Sejarah NU dan Paham Ahlussunnah Wal Jamaah yang Menjadi Dasarnya

Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:40 WIB
Sejarah NU tidak lepas dari paham Ahlussunnah Wal Jamaah, fikih mazhab Syafi
Sejarah NU tidak lepas dari paham Ahlussunnah Wal Jamaah, fikih mazhab Syafi'i, serta tradisi tasawuf Imam Al-Ghazali.

 

BLITAR KAWENTAR - Nahdlatul Ulama atau NU dikenal sebagai organisasi Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Paham tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah dan identitas NU sejak organisasi tersebut berdiri pada 31 Januari 1926.

Ahlussunnah Wal Jamaah dalam sumber yang menjadi dasar artikel ini dijelaskan sebagai sikap berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan sunnah Khulafaur Rasyidin. Paham tersebut menjadi landasan dalam kehidupan keagamaan NU.

Sejarah kelahiran NU sendiri berawal dari gerakan para ulama yang ingin mempertahankan dan melestarikan Islam tradisional di Indonesia. Para ulama dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Madura berkumpul untuk membicarakan persoalan tersebut.

Baca Juga: 10 Tokoh Ulama Nahdlatul Ulama Paling Berpengaruh, Ada KH Hasyim Asy’ari hingga Gus Dur

Dalam perkembangannya, corak keagamaan NU tidak hanya berlandaskan pada satu pendekatan. Dalam bidang hukum Islam, NU menggunakan Al-Qur'an dan sunnah Nabi, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan akal serta realitas empirik.

Fikih yang Berpijak pada Mazhab

Dalam bidang fikih, NU lebih cenderung mengikuti mazhab Imam Syafi'i. Meski demikian, NU tetap mengakui tiga mazhab lainnya, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, dan Imam Hambali.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari karakter keagamaan NU. Fikih tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan teori, tetapi menjadi bagian dari praktik keagamaan masyarakat.

Baca Juga: Begini Metode Pemilihan Ahwa Muktamar NU, 9 Ulama dengan Suara Terbanyak Dipilih

Selain fikih, tasawuf juga mendapat tempat dalam tradisi keilmuan NU. Sumber tersebut menyebut NU mengembangkan pemikiran Imam Al-Ghazali dan Syekh Junaid Al-Baghdadi.

Tasawuf sendiri dijelaskan sebagai ilmu dalam agama Islam yang berfokus pada upaya menjauhi hal-hal duniawi. Salah satu perhatian utamanya adalah pembentukan akhlak serta membersihkan jiwa dari sifat tercela dan mengisinya dengan sifat terpuji.

Imam Junaid Al-Baghdadi menjadi salah satu rujukan penting karena dipandang mampu mempertemukan fikih dan tasawuf. Sikap tersebut disebut sejalan dengan pandangan NU mengenai tasawuf yang menekankan tawazun, tasamuh, dan ikhtiar.

Tradisi Keagamaan yang Hidup di Masyarakat

Corak keagamaan NU kemudian berkembang bersama tradisi masyarakat Indonesia. NU sering diidentifikasikan sebagai organisasi Islam yang memiliki basis kuat di daerah pedesaan dan dikenal sebagai kelompok tradisionalis.

Penerimaan terhadap NU juga dikaitkan dengan tradisi keagamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Beberapa kegiatan yang disebut dalam sumber antara lain tahlilan, Maulid Nabi, ziarah kubur, dan sholawatan.

Baca Juga: Lirik Syi'iran Muktamar Ke-35 NU 2026 Nurin Nabila, Sarat Doa untuk Indonesia

Tradisi tersebut menjadi salah satu alasan NU dapat diterima masyarakat luas, termasuk mereka yang tidak berasal dari lingkungan pesantren atau pendidikan formal Islam.

Corak tersebut memperlihatkan bagaimana NU berkembang bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Selain agama, NU bergerak di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi. Aktivitas tersebut ditujukan agar masyarakat dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam, baik dalam hubungan dengan Allah maupun hubungan dengan sesama manusia.

Baca Juga: Muktamar NU ke-35 Memanas, Kiai Ma’ruf Amin Soroti Isu Jual Restu

Sejarah paham keagamaan NU pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan organisasi itu sendiri. Dari Ahlussunnah Wal Jamaah, fikih, hingga tasawuf dan tradisi masyarakat, seluruhnya menjadi bagian dari identitas keagamaan yang berkembang dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Sejarah NU Mazhab Syafi'i nahdlatul ulama tasawuf Ahlussunnah wal Jamaah