BLITAR KAWENTAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai memetakan bakal calon siswa untuk program Sekolah Rakyat (SR) yang ditargetkan beroperasi pada Juli 2026.
Pada tahap awal, sekolah berkonsep asrama tersebut akan menampung 270 siswa dari keluarga kurang mampu.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, SR ini dibangun sebagai fasilitas pendidikan bagi warga yang kurang mampu melalui program pemerintah pusat.
“Dalam waktu dekat kami mulai memverifikasi dan memetakan siswa-siswi warga kota yang nantinya bisa bersekolah di sekolah rakyat ini,” ungkapnya, Rabu (13/5/2026).
Sekolah tersebut, jelas dia, nantinya melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem asrama. Dia menyebut fasilitas yang disiapkan sudah cukup lengkap mulai ruang belajar, tempat tinggal siswa, fasilitas olahraga, hingga tempat ibadah. “Ini sekolah asrama, jadi siswa menginap di sini. Fasilitasnya sangat memadai dan lengkap,” katanya.
Mas Ibin-sapaan akrab wali Kota Blitar ini mengaku, pembangunan saat ini sudah mendekati 50 persen dan ditargetkan selesai pada Juni 2026. Setelah proses finishing, sekolah direncanakan mulai digunakan pada tahun ajaran baru sekitar Juli atau Agustus mendatang.
“Pembangunan dikebut siang malam supaya bisa segera digunakan. Pada tahun ajaran baru, siswa yang ada sudah bisa memanfaatkan sekolah ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar Eka Atikah mengatakan, untuk tahap awal operasional SR ini akan diisi masing-masing 90 siswa untuk setiap jenjang SD, SMP dan SMA.
“Sekarang masih tahap verifikasi calon siswa penerima manfaat, diupayakan semua jenajang akan terisi semua,” ujarnya.
Baca Juga: Jawa Pos Radar Blitar Siap Kolaborasi Gelar Diklat Jurnalistik 2026 bersama MTsN Se-Kabupaten Blitar
Ke depan, pengembangan kapasitas SR ini diperkirakan mencapai sekitar 1.000 siswa dengan total 36 rombongan belajar (rombel). (bud/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah