JAKARTA - Xiaomi kembali memperkuat posisinya di pasar ponsel pintar (smartphone) entry-level Indonesia dengan meluncurkan penerus HP terlarisnya, Redmi 14C. Ponsel ini hadir sebagai penerus Redmi 13C yang sebelumnya sukses mendongkrak penjualan Xiaomi hingga menduduki posisi pertama di Indonesia pada kuartal kedua (Q2) 2024. Redmi 14C dijual dengan harga persis sama seperti pendahulunya saat pertama kali dirilis, yakni mulai dari Rp 1,5 juta.
Secara keseluruhan, Redmi 14C ditawarkan dalam dua opsi kapasitas memori. Varian standar dibanderol Rp 1,5 juta untuk kombinasi RAM fisik 6 GB dan memori internal 128 GB. Sementara itu, opsi yang lebih tinggi dibanderol seharga Rp 1,8 juta dengan membawa RAM 8 GB serta kapasitas penyimpanan internal sebesar 256 GB. Pabrikan juga memberikan garansi resmi buatan Indonesia selama 15 bulan, atau mendapat ekstra 3 bulan dibanding garansi standar.
Redmi 14C mengusung layar berukuran 6,88 inci, yang berarti lebih besar dari pendahulunya yang berukuran 6,74 inci. Layar ini menggunakan desain poni di bagian atas, mendukung resolusi 720p, serta telah mengantongi kemampuan refresh rate hingga 120 Hz. Namun demikian, fitur refresh rate tinggi tersebut belum dapat dipaksa berjalan pada beberapa aplikasi populer seperti YouTube yang masih tertahan di 60 Hz. Tingkat kecerahan layarnya terbilang standar untuk kelas harganya, sehingga membutuhkan penyesuaian kecerahan yang cukup tinggi saat digunakan di dalam ruangan maupun di bawah terik matahari.
Di sektor daya, Redmi 14C dibekali baterai berkapasitas besar 5.160 mAh. Kapasitas ini mengalami peningkatan sebesar 160 mAh jika dibandingkan dengan Redmi 13C. Menariknya, walaupun unit ponsel ini secara sistem menyokong pengisian daya cepat (fast charging) sebesar 18 watt, Xiaomi memberikan adaptor isi ulang daya berkapasitas 33 watt langsung di dalam kotak kemasannya. Hal ini menjadi nilai tambah lantaran pada seri terdahulu konsumen hanya mendapatkan adaptor 10 watt.
Sisi desain luar Redmi 14C menampilkan penataan bodi yang berbeda, khususnya varian warna Starry Blue yang memiliki modul kamera berbentuk lingkaran besar menyerupai ponsel flagship. Bodi belakangnya dibalut tekstur bermotif pancaran jalur bintang atau star trail yang berpendar ketika terkena pantulan cahaya. Selain warna Starry Blue, perangkat ini juga hadir dalam varian warna Black yang bernuansa polos serta pilihan warna Purple. Untuk kelengkapan bodi, ponsel menyertakan pemindai sidik jari (fingerprint) pada tombol daya, colokan audio (headphone jack), port USB Type-C, serta triple slot SIM tray.
Dapur pacu Redmi 14C mengandalkan prosesor berjuluk MediaTek Helio G81. Prosesor ini pada dasarnya merupakan bentuk rebranding dari MediaTek Helio G80 dan tidak berbeda jauh dari Helio G85 yang tertanam pada Redmi 13C. Secara spesifikasi teknis, clock speed GPU milik Helio G81 tercatat sekitar 50 MHz atau 5 persen lebih rendah. Perangkat menjalankan sistem operasi Xiaomi HyperOS dan menyertakan dukungan fitur NFC.
Performa Game dan Kemampuan Kamera
Dalam pengujian untuk bermain game, tipe memori eMMC yang terpasang membuat proses instalasi serta pemuatan (loading) aplikasi terasa standar layaknya ponsel entry-level. Saat dipakai memainkan permainan Mobile Legends dengan konfigurasi grafik high dan frame rate high, Redmi 14C varian RAM 6 GB mampu berjalan cukup lancar dan stabil pada kisaran rata-rata 55 FPS ke atas. Namun, ketika diuji menjalankan game berbobot berat seperti Genshin Impact pada varian RAM 8 GB, hasilnya kurang responsif, sering mengalami kemacetan (jank), dan rata-rata frame rate berada di bawah 30 FPS.
Pindah ke sektor fotografi, Redmi 14C membawa kamera utama beresolusi 50 MP AI Dual Camera. Kendati memiliki tampilan fisik berupa rumah kamera besar, pengambilan gambar pada praktiknya mengandalkan satu kamera utama. Hasil tangkapan foto di luar ruangan (outdoor) saat kondisi cerah mampu menghasilkan detail yang jernih dan warna yang terang.
Kinerja kamera di dalam ruangan (indoor) dan kondisi minim cahaya (low light) juga tergolong baik untuk kelas harganya tanpa memunculkan banyak noise. Penggunaan night mode dapat membantu meredam pijar sinar lampu agar terlihat lebih rapi. Namun tanpa mengaktifkan fitur tersebut pun, tangkapan foto dalam keadaan gelap dinilai tetap optimal. Sementara itu untuk perekaman video, kualitas gambar yang dihasilkan terbilang standar.
Satu-satunya kekurangan mencolok pada Redmi 14C terletak di bagian keluaran suara. Sistem audionya masih mengusung konfigurasi mono dengan mikrofon tunggal. Kualitas suara speaker saat diputar pada volume maksimal terasa kurang bersih, berkesan mendatar, serta tidak memiliki dentuman bass.
Kelengkapan Paket dan Kesimpulan
Kotak penjualan Redmi 14C menyertakan unit ponsel, alat pelepas kartu SIM (SIM ejector), buku panduan, kartu garansi, casing silikon pelindung, kabel USB Type-C, serta adaptor pengisi daya 33 watt. Kehadiran kepala charger dengan daya lebih tinggi di dalam paket pembelian menjadi kejutan tersendiri di rentang harga Rp 1,5 juta.
Dengan harga yang sama persis seperti saat seri sebelumnya dirilis, Redmi 14C menghadirkan sejumlah pembaruan mendasar. Peningkatan berupa ukuran layar yang lebih lapang 6,88 inci, refresh rate 120 Hz, baterai 5.160 mAh, serta tambahan isi adaptor pengisi daya yang lebih besar menjadikannya opsi menarik di kelas ponsel murah. Perangkat ini sangat cocok diandalkan sebagai HP harian untuk menikmati konten digital dan membaca teks.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : gadgetin