SIDOARJO – Honda Brio Satya 2024 menjadi salah satu mobil yang diuji menggunakan sistem bahan bakar gas berbasis LPG. Pemasangan sistem tersebut ditujukan untuk memberikan alternatif penggunaan bahan bakar sekaligus mempertahankan performa kendaraan agar tetap mendekati penggunaan bensin.
Mobil milik konsumen dari Sidoarjo tersebut menggunakan paket Tomasetto full hybrid yang memungkinkan pengemudi berpindah antara bahan bakar bensin dan gas melalui sebuah tombol di dalam kabin.
Pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi mobil yang masih relatif baru. Honda Brio tersebut merupakan produksi 2024 dengan jarak tempuh sekitar 26.000 kilometer.
Baca Juga: Sound Horeg Blitar Bikin Resah? Polisi Beri Peringatan Keras, Langgar Aturan SE dan Fatwa MUI Bakal
Sistem LPG Dipasang Tanpa Melubangi Bodi Mobil
Salah satu perhatian dalam pemasangan sistem gas tersebut adalah bagaimana memasang komponen tanpa melakukan modifikasi berlebihan terhadap mobil.
Teknisi memilih memanfaatkan lubang sensor IAT (Intake Air Temperature) sebagai jalur input gas. Sensor IAT kemudian ditempatkan di bagian luar.
Menurut teknisi, perubahan posisi sensor tersebut tidak memberikan perbedaan pembacaan yang signifikan karena sensor tetap berada di area ruang mesin. Selisih pengukuran suhu dinilai masih berada dalam batas toleransi.
Baca Juga: Sensus Ekonomi Kota Blitar Tinggal 4 Hari, 7.158 Data Belum Tuntas, Ribuan Warga Sulit Ditemui
Langkah tersebut juga dipilih karena pemilik tidak ingin bodi mobil yang masih baru harus dilubangi untuk kebutuhan instalasi.
Gunakan Mixer dan Reducer Tomasetto
Dalam sistem tersebut terdapat komponen mixer yang berfungsi mengatur suplai udara dan gas. Komponen ini menjadi bagian penting karena karakteristik bensin dan LPG berbeda sehingga membutuhkan penyesuaian aliran.
Saat menggunakan bensin, suplai udara dibuat lebih terbuka. Sementara ketika kendaraan menggunakan LPG, aliran udara perlu disesuaikan agar tercipta kondisi yang memungkinkan gas tersedot menuju mesin.
Untuk bagian reducer, digunakan Tomasetto AT07 single point. Komponen tersebut telah terintegrasi dengan sejumlah bagian seperti filter, solenoid, regulator control, dan membran sehingga pemasangan menjadi lebih ringkas.
Namun, ukuran reducer yang cukup besar membuat proses pemasangan di ruang mesin Honda Brio membutuhkan penyesuaian posisi. Teknisi harus mencari lokasi yang tidak mengganggu komponen lain seperti ECU maupun ABS.
Baca Juga: Es Matcha Latte Modal Murah, Resep Simpel Ini Bisa Jadi Ide Jualan Rp7 Ribu
Selang Gas Diberi Perlindungan Tambahan
Jalur selang gas pada Honda Brio tersebut diarahkan melalui sisi kiri kendaraan hingga menuju bagian belakang.
Selang yang digunakan memiliki konstruksi berlapis dengan tambahan kawat untuk memberikan perlindungan terhadap gesekan maupun potensi gangguan dari luar.
Pemasangan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan jalur selang ketika kendaraan digunakan maupun saat diparkir dalam waktu lama.
Baca Juga: Resep Matcha Latte ala Coffee Shop, Bisa Dibikin Sendiri dan Jadi Ide Jualan
Suhu Tabung LPG Harus Dijaga
Setelah seluruh sistem terpasang, kendaraan menjalani pengujian untuk memastikan sistem gas dapat bekerja dengan baik.
Teknisi menyebut suhu tabung ideal berada pada kisaran 25 hingga 40 derajat Celsius. Suhu yang terlalu rendah dapat memengaruhi performa, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dinilai berisiko.
Untuk membantu menjaga suhu tersebut, sistem dilengkapi mekanisme pemanfaatan panas dari saluran gas buang melalui pipa tembaga yang dipasang pada knalpot.
Cara kerjanya disebut menyerupai prinsip water heater, yakni memanfaatkan panas untuk membantu menjaga kondisi sistem agar berada pada temperatur yang sesuai.
Performa Diupayakan Mendekati Bensin
Setelah pemasangan selesai, Honda Brio Satya tersebut menjalani pengujian termasuk perjalanan sekitar 15 kilometer.
Baca Juga: Resep Sticky Milk Matcha Modal Rp50 Ribuan, Bisa Jadi 15 Cup dan Dijual Rp10 Ribu
Dalam pengujian, teknisi berusaha melakukan penyetelan agar tenaga kendaraan saat menggunakan LPG tetap mendekati karakter ketika menggunakan bensin.
Bensin tetap dijadikan patokan utama dalam proses penyetelan. Dengan demikian, perpindahan bahan bakar diharapkan tidak memberikan perubahan performa yang terlalu terasa bagi pengemudi.
Hasil test drive menunjukkan kendaraan tetap mampu digunakan untuk melewati jalan menanjak dengan transmisi gigi tiga dan AC menyala.
Suara aliran gas dari regulator masih terdengar samar, tetapi tidak terlalu mengganggu ketika mobil digunakan dalam kondisi normal.
Tomasetto Diklaim Lebih Presisi pada Putaran Mesin
Dalam pengujian tersebut, teknisi juga membandingkan sistem Tomasetto dengan sistem lain seperti Sakai.
Menurutnya, perbedaan utama bukan semata-mata pada kemampuan menghasilkan tenaga, tetapi pada presisi suplai gas di setiap putaran mesin.
Sistem Tomasetto dinilai mampu memberikan suplai yang lebih presisi pada berbagai rentang RPM sehingga karakter tenaga dapat dibuat lebih mendekati penggunaan bensin.
Meski demikian, sistem lain tetap dapat digunakan dan memberikan pengalaman berkendara dengan bahan bakar gas.
Pemasangan sistem LPG pada Honda Brio Satya 2024 menunjukkan bahwa mobil bermesin bensin masih dapat dimodifikasi untuk menggunakan bahan bakar alternatif dengan sejumlah penyesuaian teknis.
Namun, instalasi sistem bahan bakar gas membutuhkan komponen yang sesuai, pemasangan yang tepat, serta penyetelan yang memperhatikan karakter mesin dan aspek keselamatan.
Source YouTube Eqik pernadi
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo