JAKARTA - Polytron Fox 500 mencuri perhatian dalam sesi static review dan first ride karena tampil sebagai skutik listrik bongsor dengan desain dan posisi berkendara yang disebut sangat mirip Yamaha XMAX. Tak hanya punya bodi besar, motor listrik ini juga menawarkan tenaga maksimum 14,7 kW, tiga riding mode, serta klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer.
Dalam video review, Polytron Fox 500 disebut banyak menarik perhatian pengguna yang menginginkan motor listrik dengan ukuran lebih besar. Proporsi bodinya dianggap menyerupai skutik 250 cc, terutama dari posisi riding, bentuk bagian depan hingga desain setang dan panel instrumen.
Sebelum dipasarkan, motor ini sempat diperkenalkan dalam bentuk prototipe dengan nama Trex. Sejumlah masukan kemudian diterapkan sebelum Polytron memutuskan menjualnya dengan nama Fox 500. Salah satu perubahan yang terlihat adalah penggunaan ban belakang berukuran lebih besar sehingga proporsi motor dinilai semakin sesuai dengan bodinya yang gambot.
Baca Juga: Polytron Fox 500 Punya Top Speed 130 Km per Jam dan Baterai Berlangganan
Desain besar dan fitur cukup lengkap
Secara tampilan, Polytron Fox 500 mengusung desain yang mengingatkan pada Yamaha XMAX. Panel instrumennya juga memiliki nuansa serupa, dengan informasi kecepatan, jam, trip meter, odometer, serta indikator kapasitas baterai.
Terdapat tiga riding mode yang bisa dipilih melalui tombol di sisi kanan setang, yakni Eco, Drive, dan Sport. Pada mode Eco, kecepatan maksimum disebut mencapai 60 km/jam. Mode Drive dapat mencapai 90 km/jam, sedangkan Sport memungkinkan motor melaju hingga 130 km/jam.
Motor ini menggunakan motor listrik dengan daya 5 kW dan output maksimum 14,7 kW. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang menggunakan belt. Baterainya berkapasitas 3,89 kWh dengan sistem 72 volt dan 54 Ah.
Baterai yang digunakan berjenis lithium ferrophosphate. Berdasarkan keterangan dalam video, kombinasi baterai dan sistem penggerak tersebut membuat Polytron Fox 500 memiliki klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer. Pengisian baterai dari kondisi 0 hingga 100 persen disebut membutuhkan waktu sekitar lima jam.
Untuk skema kepemilikan baterai, konsumen dapat memilih sistem sewa dengan biaya Rp200 ribu per bulan. Sementara jika ingin membeli baterai, terdapat tambahan sekitar Rp18 juta.
Di sektor kepraktisan, motor ini memiliki dua laci berukuran cukup besar di bagian depan. Tersedia pula USB charger Type-C. Bagasi di bawah jok juga dinilai besar, meski sebagian ruang disebut digunakan untuk kebutuhan baterai sehingga bentuknya berbeda dari bagasi skutik konvensional.
Lampu depan dan belakang sudah menggunakan LED. Motor ini juga memiliki hazard, passing, lampu jauh dan dekat, serta lampu rem yang bekerja ketika tuas rem ditarik. Seperti beberapa model Polytron lainnya, motor tidak dapat digas ketika rem sedang ditarik.
Baca Juga: Polytron Fox 500 Punya Top Speed 130 Km per Jam dan Baterai Berlangganan
First ride terasa seperti skutik 250 cc
Saat dicoba, tarikan awal Polytron Fox 500 disebut terasa halus bahkan ketika menggunakan mode Eco. Perpindahan ke mode Drive memberikan respons yang lebih kuat, sementara mode Sport terasa lebih bertenaga.
Posisi berkendaranya kembali mendapat pujian karena terasa mirip Yamaha XMAX. Jok yang lebar dan nyaman, setang yang lebar, serta suspensi yang empuk membuat motor dinilai cocok untuk penggunaan harian.
Handling juga dianggap cukup baik. Ban berukuran lebar membuat pengendalian terasa stabil ketika motor diajak berbelok. Pengereman pun disebut pakem dan responsif.
Meski demikian, terdapat catatan pada suspensi depan yang terdengar mengeluarkan bunyi ketika melewati kondisi tertentu. Pengujian tersebut juga masih sebatas static review dan first ride singkat sehingga belum memberikan gambaran menyeluruh mengenai performa motor dalam penggunaan jarak jauh.
Secara keseluruhan, Polytron Fox 500 memberikan impresi awal sebagai skutik listrik berukuran besar dengan karakter yang nyaman dan senyap. Kombinasi bodi gambot, jok lebar, tenaga hingga 14,7 kW, serta klaim jarak tempuh 130 kilometer membuatnya menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi pengguna yang mencari motor listrik dengan dimensi lebih besar.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Otorider