #Esensi Ramadan #minal aidin wal faizin #puasa #ramadan