Potensi Tsunami NTT Usai Gempa M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terbaru

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Potensi tsunami NTT usai gempa M7,7 dipantau BMKG. Tsunami terdeteksi di bawah 0,5 meter, sementara gempa susulan masih terjadi. (PINTEREST)
Potensi tsunami NTT usai gempa M7,7 dipantau BMKG. Tsunami terdeteksi di bawah 0,5 meter, sementara gempa susulan masih terjadi. (PINTEREST)

JAKARTA - Potensi tsunami NTT menjadi perhatian setelah gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi. BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami sekitar 2 menit 16 detik setelah gempa dan meminta masyarakat pesisir menjauhi pantai serta mengikuti jalur evakuasi.

Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG dalam siaran tersebut, episentrum berada di koordinat 8,3 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur, tepatnya di sebelah utara Flores.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan peringatan dini tsunami diberikan setelah sistem mendeteksi potensi bahaya akibat gempa dangkal berkekuatan besar tersebut. Parameter gempa kemudian diperbarui pada menit ke-11 dan pemantauan terus dilakukan.

Baca Juga: Potensi Tsunami NTT, Pakar ITS Ungkap Dampaknya ke Pesisir Jatim

Hasil monitoring menunjukkan tsunami yang terdeteksi tidak signifikan. Dari tiga sensor tsunami yang dipantau, tinggi muka air rata-rata berada di bawah 0,5 meter. Di Labuan Bajo, tinggi gelombang yang termonitor sekitar 0,36 meter atau 36 sentimeter.

"Ini sudah termonitor di tiga sensor tsunami, alhamdulillah tidak sampai tinggi sesuai dengan estimasi. Ini rata-rata di bawah 0,5 m di daerah Labuan Bajo," kata Wijayanto dalam wawancara tersebut.

Peringatan Tsunami Menjangkau Sejumlah Wilayah

Peringatan dini tsunami tidak hanya diberikan untuk satu wilayah. BMKG menyampaikan status siaga untuk sejumlah kawasan di NTT, termasuk bagian utara Manggarai Barat, bagian utara Ngada, Ende, dan Flores Timur. Peringatan juga sempat diberikan untuk Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, status waspada diberikan untuk beberapa wilayah lainnya, di antaranya Flores Timur, Bima, Dompu, dan wilayah yang disebut dalam siaran BMKG.

Wijayanto menjelaskan status siaga berkaitan dengan potensi tinggi tsunami sekitar 0,5 hingga 3 meter. Masyarakat yang berada di wilayah berstatus tersebut diminta segera menjauhi pantai dan melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi.

Untuk status waspada, masyarakat tetap diminta menjauh dari kawasan pantai dan mengikuti arahan pihak berwenang.

Peringatan dini tersebut masih terus dipantau dalam siaran tersebut. BMKG akan memperbarui informasi berdasarkan perkembangan rekaman sensor dan aktivitas gempa.

"Jadi nanti kira-kira jam tertentu kita akan update lagi, apakah ini akan kita akhiri atau seperti apa. Tapi secara kecenderungan dari hasil monitoring kita ini karena tsunaminya juga tidak signifikan, di bawah 0,5 m," ujar Wijayanto.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Selain potensi tsunami NTT, BMKG juga memantau aktivitas gempa susulan. Hingga pagi hari dalam laporan tersebut, tercatat lebih dari 10 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5. Salah satu gempa susulan yang disebut cukup signifikan memiliki magnitudo 6,2.

Aktivitas gempa susulan masih berlangsung secara fluktuatif. Wijayanto mengatakan ada gempa susulan dengan magnitudo kecil, tetapi kemudian kembali muncul gempa berkekuatan lebih dari 5. Karena waktu pemantauan masih relatif singkat, BMKG belum dapat menyimpulkan tren aktivitas gempa secara keseluruhan.

Gempa utama yang berkekuatan 7,7 juga dirasakan kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Wijayanto menyebut guncangan yang signifikan dirasakan masyarakat berlangsung sekitar 10 detik, meski sinyal gempanya tercatat cukup panjang.

Baca Juga: Potensi Tsunami NTT, Pakar ITS Ungkap Dampaknya ke Pesisir Jatim

Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah kerusakan akibat guncangan. BMKG dalam siaran tersebut menyebut adanya laporan kerusakan di Pelabuhan Maumere serta rumah rusak di Bajawa. Namun, data mengenai kerusakan dan korban masih belum dapat dipastikan secara keseluruhan.

Menurut Wijayanto, gempa dangkal dengan kekuatan besar dapat menyebabkan kerusakan, terutama pada bangunan yang tidak dirancang untuk menahan guncangan gempa.

Sementara itu, terkait kemungkinan gempa berdampak terhadap aktivitas gunung api di wilayah NTT, BMKG menyatakan belum menerima laporan dari pihak terkait dalam siaran tersebut.

Masyarakat pesisir NTT pun diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan peringatan. Selama status siaga atau waspada masih diberlakukan, warga perlu menjauhi pantai dan mengikuti instruksi evakuasi dari pemerintah daerah serta petugas di lapangan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kompas.com
Gempa NTT Gempa Flores Potensi Tsunami NTT Tsunami NTT bmkg