BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Transfer Persib Bandung kembali menjadi perhatian setelah Dimas Drajat resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Maung Bandung. Meski kepergian penyerang berusia 29 tahun itu memunculkan spekulasi soal kedatangan pemain baru, kebutuhan utama Persib justru dinilai berada di sektor penjaga gawang, bukan lini depan.
Pembahasan mengenai transfer Persib Bandung mengemuka setelah Dimas Drajat berpamitan kepada klub. Dalam analisis yang disampaikan pada tayangan YouTube tersebut, komposisi lini serang Persib saat ini dinilai sudah cukup padat sehingga kepergian Dimas tidak secara langsung memaksa klub mencari pengganti di posisi yang sama.
Musim 2026-2027 juga akan menjadi tantangan berat bagi Persib karena harus tampil di empat ajang berbeda. Kondisi itu membuat setiap keputusan transfer menjadi perhatian besar Bobotoh.
Dimas Drajat Sulit Kembali Mendapat Tempat
Dimas Drajat sempat menjadi sosok penting bagi Persib pada musim 2024-2025. Saat David da Silva lebih sering dibekap cedera, Dimas mampu mengisi kekosongan di lini depan.
Salah satu momen yang paling dikenang adalah golnya ke gawang Persija Jakarta. Gol tersebut menjadi salah satu kontribusi yang masih diingat pendukung Persib hingga sekarang.
Namun perjalanan Dimas kemudian berubah setelah mengalami cedera cukup serius. Cedera berkepanjangan membuatnya kehilangan posisi utama dan kesulitan menemukan performa terbaik.
Pada musim berikutnya, Persib meminjamkannya ke Malut United agar memperoleh menit bermain lebih banyak.
Menit Bermain di Malut United Tetap Terbatas
Harapan mendapatkan kesempatan tampil reguler ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
Di Malut United, Dimas harus bersaing dengan sejumlah pemain depan lain sehingga hanya tampil sebanyak 12 pertandingan.
Total menit bermainnya hanya mencapai 171 menit. Ia bahkan hanya sekali dipercaya sebagai starter, yakni saat menghadapi Borneo FC pada laga terakhir musim, ketika Malut United mengalami kekalahan telak 1-7.
Situasi tersebut membuat peluang Dimas untuk kembali bersaing di Persib semakin berat.
Faktor Nonteknis Ikut Menjadi Sorotan
Selain persoalan performa dan persaingan, tayangan tersebut juga menyinggung faktor nonteknis yang sempat menjadi perhatian.
Saat Malut United menghadapi Persib, Dimas terlihat ikut merayakan gol timnya dengan penuh semangat.
Walaupun tidak ada aturan yang melarang tindakan tersebut, momen itu disebut memunculkan respons kurang positif dari sebagian Bobotoh karena status Dimas saat itu masih sebagai pemain Persib yang sedang dipinjamkan.
Hal tersebut disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi keputusan perpisahan kedua belah pihak.
Persib Dinilai Tidak Mendesak Cari Pengganti Dimas
Meski Dimas hengkang, kebutuhan Persib di lini depan dinilai masih terpenuhi.
Persib sudah memiliki sejumlah pemain yang dapat mengisi posisi penyerang maupun winger. Nama-nama seperti Balsah Sekulic, Ramon Tanque, William Barros, Ragnar Oratmangoen, Bekham Putra, Saddil Ramdani, Berginho, hingga Luka Menalo disebut membuat persaingan di sektor serang semakin ketat.
Dengan komposisi tersebut, peluang Persib merekrut pemain baru khusus untuk menggantikan Dimas dianggap cukup kecil.
Kepergian Dimas juga dinilai tidak mengubah struktur skuad secara signifikan karena pada musim sebelumnya ia lebih banyak menjalani masa peminjaman.
Posisi Kiper Justru Jadi Prioritas
Sorotan justru mengarah ke sektor penjaga gawang.
Persib saat ini hanya memiliki Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana sebagai opsi utama.
Dalam tayangan tersebut disebutkan, kebutuhan menghadapi empat kompetisi membuat Persib memerlukan tambahan penjaga gawang dengan kualitas yang mampu bersaing di level Asia.
Teja memang tampil impresif pada musim lalu dengan catatan 18 clean sheet, yang disebut sebagai rekor terbanyak dalam satu musim Liga Indonesia.
Namun performa tersebut juga dinilai tidak lepas dari solidnya lini pertahanan Persib sepanjang musim.
Karena itu, apabila Persib memiliki target lebih tinggi di kompetisi Asia, kebutuhan mendatangkan penjaga gawang baru dinilai lebih mendesak dibanding menambah penyerang.
Slot Pemain Asing Jadi Pertimbangan
Apabila Persib memilih merekrut kiper asing, konsekuensinya adalah harus mengorbankan satu slot pemain asing yang sudah ada.
Dalam pembahasan tersebut disebutkan beberapa nama yang berpotensi terdampak apabila keputusan itu diambil. Namun belum ada kepastian siapa pemain yang akan dilepas karena seluruhnya masih sebatas analisis.
Yang jelas, mempertahankan pemain asing yang tidak didaftarkan ke kompetisi dinilai bukan solusi ideal karena setiap pemain tentu menginginkan kesempatan bermain secara reguler.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari Persib mengenai tambahan pemain berikutnya. Situasi transfer Maung Bandung pun masih terus menjadi perhatian menjelang bergulirnya Super League 2026-2027.
Editor : Maylanni Diana Fitri