BLITAR KAWENTAR - Cara ternak kenari untuk pemula dapat dimulai dengan memahami tiga tahapan dasar, yakni memilih indukan, melakukan penjodohan, serta merawat kenari saat mengeram hingga membesarkan anakan. Ketiga tahap tersebut menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan karena kesalahan sejak awal dapat membuat proses ternak tidak berjalan sesuai harapan.
Beternak kenari memang terlihat sederhana, tetapi pemula tetap membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa banyak orang tertarik beternak kenari karena melihat peluang yang menjanjikan. Namun, tidak sedikit yang mengalami kegagalan karena kurang memahami karakter indukan dan tahapan reproduksi.
Baca Juga: Harga Koi Tulungagung di Muna Koi Farm, Mulai Rp5.000 hingga Rp3 Juta
1. Pilih Indukan Kenari yang Tepat
Tahap pertama dalam cara ternak kenari untuk pemula adalah memilih indukan jantan dan betina. Pemula disarankan memulai dari kenari lokal karena dinilai lebih terjangkau dan perawatannya relatif mudah dibandingkan kenari berukuran besar.
Pemilihan indukan tidak harus berfokus pada warna atau seri. Kondisi fisik dan kesiapan reproduksi justru menjadi hal yang lebih penting.
Untuk jantan, usia minimal yang disarankan sekitar delapan bulan. Jantan yang dipilih sebaiknya aktif berbunyi, gacor, serta tidak mudah takut ketika didekatkan dengan betina.
Sementara itu, pemula dianjurkan memilih betina yang sudah pernah berproduksi. Betina yang masih dalam tahap siapan dinilai membutuhkan perlakuan lebih khusus sehingga kurang cocok bagi peternak yang baru memulai.
Kondisi fisik betina juga perlu diperhatikan. Bulu sebaiknya masih halus dan rapi, sementara bagian perut terlihat bersih. Betina yang terlalu gemuk juga perlu dihindari karena kondisi tubuh tersebut disebut dapat menyulitkan proses birahi dan bertelur.
Betina yang siap biasanya memberikan respons ketika mendengar suara jantan. Respons tersebut dapat berupa suara yang lebih nyaring, gerakan aktif, hingga posisi tubuh merunduk.
Baca Juga: Rawatan Murai Batu untuk Pekerja, Tetap Bisa Juara Tanpa Umbaran
2. Lakukan Penjodohan Secara Bertahap
Setelah mendapatkan indukan, tahap berikutnya adalah penjodohan. Proses ini membutuhkan kesabaran karena jantan dan betina tidak selalu langsung cocok.
Sebelum disatukan, kedua burung sebaiknya ditempatkan dalam kandang berbeda tetapi didekatkan. Cara ini memungkinkan jantan tetap terpancing untuk berbunyi sekaligus membuat betina terbiasa dengan keberadaan jantan.
Respons betina kemudian dapat diamati. Jika betina mulai menunjukkan ketertarikan, aktif bergerak, atau mulai mengatur bahan sarang, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kondisinya mulai siap.
Selama penjodohan, pakan juga perlu diperhatikan. Sayuran hijau seperti sawi dan pakcoy dapat diberikan, sementara telur puyuh dapat digunakan sebagai tambahan sumber protein. Pemberian tetap perlu disesuaikan dan tidak berlebihan.
Setelah kawin, sebagian peternak memilih memisahkan kembali jantan. Namun, bagi pemula, keduanya dapat dibiarkan bersama sampai betina mulai bertelur. Dalam video disebutkan betina biasanya mulai bertelur sekitar dua hingga tiga hari setelah kawin.
Baca Juga: SHGB dan SHM Punya Status Berbeda, Ini Perbedaan Hak dan Masa Berlakunya
3. Perawatan Saat Mengeram hingga Anakan
Tahap terakhir adalah merawat indukan ketika mengeram hingga anakan mulai mandiri. Saat betina sudah mengeram, kandang sebaiknya tidak sering dipindahkan. Lingkungan yang tenang dan memiliki sirkulasi udara baik diperlukan agar indukan tidak mudah terganggu.
Masa pengeraman disebut berlangsung sekitar 14 hari. Selama periode tersebut, pakan dapat difokuskan pada bijian dan air minum bersih. Sayuran dapat diberikan sesekali, tetapi jangan berlebihan.
Setelah telur menetas, perhatian beralih pada kondisi anakan. Pada beberapa hari pertama, anakan masih mengandalkan indukan untuk mendapatkan makanan. Pemberian pakan yang tidak sesuai dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada anakan.
Anakan kenari umumnya mulai belajar makan sendiri ketika memasuki usia sekitar tiga hingga empat minggu. Penyapihan sebaiknya dilakukan setelah anakan benar-benar mampu mengonsumsi bijian secara mandiri.
Kesabaran Jadi Kunci
Beternak kenari membutuhkan ketelatenan pada setiap tahap. Mulai dari memilih indukan yang sesuai, melakukan penjodohan secara perlahan, hingga memastikan indukan dan anakan mendapatkan perawatan yang tepat.
Bagi pemula, memahami dasar-dasar tersebut dapat menjadi langkah awal sebelum mengembangkan pola ternak sendiri. Konsistensi dalam perawatan dan pengamatan terhadap kondisi burung menjadi bagian penting agar proses breeding dapat berjalan dengan baik.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest