Gempa NTT Hari Ini M 5,6 Guncang Manggarai, Pengungsi Panik Keluar Tenda

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB
Gempa NTT Hari Ini M 5,6 mengguncang Manggarai dan membuat pengungsi panik keluar tenda. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. (PINTEREST)
Gempa NTT Hari Ini M 5,6 mengguncang Manggarai dan membuat pengungsi panik keluar tenda. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. (PINTEREST)

JAKARTA - Gempa NTT Hari Ini berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 20 Agustus 2026 dini hari. Gempa terjadi pukul 00.17 WITA dan dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Flores.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang, Arif Tiastama, mengatakan pusat gempa berada sekitar 43 kilometer sebelah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai. Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer.

Menurut analisis BMKG, gempa M 5,6 itu merupakan rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BMKG juga menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga: Gempa NTT Hari Ini M 5,2, Warga Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

Gempa Dangkal di Wilayah Flores

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa M 5,6 di Manggarai merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas Flores Back Arc.

Getaran gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Flores. BMKG mencatat intensitas guncangan mencapai IV MMI di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Nagekeo.

Sementara itu, masyarakat di Kabupaten Sumba Timur merasakan getaran dengan intensitas III hingga IV MMI. Tingkat getaran tersebut menunjukkan guncangan cukup terasa oleh masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Hingga laporan tersebut disampaikan, BMKG belum menerima informasi lebih lanjut mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa M 5,6 tersebut.

Meski demikian, guncangan kembali membuat warga yang masih berada di tenda pengungsian panik. Salah satunya terjadi di Posko Barang Kolong. Para pengungsi disebut bergegas keluar dari tenda setelah merasakan gempa yang cukup kuat.

Pengungsi Keluar Tenda Bersama Bayi

Salah seorang pengungsi, Ayu Febrianti, mengaku sedang tertidur bersama keluarganya ketika guncangan kembali terasa.

Ayu kemudian keluar dari tenda bersama suami dan anaknya yang baru berusia satu bulan. Mereka ikut keluar bersama para pengungsi lainnya untuk mengantisipasi guncangan yang kembali terjadi.

Ayu merupakan salah satu dari ribuan warga yang masih bertahan di tenda pengungsian. Mereka masih berada di lokasi pengungsian setelah rumah mengalami kerusakan dan warga mengalami trauma akibat gempa utama berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Situasi tersebut membuat gempa susulan menjadi perhatian warga yang masih tinggal di pengungsian. Guncangan yang kembali terasa pada dini hari membuat sebagian warga memilih segera keluar dari tenda.

Sehari sebelum gempa M 5,6 terjadi, tepatnya Rabu, 19 Agustus 2026, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mendatangi langsung para penyintas di Peozaka Ramba, Kabupaten Ende.

Dalam pertemuan dengan warga, Kepala BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi gempa susulan yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Suharyanto menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan yang terjadi sejauh ini cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama. Kondisi tersebut disebut akan semakin stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Baca Juga: Gempa NTT Hari Ini M 5,2, Warga Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Flores masih mungkin merasakan gempa lanjutan selama periode tersebut. Namun, kekuatannya diperkirakan tidak sebesar gempa utama.

“Dalam 2 minggu 3 minggu ke depan seluruh masyarakat di Flores ini akan mengalami gempa-gempa lanjutan. Tetapi yakin gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama,” demikian pernyataan dalam transkrip.

Terkait kekhawatiran tsunami, dalam keterangannya disebutkan bahwa berdasarkan informasi dari Kepala BMKG, gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Dengan gempa M 5,6 yang kembali mengguncang Manggarai, warga di wilayah terdampak masih menghadapi situasi penuh kewaspadaan. Terlebih, sebagian masyarakat masih tinggal di tenda pengungsian setelah gempa utama yang mengguncang Flores beberapa hari sebelumnya.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kompas.com
Gempa NTT Hari Ini Gempa Manggarai Gempa Flores bmkg ntt