Erupsi Gunung Semeru dan Marapi Picu Hujan Abu, Warga Diminta Waspada

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:30 WIB
Erupsi Gunung Semeru dan Marapi memicu hujan abu di sejumlah wilayah. Simak status gunung dan imbauan keselamatan bagi warga. (PINTEREST)
Erupsi Gunung Semeru dan Marapi memicu hujan abu di sejumlah wilayah. Simak status gunung dan imbauan keselamatan bagi warga. (PINTEREST)

JAKARTA - Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, dan Gunung Marapi di Sumatera Barat memicu hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah permukiman. Aktivitas vulkanik kedua gunung tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana serta para penambang pasir. Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III, sedangkan Gunung Marapi berada pada status Waspada atau Level II.

Erupsi Gunung Semeru terjadi beberapa kali sejak Minggu dini hari hingga pagi. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Sebaran abu dilaporkan cenderung mengarah ke timur laut dan timur, sehingga sejumlah desa di sisi timur gunung terdampak hujan abu vulkanik dengan intensitas ringan hingga sedang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena aktivitas erupsi berlangsung berulang dalam rentang waktu beberapa jam. Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau tidak mengabaikan perkembangan aktivitas vulkanik dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

Baca Juga: Tidak Naik Kelas Mulai 2027, Ini Data Siswa SD hingga SMK yang Mengulang

Erupsi Semeru Berdampak pada Desa di Sisi Timur

Petugas pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Pos Curah Kobokan menyampaikan bahwa intensitas letusan Gunung Semeru sejak pagi terpantau cukup tinggi. Erupsi yang disertai keluarnya kolom abu menyebabkan sejumlah desa di wilayah timur gunung mengalami hujan abu vulkanik.

Abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas warga, terutama ketika sebarannya mencapai kawasan permukiman dan jalur kegiatan ekonomi. Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan serta mengurangi aktivitas di kawasan yang masuk dalam zona berbahaya.

Imbauan kewaspadaan juga ditujukan kepada para penambang pasir yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru. Mereka diminta memperhatikan batas aman yang telah ditetapkan dan tidak memaksakan pekerjaan ketika aktivitas vulkanik meningkat.

Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari puncak. Selain itu, terdapat pembatasan aktivitas pada jarak 13 kilometer dari bukaan kawah serta di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Kawasan tersebut perlu dihindari karena berpotensi terdampak bahaya erupsi dan material vulkanik.

Kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa. Warga maupun pekerja di kawasan rawan diharapkan tidak mendekati zona berbahaya meskipun kondisi di lokasi terlihat relatif aman.

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Mengarah ke Agam

Selain Semeru, aktivitas erupsi juga dilaporkan terjadi di Gunung Marapi, Sumatera Barat. Letusan pada malam hari tersebut memicu hujan abu vulkanik di sekitar Kota Bukittinggi dan wilayah Kabupaten Agam.

Berdasarkan laporan dalam tayangan tersebut, erupsi Gunung Marapi terjadi sekitar pukul 21.40 dengan durasi sekitar satu menit 19 detik. Amplitudo letusan tercatat mencapai 30 milimeter. Tidak lama setelah kejadian, abu vulkanik dilaporkan turun di sejumlah kawasan di sekitar Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa dampak erupsi tidak hanya dirasakan di kawasan dekat kawah, tetapi juga dapat menjangkau daerah lain sesuai arah dan kondisi sebaran abu. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung.

Gunung Marapi saat ini masih berstatus Waspada atau Level II. Radius aman yang disebutkan dalam laporan tersebut mencapai 4,5 kilometer dari puncak kawah. Warga dan pengunjung diminta mematuhi batas tersebut serta tidak memasuki kawasan yang dinyatakan berbahaya.

Baca Juga: Tidak Naik Kelas Mulai 2027, Ini Data Siswa SD hingga SMK yang Mengulang

Warga Diminta Mengikuti Informasi Resmi

Erupsi Gunung Semeru dan Marapi menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi aktivitas gunung api. Hujan abu dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, sementara kawasan di sekitar puncak dan aliran sungai tertentu memiliki risiko yang perlu diantisipasi.

Masyarakat disarankan mengikuti pembaruan informasi dari petugas berwenang, mematuhi rekomendasi zona aman, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga yang terdampak hujan abu juga perlu mengurangi paparan abu sesuai kondisi di lapangan.

Kewaspadaan perlu dipertahankan selama aktivitas vulkanik masih berlangsung. Dengan mengikuti arahan petugas dan menghindari zona berbahaya, masyarakat di sekitar Gunung Semeru dan Gunung Marapi diharapkan dapat mengurangi risiko akibat erupsi maupun sebaran material vulkanik.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : tvOneNews
Lumajang Gunung Semeru hujan abu vulkanik kabupaten agam gunung marapi