JAKARTA - Polytron Fox 350 menjadi motor listrik yang menawarkan perpaduan harga terjangkau, performa dan sejumlah fitur baru. Dalam ulasan first ride, motor listrik penerus Fox Air ini disebut memiliki harga mulai sekitar Rp15 jutaan dengan skema baterai sewa. Di sisi performa, kecepatannya bisa mendekati 100 km per jam pada mode Sport.
Harga Polytron Fox 350 dengan baterai sewa disebut berada di angka sekitar Rp15,5 juta. Angka tersebut berasal dari harga Rp22,5 juta yang mendapat subsidi Rp7 juta dari Polytron. Sementara konsumen yang ingin membeli baterai secara putus dikenakan harga sekitar Rp27,5 juta setelah potongan dari harga awal Rp34,5 juta.
Untuk skema baterai sewa, pengguna perlu membayar Rp200.000 setiap bulan. Sistem tersebut disebut tidak memiliki batasan kilometer. Keuntungan lainnya, pengguna tidak perlu terlalu khawatir terhadap penurunan kondisi baterai karena baterai masih menjadi milik Polytron.
Jika kondisi kesehatan baterai atau battery health turun hingga di bawah 85 persen, baterai dapat diklaim sesuai ketentuan yang berlaku pada sistem sewa. Baterai yang mengalami kerusakan juga dapat ditukar atau diklaim melalui Polytron.
Baca Juga: Polytron Fox 350 Dipakai 350 Km, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Dirasakan
Dari desain, Fox 350 masih membawa identitas keluarga Fox. Namun, bagian fascia mendapatkan penyegaran dengan bentuk yang lebih tegas dibanding Fox R. Lekukan tajam membuat tampilannya terlihat lebih sporty dan modern.
Salah satu warna yang menjadi perhatian adalah Green Flux. Warna tersebut dapat menampilkan perpaduan hijau, ungu dan biru dari sudut tertentu sehingga memberikan kesan seperti warna bunglon.
Penggunaan pelek 14 inci juga menjadi salah satu bagian yang disorot. Ukuran tersebut membuat dimensi motor terasa mendekati motor matik bermesin bensin yang umum digunakan di Indonesia. Lingkar roda tersebut juga dinilai lebih sesuai untuk menghadapi kondisi jalan yang tidak selalu rata.
Top Speed Hampir 100 Km per Jam
Polytron Fox 350 menggunakan motor listrik BLDC dengan sistem hub drive. Tenaga rata-rata motor berada di sekitar 3.000 watt, sedangkan peak power disebut mencapai 6.400 watt.
Tersedia dua pilihan mode berkendara, yakni Drive dan Sport. Mode Drive memiliki karakter respons gas lebih lembut dengan kecepatan maksimal sekitar 60-62 km per jam.
Sementara itu, mode Sport memberikan respons gas yang lebih sensitif. Kecepatan maksimalnya berada di kisaran 95-96 km per jam. Angka tersebut membuat performa Fox 350 dinilai cukup untuk penggunaan di jalan raya.
Motor ini juga diklaim mampu melewati tanjakan dengan sudut sekitar 14 derajat. Jika menghadapi tanjakan yang lebih curam, pengendara disebut perlu mengambil ancang-ancang agar motor tidak kehilangan momentum.
Fox 350 turut mendapatkan fitur cruise control yang dapat diaktifkan mulai kecepatan 40 km per jam. Fitur ini berguna ketika motor melaju konstan di jalan yang lengang karena pengendara tidak perlu terus menahan putaran gas.
Regenerative braking juga tersedia dalam dua level. Level pertama bekerja ketika gas ditutup, sedangkan level kedua aktif ketika gas ditutup bersamaan dengan sistem rem.
Fitur hill start assist turut hadir untuk membantu pengendara ketika berhenti di tanjakan. Sistem tersebut dapat menahan motor sementara, tetapi bukan brake hold sehingga motor tetap dapat bergerak mundur secara perlahan jika ditahan terlalu lama.
Klaim Jarak Tempuh 130 Kilometer
Fox 350 menggunakan baterai LFP dengan kapasitas 3,75 kWh. Polytron mengklaim motor dapat menempuh jarak hingga 130 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam.
Namun, dalam pengujian dengan kondisi jalan yang beragam, penggunaan mode Drive dan Sport, serta kecepatan yang berubah-ubah, jarak tempuh yang diperoleh berada di kisaran 85-98 kilometer. Pengujian dilakukan tanpa penumpang dengan bobot pengendara sekitar 60 kilogram.
Untuk pengisian daya, charger standar memiliki output sekitar 10 ampere dengan konsumsi daya hingga 840 watt. Pengisian penuh disebut membutuhkan waktu sekitar empat jam.
Polytron juga menyediakan portable fast charger secara terpisah dengan harga sekitar Rp2,8 juta hingga Rp3 juta. Perangkat tersebut memiliki beberapa pilihan level pengisian hingga peak sekitar 25 ampere.
Baca Juga: Polytron Fox 350 Dipakai 350 Km, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Dirasakan
Dari sisi kepraktisan, motor ini memiliki dua kompartemen depan, salah satunya dilengkapi port USB Type-C. Terdapat pula gantungan barang, deck rata dan ruang penyimpanan di bawah jok.
Meski demikian, Fox 350 memiliki sejumlah kekurangan. Suspensi depan dinilai keras karena travel-nya pendek dan terasa bottoming ketika melewati permukaan jalan tertentu. Suspensi belakang juga dianggap kurang nyaman ketika digunakan sendirian.
Jok memiliki busa yang empuk, tetapi dinilai terlalu tipis sehingga terasa cepat ambles saat diduduki. Hand grip juga dianggap terlalu keras sehingga dapat membuat telapak tangan kurang nyaman ketika berkendara dalam waktu lama.
Pada unit yang diuji, standar samping juga disebut menyentuh bodi ketika digunakan. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut hanya terjadi pada unit test ride atau juga terdapat pada seluruh unit produksi.
Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 menawarkan harga awal yang menarik, performa hingga sekitar 96 km per jam, fitur cruise control, keyless entry, konektivitas smartphone, serta baterai dengan klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer. Di sisi lain, kenyamanan suspensi dan beberapa detail ergonomi masih menjadi catatan dari hasil pengujian.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : MotoFun Indonesia