Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Founder Kelas Bung Karno Terus Gaungkan Pemikiran Soekarno: Kota Blitar harus Jadi Pusat Nasionalisme

Anggi Septian Andika Putra • Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:15 WIB
 Joko Pramono, Founder Kelas Bung Karno.
Joko Pramono, Founder Kelas Bung Karno.

 

BLITAR KAWENTAR - Nama Joko Pramono belakangan semakin dikenal di kalangan pegiat literasi dan kebangsaan di Kota Blitar. Selain sebagai Kepala PKBM Tunas Pratama, dia juga merupakan sosok di balik lahirnya Kelas Bung Karno, sebuah forum diskusi yang berupaya menghidupkan kembali pemikiran dan ajaran presiden pertama RI, Soekarno, khususnya pada generasi muda.

Ide mendirikan Kelas Bung Karno berangkat dari kegelisahan pribadi Joko. Sebagai warga Blitar yang hidup berdampingan dengan makam dan Perpustakaan Nasional Bung Karno, dia mengaku merasa malu karena banyak masyarakat, termasuk dirinya kala itu, belum memahami secara mendalam ajaran Sang Proklamator.

“Blitar sering disebut dapurnya nasionalisme. Tapi saya bertanya, di mana dapurnya? Di mana ruang untuk memasak dan menghidupkan pemikiran Bung Karno, khususnya agar bisa dipahami generasi muda?” ujarnya.

Baca Juga: Megawati Hangestri Bawa Manisa BBSK Menang Dramatis, Aksi Sang Megatron di Liga Turki Bikin Fans Heboh

Kegelisahan itu kemudian diwujudkan menjadi Kelas Bung Karno, sebuah ruang literasi dan diskusi yang rutin digelar dua kali dalam sebulan di Istana Gebang.

Program tersebut menggandeng Pemerintah Kota Blitar dan Perpustakaan Nasional Bung Karno dengan menghadirkan sejumlah narasumber untuk membahas pemikiran Bung Karno secara lebih kontekstual.

Menurut Joko, tujuan utama Kelas Bung Karno bukan sekadar mengenalkan sejarah, melainkan mendorong generasi muda memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Dana Pensiun PNS 2026 Bikin Heboh! ASN Bisa Dapat Rp Miliaran Sekaligus atau Uang Bulanan Seumur Hidup?

Dia menilai banyak anak muda mengenal Pancasila hanya sebagai hafalan atau simbol tanpa memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Karena itu, Kelas Bung Karno tidak hanya menghadirkan forum diskusi. Berbagai program pengembangan diri juga disiapkan, mulai kelas orasi, menulis, kepemimpinan, kreativitas digital, hingga sosial dan kewirausahaan.

Seluruh program dirancang untuk membentuk generasi muda yang kritis, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial.

Baca Juga: Uang Pesangon Pensiunan PNS 2026 Golongan 3 dan 4 Terungkap, Segini Nominal yang Cair Lewat Taspen Sesuai PP Terbaru

Sasaran utama program ini adalah Generasi Z dan generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan. Joko berharap mereka tidak sekadar mengenal Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi mampu menerjemahkan gagasan-gagasannya ke dalam tindakan nyata dan kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, dia memiliki mimpi besar menjadikan Blitar sebagai pusat pembelajaran nasionalisme berbasis pemikiran Bung Karno.

Menurutnya, wisata ke Blitar tidak cukup hanya berziarah ke makam Bung Karno, tetapi juga perlu dilengkapi ruang belajar yang memperkenalkan nilai kepemimpinan, kebangsaan, dan karakter yang diwariskan Sang Proklamator.

Baca Juga: Taspen Bongkar Hoaks Rapel Pensiunan Rp Jutaan, ASN dan Pensiunan Diminta Waspada Modus Penipuan Berkedok Pembaruan Data

“Harapannya, orang datang ke Blitar bukan hanya pulang membawa foto atau kenangan, melainkan juga membawa pemahaman dan semangat kebangsaan yang kuat,” pungkasnya.(ang/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#pemikiran #Kelas Bung Karno #Joko Pramono #PKBM Tunas Pratama #nasionalisme