Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik: Hemat dan Senyap, tapi Ada Risiko yang Perlu Dipikirkan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:35 WIB
Kelebihan dan kekurangan mobil listrik penting diketahui sebelum membeli. Simak soal harga, baterai, charging station, pajak hingga perawatan. (PINTEREST)
Kelebihan dan kekurangan mobil listrik penting diketahui sebelum membeli. Simak soal harga, baterai, charging station, pajak hingga perawatan. (PINTEREST)

JAKARTA - Kelebihan dan kekurangan mobil listrik menjadi pembahasan penting di tengah peralihan industri otomotif Indonesia menuju kendaraan berbasis elektrifikasi. Mobil listrik dinilai menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda, mulai dari torsi instan hingga kabin yang lebih senyap.

Namun, kelebihan dan kekurangan mobil listrik perlu dipahami calon konsumen secara menyeluruh. Di balik teknologi yang disebut lebih ramah lingkungan, masih ada sejumlah tantangan seperti harga kendaraan yang relatif tinggi, keterbatasan stasiun pengisian, hingga kekhawatiran mengenai umur baterai.

Pembahasan kelebihan dan kekurangan mobil listrik semakin relevan setelah pemerintah mendorong percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Kebijakan tersebut menjadi salah satu landasan perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik, Hemat tapi Ada Tantangan Besar

Kelebihan Mobil Listrik

Salah satu keunggulan utama mobil listrik adalah tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung ketika digunakan. Berbeda dengan kendaraan bermesin pembakaran internal, mobil listrik tidak melakukan proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin.

Faktor tersebut membuat mobil listrik dipandang sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi emisi kendaraan, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Peralihan menuju elektrifikasi juga menjadi tren yang berkembang di berbagai negara.

Torsi Instan dan Berkendara Lebih Nyaman

Dari sisi performa, mobil listrik memiliki karakter yang menarik. Motor listrik mampu menyediakan torsi puncak secara langsung ketika pedal akselerator diinjak. Akibatnya, respons kendaraan terasa cepat dan lincah, khususnya ketika digunakan dalam kondisi stop and go.

Kelebihan lainnya adalah tingkat kebisingan yang rendah. Karena tidak terdapat proses pembakaran di ruang mesin, suara mesin hampir tidak terdengar ketika kendaraan melaju. Pengemudi dan penumpang pun dapat merasakan kabin yang lebih senyap.

Mobil listrik juga memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Kondisi tersebut membuat kebutuhan perawatan tertentu menjadi lebih minim karena tidak membutuhkan pelumas mesin seperti mobil konvensional. Meski begitu, komponen seperti kampas rem tetap harus diperiksa dan diganti sesuai kebutuhan.

Ada Insentif Pajak dan Bebas Ganjil Genap

Khusus di DKI Jakarta, pemilik mobil listrik mendapatkan sejumlah keuntungan dari kebijakan pemerintah. Kendaraan listrik mendapatkan perlakuan pajak tertentu dan dapat melintas tanpa mengikuti pembatasan ganjil-genap berdasarkan aturan yang berlaku dalam materi sumber.

Stimulus tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai kendaraan harian.

Kekurangan Mobil Listrik

Di balik berbagai kelebihannya, harga masih menjadi salah satu hambatan terbesar. Mobil listrik di Indonesia memiliki harga yang relatif tinggi dibandingkan sebagian kendaraan bermesin pembakaran internal di kelas yang sama.

Selain harga beli, konsumen juga harus mempertimbangkan infrastruktur charging station. Pengisian daya memang dapat dilakukan di rumah, tetapi keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum yang tersebar luas tetap dibutuhkan agar perjalanan jarak jauh terasa lebih aman.

Waktu Pengisian Lebih Lama

Pengisian baterai membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan mengisi bahan bakar. Dalam materi sumber, pengisian menggunakan wall charger dapat memerlukan sekitar lima hingga enam jam. Sementara fast charging di SPKLU dapat mengisi baterai dalam kisaran satu hingga dua jam, tergantung kondisi dan teknologi kendaraan.

Waktu tersebut masih lebih lama dibandingkan pengisian bensin yang umumnya hanya membutuhkan beberapa menit.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik, Hemat tapi Ada Tantangan Besar

Baterai dan Bengkel Masih Jadi Perhatian

Baterai merupakan salah satu komponen paling mahal pada mobil listrik. Produsen umumnya memberikan garansi baterai dalam jangka panjang, tetapi kemampuan baterai tetap dapat menurun seiring usia dan pemakaian.

Ekosistem perawatan juga belum merata. Mekanik yang benar-benar memahami teknologi mobil listrik masih lebih mudah ditemukan di kota-kota besar. Kondisi ini dapat menjadi kendala ketika kendaraan mengalami masalah di daerah yang belum memiliki bengkel khusus.

Selain itu, nilai jual kembali juga menjadi pertimbangan. Harga mobil listrik bekas dapat mengalami depresiasi yang cukup besar karena pasar kendaraan listrik bekas masih berkembang dan jumlah peminatnya belum sebanyak mobil konvensional.

Dengan demikian, mobil listrik menawarkan masa depan transportasi yang lebih bersih dan pengalaman berkendara yang berbeda. Namun, konsumen tetap perlu mempertimbangkan harga, akses pengisian daya, umur baterai, layanan purnajual, serta nilai jual kembali sebelum membeli.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Charging station kelebihan mobil listrik kekurangan mobil listrik baterai mobil listrik mobil listrik