Biografi Soekarno, Dari Pahlawan Kemerdekaan hingga Pemimpin yang Penuh Kontroversi

Dinda Atha Putri Maharani • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Biografi Soekarno mengulas perjalanan sang proklamator, dari perjuangan kemerdekaan hingga kontroversi politik pada akhir masa pemerintahannya.
Biografi Soekarno mengulas perjalanan sang proklamator, dari perjuangan kemerdekaan hingga kontroversi politik pada akhir masa pemerintahannya.

JAKARTA - Biografi Soekarno tidak hanya berisi kisah perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia, tetapi juga perjalanan seorang pemimpin yang hingga kini masih menjadi perdebatan. Di satu sisi, Soekarno dikenang sebagai proklamator dan pembebas bangsa. Namun di sisi lain, ia juga kerap dikaitkan dengan kebijakan politik yang dianggap semakin memusatkan kekuasaan pada akhir masa pemerintahannya.

Soekarno lahir pada 1901 dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Masa mudanya disebut menjadi periode penting yang membentuk pandangan politiknya. Ia pernah tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, tokoh nasionalis yang banyak memengaruhi pemikiran generasi pergerakan Indonesia.

Meski menempuh pendidikan teknik dan berhasil menjadi seorang insinyur, Soekarno memilih terjun ke dunia perjuangan politik. Dalam video disebutkan bahwa ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927 sebagai sarana untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Baca Juga: 7 Sound Horeg Terbesar di Indonesia, Ada yang Sewanya Tembus Rp50 Juta

Selain dikenal sebagai aktivis politik, Soekarno juga disebut sebagai tokoh yang melahirkan gagasan Marhaenisme. Ideologi tersebut muncul dari pengamatannya terhadap kehidupan seorang petani kecil bernama Marhaen yang memiliki alat produksi sendiri tetapi tetap hidup dalam kemiskinan akibat sistem kolonial. Dari pemikiran itulah Soekarno berupaya menyatukan berbagai kelompok masyarakat untuk melawan kolonialisme.

Perjuangan panjang menuju kemerdekaan mencapai puncaknya pada 17 Agustus 1945 ketika Soekarno bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa itu menjadi titik awal berdirinya Republik Indonesia sebagai negara merdeka.

Namun menurut video tersebut, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Indonesia masih menghadapi berbagai ancaman dari luar maupun dalam negeri. Saat Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia, Soekarno menjalankan strategi melalui jalur diplomasi sekaligus perjuangan bersenjata.

Baca Juga: Sound Horeg Terbesar di Indonesia? Kereta Trimetreme Punya Daya 3 Juta Watt

Di satu sisi, pemerintah Indonesia melakukan berbagai perundingan untuk memperoleh pengakuan internasional. Di sisi lain, ketika terjadi agresi militer Belanda, perjuangan bersenjata tetap dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Selain menghadapi tekanan dari luar, Indonesia juga dihadapkan pada berbagai konflik internal. Dalam video disebutkan adanya peristiwa Madiun 1948 yang melibatkan PKI serta pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Menghadapi situasi tersebut, Soekarno mengambil langkah tegas dengan menggunakan kekuatan negara untuk menjaga keutuhan Indonesia.

Perubahan Arah Kepemimpinan

Video tersebut menyoroti bahwa perjalanan Soekarno kemudian memasuki fase baru ketika ia mulai mengkritik sistem demokrasi parlementer. Menurut narasi yang disampaikan, Soekarno menilai sistem tersebut menyebabkan ketidakstabilan politik karena partai-partai lebih banyak bersaing memperebutkan kekuasaan dibanding membangun negara.

Baca Juga: Sound Horeg Terbesar di Indonesia? Ini 7 Nama yang Disebut Paling Dahsyat

Puncaknya terjadi pada 5 Juli 1959 saat Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden yang mengubah arah sistem politik Indonesia. Langkah itu menjadi awal penerapan Demokrasi Terpimpin yang menempatkan peran presiden semakin dominan dalam pemerintahan.

Dalam video juga disebutkan bahwa sejumlah tokoh politik yang berbeda pandangan dengan pemerintah mengalami pembatasan ruang gerak politik. Beberapa partai politik disebut dibubarkan pada periode tersebut.

Kontroversi semakin besar ketika pada 1963 Soekarno diangkat sebagai presiden seumur hidup. Keputusan itu menjadi salah satu kebijakan yang paling sering dikaitkan dengan tudingan bahwa kekuasaan negara semakin terpusat pada satu figur.

Baca Juga: Gemilang Production Bikin Gebrakan di Jember, Full 3D System Bawa 10 Subwoofer

Di bidang ekonomi, video menggambarkan Indonesia menghadapi berbagai persoalan berat menjelang akhir pemerintahan Soekarno. Tingginya inflasi dan berbagai proyek besar negara disebut menjadi tantangan yang memperburuk kondisi ekonomi saat itu.

Situasi politik nasional kemudian berubah drastis setelah peristiwa G30S pada 30 September 1965. Tekanan politik yang muncul setelah kejadian tersebut membuat posisi Soekarno semakin melemah.

Pada 11 Maret 1966, Soekarno menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Setahun kemudian, MPRS mencabut kekuasaan kepresidenannya sehingga masa pemerintahannya berakhir.

Baca Juga: Pernak-pernik Agustusan di Kota Blitar Sepi, Pedagang Pilih Habiskan Stok Lama

Soekarno kemudian menjalani masa-masa terakhir kehidupannya dalam pengawasan hingga wafat pada 1970. Meski demikian, warisannya tetap menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia.

Hingga kini, biografi Soekarno masih menjadi bahan diskusi karena memperlihatkan dua sisi yang berbeda dalam satu tokoh: seorang pemimpin yang memimpin bangsa menuju kemerdekaan sekaligus sosok yang kebijakannya terus diperdebatkan dalam perjalanan sejarah Indonesia.

 

source:Youtube/@Stikman Jurnal

Editor : Dinda Atha Putri Maharani
biografi soekarno PNI Marhaenisme soekarno Supersemar