Polytron Fox R Punya Range 100 Km, Tapi Ada Catatan di Posisi Berkendara

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:31 WIB
Polytron Fox R menawarkan jarak tempuh sekitar 100 km dan kecepatan 97 km/jam, tetapi punya catatan pada posisi berkendara dan respons tenaga. (PINTEREST)
Polytron Fox R menawarkan jarak tempuh sekitar 100 km dan kecepatan 97 km/jam, tetapi punya catatan pada posisi berkendara dan respons tenaga. (PINTEREST)

JAKARTA - Polytron Fox R menjadi salah satu motor listrik yang menarik perhatian karena menawarkan kombinasi kecepatan, jarak tempuh, dan harga yang dinilai terjangkau. Namun, hasil pengujian yang dibagikan Otomotif TV juga menemukan sejumlah catatan, mulai dari respons tenaga, posisi berkendara, suspensi, hingga kelengkapan fitur.

Dalam pengujian tersebut, Polytron Fox R disebut memiliki dua mode berkendara, yakni D dan S. Mode D memiliki kecepatan maksimum 64 km/jam berdasarkan speedometer, sedangkan mode S mampu mencapai 97 km/jam di speedometer.

Untuk penggunaan harian di dalam kota, kecepatan 64 km/jam dinilai sudah mencukupi. Sementara itu, mode S memberikan kemampuan lebih ketika pengendara membutuhkan tenaga dan kecepatan tambahan.

Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terperangah, Veda Ega Pratama Lompat ke P3 di Silverstone

Dari sisi akselerasi, motor listrik ini mencatat waktu 0-60 km/jam sekitar 7,76 detik berdasarkan pengujian menggunakan RaceBox. Angka tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan menyalip maupun bermanuver di lalu lintas perkotaan.

Namun, karakter penyaluran tenaga menjadi salah satu catatan penting. Penguji menemukan adanya jeda ketika gas kembali dibuka setelah pengendara menutup gas atau melakukan pengereman. Tenaga terasa seperti kosong sesaat sebelum kembali tersalurkan.

Respons tersebut dinilai kurang natural, terutama ketika menghadapi tikungan, persimpangan, atau kondisi lalu lintas yang mengharuskan pengendara sering melakukan pengereman dan kembali berakselerasi.

Jarak Tempuh Polytron Fox R

Polytron Fox R menggunakan baterai berkapasitas 3,7 kWh. Dalam pengujian, mode D mampu mencapai jarak sekitar 101,3 kilometer dengan gaya berkendara yang disebut cukup agresif.

Sementara klaim pabrikan yang disebut dalam video mencapai 130 kilometer pada kecepatan rata-rata 40 km/jam. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak tempuh sangat dipengaruhi oleh mode berkendara dan gaya penggunaan.

Pengisian baterai dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar lima jam. Charger yang digunakan memiliki daya sekitar 840 watt. Sistem pengisian bersifat onboard, sedangkan baterai tertanam dan tidak menggunakan sistem swap.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah skema baterai. Dalam video disebutkan baterai Polytron Fox R menggunakan sistem sewa sebesar Rp200.000 per bulan. Skema tersebut dinilai lebih masuk akal bagi pengguna yang memakai motor secara rutin, seperti pekerja harian, pengemudi ojek online, maupun kurir.

Sebaliknya, biaya sewa bulanan perlu dipertimbangkan bagi konsumen yang hanya menggunakan motor sesekali.

Dari sisi konsumsi energi, pengujian menunjukkan biaya listrik sekitar Rp56 per kilometer berdasarkan jarak tempuh sekitar 100 kilometer. Jika menggunakan klaim jarak 130 kilometer, biaya yang dihitung dalam video berada di kisaran Rp41 per kilometer. Angka tersebut belum memperhitungkan biaya sewa baterai bulanan.

Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terperangah, Veda Ega Pratama Lompat ke P3 di Silverstone

Posisi Berkendara Jadi Catatan

Polytron Fox R memiliki handling yang dinilai cukup lincah dan stabil meski dimensinya panjang. Motor juga disebut mudah diajak rebah ketika menikung.

Namun, posisi berkendara justru menjadi salah satu kekurangan yang paling terasa. Jarak antara jok dan dek dinilai terlalu dekat sehingga posisi kaki seperti jongkok. Dalam penggunaan jarak jauh, kondisi tersebut dapat membuat betis, paha, dan pinggang lebih cepat terasa pegal.

Suspensi depan juga mendapat catatan karena memiliki travel yang pendek. Ketika melewati polisi tidur atau permukaan jalan dengan guncangan besar, suspensi dinilai mudah terasa mentok. Suspensi belakang disebut lebih baik dibandingkan bagian depan.

Dari sisi fitur, Polytron Fox R tergolong sederhana. Panel instrumennya menampilkan informasi dasar seperti mode berkendara, kapasitas baterai, trip meter, dan odometer. Trip meter akan kembali nol ketika motor dimatikan.

Motor ini juga memiliki lampu LED, USB power outlet, bagasi, fitur reverse, hazard, serta rem cakram depan dan belakang. Kapasitas bagasi dinilai cukup untuk menyimpan charger dan beberapa barang, meski tidak dapat menampung helm.

Secara keseluruhan, Polytron Fox R menawarkan keunggulan pada performa, jarak tempuh, dan biaya energi yang relatif rendah. Namun, calon pengguna perlu mempertimbangkan karakter penyaluran tenaga, posisi berkendara, suspensi depan, serta kewajiban membayar sewa baterai setiap bulan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : OTOMOTIF TV
Polytron Fox R motor listrik Polytron review Polytron Fox R motor listrik kendaraan listrik